Alasan Perusahaan Teknologi Dunia Kini Pindah ke Singapura

Singapura telah berkembang menjadi pusat teknologi Asia dan menjadi tujuan favorit perusahaan-perusahaan yang ingin pamornya melejit di kawasan pasar negara berkembang.

Menurut Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura (EDB), 80 dari 100 perusahaan teknologi terkemuka di dunia beroperasi di Singapura.

Banyak dari perusahaan teknologi yang kemudian meningkatkan investasinya di negara tersebut.

Berikut adalah 5 faktor yang menjadikan Singapura sebagai negara yang menarik bagi investor:

1. Terbuka dan terkoneksi

Secara geografis, Singapura terletak di pusat negara Asia, dengan infrastuktur yang terhubung ke setiap sudut dunia dari ujung Timur ke Barat. Studi JLL menunjukkan kota-kota di China sebagian besar terhubung ke Singapura, kemudian diikuti oleh New York dan Sydney.

2. Perjanian Perdagangan Bebas (FTA)

Meskipun secara ukuran merupakan negara kecil dengan jumlah populasi lebih dari 5 juta, Singapura telah menetapkan sebanyak 22 FTA bilateral dan regional.

3. Ramah terhadap perdagangan dan data digital

China’s Cyber Security Act, yang mulai berlaku pada tahun 2017, mewajibkan perusahaan asing untuk menyimpan data pada server berbasis lokal, sehingga menyerahkan akses data penuh ke pemerintah Beijing.

Singapura, di sisi lain, tidak memiliki kendala seperti itu.

4. Sumber daya manusia berbakat

Para pembuat kebijakan telah membuat Singapura menjadi salah satu pusat tenaga kerja yang paling cerdas di dunia. Singapura telah mengalokasikan 19 miliar dollar AS untuk Research, Innovation, and Enterprise 2020 Plan (RIE), yang berfokus pada teknologi dan industri manufaktur yang canggih, layanan dan ekonomi digital ilmu kesehatan dan biomedis serta solusi berkelanjutan perkotaan.

5. Aman secara geopolitik

Risiko geopolitik AS dengan China semakin meningkat.

Ketika AS meningkatkan upaya untuk melawan pengembangan kapasitas China dalam beberapa sektor kunci teknologi, perusahaan teknologi Amerika dan asing menghadapi kendala baru.

Bermitra dengan entitas yang terdaftar dalam sanksi dagang, misalnya, dapat membuat transaksi perusahaan diblokir, meningkatkan kontrol terhadap ekspor, dan sanksi teknologi yang merusak aktivitas rantai suplai sehari-hari.

Perusahaan multinasional, oleh karena itu harus meningkatkan benteng ekosistem teknologi secara strategis untuk mematuhi sanksi serta peraturan keamanan nasional.

Singapura di sisi lain memiliki kerangka kerja kontrol ekspor dan protokol perizinan sendiri berdasarkan kerangka kerja Barat, sehingga memberikan kesempatan luas bagi perusahaan asing yang ingin mengelola ekspor mereka.

Sumber : www.aceh.tribunnews.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *