Festival Musik Hip Hop, Soul, dan R&B, Flavs Festival Berubah Jadi Konser Virtual

Situasi pandemic COVID 19 yang belum berakhir tanah air kita, berimbas pula pada sektor hiburan. Salah satunya adalah industri musik.dan banyak festival musik yang acaranya lewat virtual.
Termasuk Fastival musik Hip Hop, Soul, dan R&B, Flavs Festival mengubah konsep acaranya menjadi virtual di tengah pandemi COVID-19 . Konser yang seharusnya digelar pada 4-5 April 2020 ini juga terpaksa diatur ulang jadwal.
FLAVS memutuskan untuk merubah konsep acara menjadi virtual festival. Langkah ini diambil demi menyejukan haus dahaga penikmat musik akan sajian pertunjukan dari musisi Hip Hop, Soul, R&B terbaik di tanah air. Terselenggaranya konsep baru FLAVS nantinya akan mengikuti himbauan dan instruksi pemerintah mengenai standar protokol kesehatan bebas COVID-19 sehingga tercipta rasa aman dan nyaman akan perlindungan kesehatan bagi kru dan artis yang terlibat saat festival berlangsung.
FLAVS Virtual Festival akan terselenggara pada tanggal 15 dan 16 Agustus 2020 yang dapat dinikmati audiens secara online di rumah masing-masing selama 12 jam non-stop. Keistimewaan dari FLAVS Virtual Festival nantinya akan mengadopsi gaya lama memilih dan menikmati pertunjukan yang sedang berlangsung secara simultan dari 4 studio yang berbeda dan disaksikan secara online.
“Kita tetap akan bikin live. Semenjak pandemi banyak konser virtual. Namun, bedanya, kita live dan akan coba bawa menampilkan artis yang akan tampil di empat panggung yang berbeda, yang bisa dipilih oleh penonton, dan satu panggung nanti akan ada minimal lima kamera dengan kapasitas dan standart terbaik yang bisa dinikmati oleh penonton di rumah. Kualitas streaming juga kami sediakan dengan kapasitas 720p, yang juga bisa menyesuaikan sinyal tiap daerah “ ujar Muhammad Reza sebagai Festival Director Flavs Festival dalam konperensi pers vitual ( 24/6/2020).
Program Director The Flavs, Yacko menjelaskan festival musik tahun ini akan sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. dikarenakan festival musik ini dijadwalkan tanpa musisi internasional dan konsep Virtual.
“Yang pasti untuk Flavs Virtual Festival kita fokus ke musisi nasional, yang sudah diumumkan sebelumnya,” ucap Yacko
The Flavs lebih memfokuskan panggung untuk musisi nasional dalam festival musik virtual, karena pihaknya ingin musisi nasional tetap bisa berekspresi dan berkreasi di situasi pandemi.

“Panggung yang menjadi penghasilan utama musisi nasional semasa pandemi tiba-tiba hilang karena tidak bisa diselenggarakan . Dengan adanya flavs virtuall ini kita ingin teman-teman musisi tetap bisa berekspresi, berkreasi dan pihaknya akan merencanakan menghadirkan musisi internasional di festival musik The Flavs tahun depan. ,” tambah Yacko.

Adapun harga tiket The Flavs dihadirkan berdasarkan dua kategori harga yakni Rp99 ribu dan Rp499 ribu. Tiket seharga Rp99 ribu dapat digunakan untuk menyaksilan festival harian. Sementara tiket kategori harga Rp499 ribu berlaku untuk menyaksikan konser yang berlangsung dua hari plus dengan sejumlah merchandise.

Sumber : The Flavs – KM

Kepala BKKBN : Sunat bagi Perempuan Berbahaya untuk Kesehatan

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) , Jakarta (24/06/2020) – Sunat bagi perempuan saat ini masih menjadi sebuah perdebatan tentang boleh atau tidak dan baik atau buruknya melakukan sunat bagi perempuan. Sunat ialah menghilangkan bagian tertentu dari alat kelamin baik laki-laki maupun perempuan, bagi laki-laki sudah menjadi sesuatu yang wajar yaitu dengan menghilangkan preputium/kulup yang terdapat diujung kelamin laki-laki.

Menurut WHO sunat bagi perempuan ada empat, yaitu pemotongan klitoris atau bagian klitoris perempuan, pemotongan klitoris dan bagian dalam bibir organ genital perempuan, pemotongan klitoris, bibir luar dan bibir dalam organ genital serta penjahitan hasil potongan, pemotongan secara simbolis klitoris maupun bagian lain organ genital.

Secara medis dan dari sisi kesehatan diungkapkan oleh Hasto Wardoyo bahwa organ genital perempuan itu mudah dibersihkan karena terbuka dan tidak tertutup. Menjaga kebersihan atau membersihkan organ genital perempuan dapat dilakukan tanpa melakukan pemotongan atau sunat di bagian manapun dalam organ genital perempuan, karena pembersihan dapat dilakukan secara natural dengan organ genital yang masih utuh.

Organ genital perempuan terdiri dari eksterna dan interna, yang mana eksterna merupakan bagian dari alat kelamin yang tampak dari luar dan berperan dalam hubungan seksual yang terdiri atas mons pubis, labia mayora, labia minora, klitoris, himen (selaput dara), vestibulum vagina, muara uretra, berbagai kelenjar dan struktur vaskular, serta interna yang berperan untuk ovulasi, tempat pembuahan sel telur, transportasi blastokis, implantasi dan tumbuh kembang janin.

Hasto menjelaskan “Bagian organ genital yang berupa klitoris dan uretra itu jaraknya sangat dekat hanya 0,5 cm saja. Sehingga ketika terjadi pemotongan klitoris atau melukai secara sengaja akan berakibat pula kepada uretra sebagai saluran urine yaitu juga dapat menyebabkan uretra terluka dan pembuangan urine menjadi tidak lancar serta bisa mengakibatkan pengendapan dan adanya batu”, jelasnya.

Tidak hanya itu, Hasto menyampaikan “Klitoris menjadi salah satu bagian dalam organ genital perempuan yang sangat sensitif terhadap rangsangan seksual yang sama halnya dengan penis pada organ genital laki-laki. Klitoris memiliki bagian seperti Glans yang sama pula dengan laki-laki, Glans terdiri atas jaringan yang berkembang serta berisi banyak ujung saraf, dimana saraf tersebut ada yang bersumber dari sumsum tulang belakang. Jika klitoris dipotong maka akan berbahaya pula bagi saraf yang bisa menyebabkan mati rasa dan tentu saja tidak akan bisa pulih kembali. Selain itu, juga tidak bisa menikmati kepuasan dalam berhubungan seksual karena sarafnya yang sudah mati rasa dan resiko nyeri yang luar biasa serta bisa pendarahan” ungkapnya.

Dari sisi agama, Prof. Musdah Mulia mengungkapkan “Sejumlah kajian hadis menyimpulkan, hadis-hadis tentang sunat pada perempuan jika dilihat dari perspektifnya sangat lemah, tidak ada yang mencapai derajat hasan atau sahih. Hadis-hadis yang ada justru mengarahkan kepada pelarangan sunat bagi perempuan, bahkan ada ancaman jika terjadi tindakan yang membahayakan perempuan.” imbuhnya.

Lanjutnya beliau menyampaikan praktek sunat bagi perempuan harus dilarang dengan menggunakan kaidah hukum Islam La dharara wa la dhirar, maksudnya segala bentuk tindakan yang mengangkibatkan bahaya, kemudharatan dan kerusakan bagi tubuh manusia harus dihapuskan, serta tidak memberikan kebaikan dan manfaat bagi manusia. Karena itu bertentangan dengan ajaran Islam yang membawa rahmat bukan hanya bagi semua manusia (laki-laki dan perempuan) tapi juga bagi seluruh alam.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan kerjasama United Nations Population Found (UNFPA) melalui Program UNALA bekerjasama dengan BKKBN pada UNALA TALK “Sunat Perempuan dan Kesehatan Reproduksi” yang dilakukan secara daring melalui Zoom. Narasumber pada kegiatan ini ialah Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.,OG(K); Penulis Prof. Dr. Musdah Mulia; Direktur Siklus Indonesia Ciptasari Prabawanti, PhD; SRH Officer UNALA Putri Khatulistiwa serta di moderatori oleh Penulis dan Aktivis Kalis Mardiasih serta diikuti oleh hampir 100 orang peserta.

Sumber : HUMAS BKKBN – AA

Langgar PSBB Transisi DKI, Siap-Siap Ditutup

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta melakukan tindakan tegas dengan menutup delapan tempat usaha. Sebabnya, delapan tempat itu terbukti melanggar aturan yang berlaku selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

“Yang saya ingat karaoke ada dua, terus ada beberapa restoran, empat kalau nggak salah, terus ada spa dua, semuanya melanggar protokol kesehatan,” ujar Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurniawan, dikutip dari Liputan6.com.

Menurut Cucu, empat tempat makan ditutup paksa karena ternyata ada hiburan disjoki atau DJ di dalamnya. Sementara spa dan karaoke juga ditutup karena beroperasi padahal belum diizinkan.

Restoran yang ditutup berada di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Sedangkan spa yang disegel berlokasi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan karaoke ada di Jakarta Pusat.

Sumber : www.dream.co.id

NOAH Persembahkan Video Musik Kala Cinta Menggoda

Grup musik NOAH punya sebuah keistimewaan yang jarang dipunyai band-band lain. Ariel Cs kerap tak hanya piawai mencetak hits dari karya yang mereka tulis sendiri, tapi juga mampu sekali lagi menghidupkan karya-karya legendaris.

Bahkan mereka merilis album khusus beberapa tahun lalu berjudul NOAH Sings Legend. Dan kini band asal Bandung tersebut merilis ulang hits lawas yang dipopulerkan almarhum Chrisye berjudul Kala Cinta Menggoda.

Lagu yang jadi karya legendaris ini tentunya sangat familiar di kalangan penikmat musik Indonesia. Dan hal tersebut jadi tantangan besar bagi NOAH untuk memberi sentuhan berbeda secara aransemen dan keseluruhan lagu.

Sumber : www.fimela.com | www.youtube.com

Shin Tae Yong Tergoda PSSI

Sumber Foto : www.cnnindonesia.com

Shin Tae Yong belum menunjukkan kinerja menangani Timnas Indonesia di turnamen resmi dari senior hingga usia muda. Salah satu faktor utama karena pandemi virus corona (Covid-19) yang membuat agenda sepak bola vakum.

Tentu akan terasa aneh bagi PSSI jika akhirnya sampai memecat Shin Tae Yong. Apabila PSSI menggunakan alasan indisipliner lantaran Shin Tae Yong belum juga bersedia datang juga akan menjadi bumerang bagi PSSI.

Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menggunakan alasan kuat grafik pandemi Covid-19 di Indonesia yang tak kunjung landai.

Meski demikian, Shin Tae Yong bukan tanpa kesalahan. Satu-satunya blunder pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu adalah tergoda PSSI untuk melatih Timnas Indonesia.

Entah dia belum sempat mempelajari rekam jejak buruk PSSI terhadap pelatih asing atau mengabaikannya. Tetap saja, Shin Tae Yong telanjur masuk dalam ‘lingkaran setan PSSI’.

Satu hal yang seharusnya bisa dipelajari Shin Tae Yong bahwa masa bulan madu di Timnas Indonesia terlalu singkat. Setidaknya demikian yang dialami sejumlah pelatih asing sebelum Shin Tae Yong berstatus pelatih Timnas.

Sebut saja deretan nama seperti Peter Withe, Ivan Kolev, Alfred Riedl, Piter Huistra, Luis Manuel Blanco, hingga Luis Milla asal Spanyol.

Di antara mereka punya nama besar, bahkan sarat prestasi, setidaknya di Asia Tenggara. Niat hati mewujudkan mimpi indah di Merah Putih, yang terjadi malah mendapat perih.

Sumber : www.cnnindonesia.com

 

Pasar Ciputat akan Direlokasi

Sumber Foto : www.jakarta.bisnis.com

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan merelokasi 610 kios yang berada di Pasar Ciputat. Proses relokasi dilakukan mengingat dalam waktu dekat pemkot segera merevitalisasi Pasar Ciputat.

Kepala Disperindag Kota Tangsel, Maya Mardiana mengatakan pihaknya hingga kini masih melakukan pendataan terkait jumlah kios yang akan direlokasi. Proses pendataan data ulang dilakukan sampai nanti di bulan Juni hingga Juli 2020.

“Sekitar 610-an kios yang akan direlokasi. Sampai saat ini, sedang proses data ulang sampai nanti di Juli selesai relokasi dan nanti di Agustus baru mulai revitalisasi,” kata Maya di Puspemkot Tangsel, Selasa (23/6).

Dikatakan Maya, pada proses revitalisasi pasar ini, Disperindag bekerja sama dengan Dinas Bangunan dan Tata Ruang. Proses revitalisasi pasar akan dibangun Dinas Bangunan dan Tata Ruang, sedangkan proses relokasi pedagang dilakukan Disperindag.

Para pedagang nantinya akan disediakan tempat berdagang di kios yang baru. Dengan begitu, mereka tidak lagi berdagang di pinggir-pinggir ataupun di lorong-lorong yang memakan ruas jalan.

Maya menjelaskan, di tempat relokasi pada pedagang tidak dikenakan biaya penarikan iuran. Tetapi, hanya ada biaya service seperti kebersihan dan penjagaan kios.

Di tempat relokasi baru, kata Maya, hampir keseluruhan bangunan permanen. Menurutnya, syarat untuk relokasi itu adalah pedagang tidak terlalu jauh tempatnya, kemudian tempatnya juga harus cukup memadai.

Sumber : www.republika.co.id

Minum Jahe di Musim Hujan

Udara dingin menyengat kulit di musim hujan. Saat seperti itu, menyeruput air jahe terasa nikmat. Badan terasa lebih hangat. Tapi ternyata jahe tak hanya menghangatkan saja.  Jahe kaya kandungan vitamin C, magnesium, dan mineral lainnya.

Seperti dilansir Time of India, Minggu, 2 Februari 2014, berikut manfaat minum air jahe :

1. Mencegah Rasa Mual 
Minum secangkir teh jahe sebelum bepergian dapat membantu mencegah mual dan muntah saat bepergian.

2. Meningkatkan Kinerja Perut
Teh jahe berguna dalam meningkatkan pencernaan dan meningkatkan penyerapan makanan.

3. Mengurangi peradangan
Jahe mengandung sifat anti-peradangan yang membuatnya obat rumah ideal untuk masalah otot dan persendian.

4. Mengatasi masalah pernafasan
Teh jahe dapat membantu mengurangi hidung tersumbat yang terkait dengan flu biasa.

5. Meningkatkan sirkulasi darah
Vitamin, mineral, dan asam amino dalam jahe bisa membantu memulihkan dan meningkatkan sirkulasi darah yang pada gilirannya bisa mengurangi kans terkena penyakit kardiovaskular.

6. Meringankan ketidaknyamanan saat menstruasi
Yang satu ini adalah untuk semua wanita yang menderita kram menstruasi.

7. Memperkuat kekebalan tubuh
Jahe bisa memperkuat imunitas karena tingginya kandungan antioksidan dalam jahe.

8. Mengurangi stres
Jahe mempunyai sifat yang menenangkan yang memungkinkan menurunkan stres.

Sumber : www.gaya.tempo.co

Kolaborasi Unik Untuk Ajak Masyarakat Berdampingan dengan Covid-19

Saat ini di era New Normal ini pemerintah mulai gencar mengajak masyarakat untuk kembali beraktivitas, hidup berdampingan dengan covid-19 dan menjalankan protokol kesehatan secara lebih berdisipilin.
Dalam Mendukung seruan pemerintah, Gerakan Seribu untuk Indonesia (GSUI) punya cara sendiri yang unik.yaitu seniman di bidang seni lukis dan musik, Goes Noeg kembali bersinergi dengan musisi Ote Abadi.
Untuk kolabrasi nya ini Goes Noeg mengajak awak media yang hadir untuk turut berpartisipasi dalam pembuatan seni collage (kolase), Goes menyebut bila ide tersebut datang ketika melihat kondisi masyarakat sekarang ini dan muncul.
“Sumber inspirasi ini datang ketika melihat kejadian new normal. Disebutnya ‘nggladrah’,yang artinya dalam bahasa Jawa nya adalah kondisi yang tidak beraturan dan semau ‘gue’ dan silahkan bebas menempelkan dimana saja nanti akan saya selesaikan di bagian Framming nya ,” ujar Goes
Pembuatan kolase ini sambil di iringi oleh music dari Ote abdi mulai dari lagu pop,dangdut rock yang di mix semakin membuat Goes Noeg dan awak media yang hadir makin bersemanagt dalam menempelkan kertas yang warna warni dalam menghasilkan sebuah kolase yang indah ini.
Ote abadi menjelaskan “ Saat ini pertama kali nya saya bekerja hanya berimprovisasi tanpa ada latihan ,perencanaan atau Batasan lagu apa yang akan di bawakan intinya semua di sini berimprovisasi Bersama sama sehingga menghasilkan hasil karya yang indah“.
“GSUI itukan dinamis dan ingin menenjadi bagian semangat itu, bentuknya adalah kita akan berpartisipasi dengan terus berkarya, tetapi dengan mematuhi protokol kesehatan mengunakan masker, menjaga jarak terapi terus berkarya seperti yang kita lakukan hari ini, terus lakukan pengalangan dana dengan sinergitas berbagai penggiat seni tetap berkreasi, berkaya,dan kreatif ,” ucap Harry ‘Koko’ Santoso, penasehat GSUI.
Hasil dari sinergi lukisan kolase dan musik menambah koleksi lukisan di posko GSUI. “Semoga pihak Masterpiece bisa turut membantu dalam proses lelang yang hasilnya untuk dikelola GSUI,” ucap Ida Bagus Charma.

Sumber : GSUI – KM

Puncak Milad ke-10 BNI Syariah Tasyakur Hasanah Secara Virtual

BNI Syariah menyelenggarakan puncak milad ke-10 bertajuk Tasyakur Hasanah secara virtual. Milad yang diadakan pada saat New Normal ini diselenggarakan dalam format webinar dengan beberapa rangkaian acara diantaranya Seremoni Tasyakur Hasanah Milad ke-10 BNI Syariah; Kajian Singkat KH. Abdullah Gymnastiar; launching buku Hasanah Perjalanan Kebaikan cerita 10 tahun BNI Syariah, launching produk dan aplikasi Hasanahku, Smart Shodaqoh, Hasanah Online, dan Hasanah Employee App (Hey).
Milad ke-10 diadakan beberapa rangkaian kegiatan pra milad diantaranya rangkaian kajian online bersama para tokoh dan ustadz dilakukan selama bulan Ramadhan bertajuk Ramadhan Berhasanah; Benteng Hasanah Untuk Negeri sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat dalam dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan; Berbagi Takjil Hasanah yaitu pemberian takjil kepada anak yatim; Kisah Cinta Hasanah yaitu pemberian paket bantuan ke panti asuhan; dan Journalist Writing & Photo Competition
Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo berharap dalam perayaan Tasyakur Hasanah secara virtual ini semaraknya tidak hanya dirasakan oleh insan hasanah di seluruh Indonesia saja, tapi juga disaksikan oleh mitra dan media.
“Alhamdulillah dalam satu dekade ini, BNI Syariah mampu memberikan perbaikan dalam seluruh aspek baik spiritual, bisnis, maupun layanan. Hal ini pada akhirnya yang akan membawa peluang-peluang baru dan manfaat yang optimal bagi segenap stakeholder dan shareholder BNI Syariah,” ujar Firman.
”Bulan April tahun 2000 jadi penanda lahirnya ‘bayi kecil’ bernama Unit Usaha Syariah (UUS) BNI yang menjadi cikal bakal BNI Syariah sebagai salah satu pemain besar di perbankan syariah di Indonesia. UUS BNI membuka 5 cabang pertamanya pada 29 April 2000 “ tambah Firman.
Selama 10 tahun perjalanan, BNI Syariah terus bertumbuh, hal tersebut dibuktikan dengan adanya pertumbuhan dari sisi aset, laba, pembiayaan, dan DPK. Diawali dengan aset sebesar Rp6,3 triliun rupiah di tahun 2010, bertumbuh menjadi Rp49,9 triliun di tahun 2019. Pertumbuhan laba perusahaan yang semula berada pada posisi 37 miliar rupiah di 2010, tumbuh menjadi 603 miliar di 2019. Dari sisi pembiayaan, di tahun 2010 penyaluran pembiayaan sebesar Rp3,5 triliun meningkat menjadi Rp32,6 di tahun 2019. Sedangkan penghimpunan dana di tahun 2010 sebesar Rp5,2 triliun, tumbuh menjadi Rp43,8 triliun di tahun 2019. Secara sustain, BNI Syariah mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan rata-rata diatas 25%.
Kinerja BNI Syariah selama 10 tahun ini didukung oleh keunggulan dan inovasi produk dan layanan BNI Syariah diantaranya Tabungan dengan Akad Wadiah; Tabungan BNI iB Baitullah Hasanah; Wakaf Hasanah; Hasanah Online; BNI iB Hasanah Card; Hasanahku; BNI Griya Swakarya iB Hasanah.
Kontribusi BNI Syariah untuk membangun negeri dilakukan dengan partisipasi dalam pembiayaan sindikasi proyek infrastruktur seperti pembangunan Tol Pemalang-Batang dan Tol Jakarta-Cikampek, serta pembiayaan UMKM melalui program Deureuham bekerja sama dengan BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif). BNI Syariah juga bekerja sama dengan berbagai institusi dalam pengembangan ekosistem halal, seperti lembaga pemerintahan, institusi pendidikan, institusi kesehatan, travel, developer perumahan, dan startup fintech.
Pada tahun 2020, BNI Syariah tercatat telah naik kelas ke Buku III, setelah pemegang saham melakukan setoran modal inbreng sebesar Rp 255 miliar dan BNI Syariah mencetak laba bersih Rp214,01 miliar pada triwulan I 2020, naik 58% dibandingkan periode sama 2019 sebesar Rp135,35 miliar dan BNI Syariah telah memasarkan KPR Subsidi Syariah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan produk KPR Sejahtera Syariah.
BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner terus berkomitmen untuk dapat menebarkan hasanah dan membawa manfaat bagi seluruh mitra, termasuk dalam menghadapi kenormalan baru. “Terima kasih atas dukungan dan kebersamaan selama 10 tahun dengan BNI Syariah. Semoga kami dapat terus menjadi mitra yang menemani perjalanan Bapak/Ibu sekalian menuju Hasanah dunia dan akhirat, Insya Allah,” Tutup Firman.

Sumber : BNI Syariah – KM

Berpikir Positif dan Aksi Nyata Hadapi Kehidupan di Tengah Pandemi

Pandemi COVID-19 berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Masyarakat merasakan dampak kompleks pandemi tak hanya di sektor ekonomi tetapi sosial dan budaya. Pada saat ini, masyarakat dapat menumbuhkan dalam dirinya berpikir positif dan aksi nyata terhadap kebiasaan baru.

Motivator Merry Riana menyampaikan bahwa berpikir positif dan aksi nyata dibutuhkan dalam menghadapi kebiasaan baru. Pertama, ia mengakui bahwa berpikir positif saja tidak cukup berhasil untuk beradaptasi pada tatanan baru ini.

“Walaupun sebenarnya saya seorang percaya pada personal development, dan saya selalu percaya bahwa kita harus berpikir positif, merasakan hal yang positif, tetapi kadang berpikir positif itu juga ada tempatnya dan ada batasnya,” ujar Merry di Media Center Gugus Tugas Nasional di Jakarta, pada Selasa (16/6).

Ia menganalogikan seorang perempuan yang terpaksa pulang tengah malam. Ketika perempuan akan melewati sebuah gang kecil tampak dua orang dengan memegang golok. Gang tersebut gelap tanpa diterangi lampu.

“Saya tanya, apakah Anda masih berpikir positif, dan merasa tenang bahwa tidak terjadi apa-apa. Apakah anda tetap akan melakukan hal seperti itu? Mungkin anda akan berpikir, ada jalan lain,” ucapnya.

Ia menambahkan apabila gang ini gelap, mungkin ada jalan lain yang lebih terang. “Mungkin ada jalan lain yang harus memutar lebih jauh tapi lebih aman. Anda tidak mau mengambil risiko,” lanjut Merry.

Analogi ini juga perlu diterapkan dalam menghadapi situasi di tengah pandemi. Merry melanjutkan bahwa sekarang ini masyarakat berbicara masa transisi, seperti pembukaan mal dan kantor di Jakarta, dan beberapa tempat yang kembali buka sejak 15 Juni.

Menurut Merry, masa transisi dengan dibukanya kembali tempat-tempat itu sebagai kabar baik. Namun, ia mengingatkan bahwa mal dan kantor yang mulai beroperasi itu kembali beroperasi bukan karena pandemi sudah berhasil dilawan.

“Bukan. Tapi karena roda ekonomi dan roda kehidupan harus terus berjalan. Ingat ya, bukan berarti kita sudah menang melawan pandemi,” pesannya.

Ia mengatakan bahwa perjuangan tetap berjalan dan tetap waspada, hati-hati dan disiplin. “Positive thinking boleh, harus malah, tapi dengan takaran yang benar. Jangan berpikir tenang aja nggak bakalan sakit. Tenang aja, kan positive thinking nggak bakal tertular kok. Yakin deh,” ucapnya.

Namun ia menegaskan bahwa tidak boleh seperti itu. Masyarakat tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah diberlakukan.

“Ingat lebih baik mencegah daripada mengobati. Walaupun mungkin sekarang the new normal can be better normal. Walaupun mungkin kesannya ribet, banyak sekali yang harus dilakukan tapi itu untuk kebaikan kita semua,” lanjutnya.

Merry mengilustrasikan ketika kita berada di luar rumah. Perlengkapan untuk menjaga diri penting untuk dibawa, seperti hand sanitizer, disinfektan, atau perilaku di ruang publik dengan mengantri dan menjaga jarak dengan yang lainnya.

“Saya selalu bilang lebih baik ‘parno’ daripada sembrono. Lebih baik saya jadi orang yang parno daripada saya jadi orang yang sembrono yang nantinya justru membahayakan orang-orang di sekitar saya,” katanya.

Ia berharap masyarakat tetap harus berpikir positif dan tetap harus waspada (kritis). Nah itu yang pertama. Kedua, positive thinking saja tidak cukup dalam menata kebiasaan baru ini. Masyarakat juga perlu melakukan aksi nyata.

“Nah, ini yang orang salah kaprah. Banyak orang berpikir, kami juga sudah berpikir positif loh. Tapi kok hidup saya nggak sukses, terus pikir doang atau dilakukan atau enggak?,” ujarnya.

Merry mengingatkan apabila kita hanya berhenti pada berpikir tanpa ada aksi, hidup tidak akan bisa sukses.

“Kamu harus melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Kamu harus mendisiplinkan diri untuk tetap mengerjakan apa yang harus kami kerjakan. Ingat, positive thinking hanya berhasil jika dibarengi dengan positive action,” pesannya.

Sumber : BNPB – AA