Benyamin Suaeb Pelopor Musik Indie Betawi

Benyamin Sueb (lahir di Kemayoran, Jakarta, 5 Maret 1939 – meninggal di Jakarta, 5 September 1995 pada umur 56 tahun) adalah pemeran, pelawak, sutradara dan penyanyi Indonesia. Benyamin S menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Benyamin_Sueb)

Musik Indie (Independent) musik yang mandiri, menciptakan musik, lagu, berlandaskan ide dan gagasan sesuai, gaya, warna ataupun genre yang diinginkan., tidak bergantung pada pada Gate Keeper seperti dalam industri major label. Bukan pula suatu genre musik, melainkan sebuah gerakan musik yang bebas tidak bergantung pada kemauan pihak lain.

Karya-karya Benyamin Suaeb memiliki pesan moral begitu kuat pada syair,yang dikemas secara komedi,  musik iringannya pun tidak terlalu berlebihan. Besarnya potensi pasar pada musik si “Babe” ini  membuat perusahaan  rekaman memproduksi  lagu-lagunya secara massive dan besar-besaran pada saat itu, mengingat tidak hanya pasar di kalangan Betawi saja yang menghendaki, tetapi seluruh Nusantara.

Musik dan lagu-lagu Benyamin Suaeb, mainstream, hanya secara produksi saja direkam dan dipublikasikan  untuk memenuhi kebutuhan dan selera pasar di era itu.  Sejatinya karya lagu, syair, musik dan jiwanya sangat independen berdasarkan inspirasi, gagasan dan ide yang kocak, dramatis, sedih,  lahir murni tanpa ada paksaan ataupun penindasan industri. Apa yang dituliskan sebagian berdasarkan kejadian nyata sehari-hari dituangkan dalam bentuk karya lagu.

Secara jelas sejarah membuktikan melalui karya-karya musik dan lagu-lagunya, Benyamin Suaeb, merupakan salah satu pelopor musik indie (independent) di eranya. Nilai lebihnya, karya seni yang dilahirkan, mengajarkan ketauladanan kepada generasi selanjutnya untuk menggali kearifan lokal, memulai eksplorasi potensi tradisi dari daerah dimana seniman berasal dan dilahirkan.

Masyarakat luas mengenal serta mengenang bahwa Benyamin Suaeb tidak hanya putra daerah yang jagoan di kandangnya sendiri. Dari dalam hingga wilayah terluar Indonesia, negara-negara tetangga bahkan secara internasional, mengagumi karya-karyanya yang mentransformasikan pesan, gagasan dan ide terutama pada nilai filosofi dan ketauladanan hidup.

Membangun karakter bangsa bermula dari memperkokoh karakter daerah sehingga akhirnya jelas sekali nantinya menjadi kumpulan karakter kuat kebinekaan. Pemerintah telah meresmikan Taman Benyamin Suaeb sebagai Pusat Kebudayaan Betawi di kawasan Jatinegara Jakarta Timur yang dulu kantor Kodim 0505 pada tanggal 22 september 2018 menunjukkan kepedulian Pemerintah, memberikan apresiasi, penghargaan serta mengangkat Benyamin Suaeb layak menjadi pelopor musik daerah dan nasional. Benyamin sebagai symbol ketauladanan masyarakat Betawi.  Semoga ke depan akan melahirkan tokoh-tokoh seperti Benyamin Suaeb yang menggantikan dan meruskan tongkat estafet kepemimpinan, kesenimanan, pelopor, pada tingkat dunia, pada tingkat yang lebih baik.

Sumber : Gatut Suryo Ketua Asosiasi Komunitas Musisi Indie Kreatif (ASKOMIK)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *