Aplikasi Pelacak Pasien Corona RI Meluncur di Android

Sumber Foto : www.cnnindonesia.com

Aplikasi PeduliLindungi untuk melacak pasien positif Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-COV-2 telah resmi dirilis di Google Play Store bagi pengguna Android. 

Aplikasi besutan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ini dibuat untuk mengawasi pasien positif corona (Covid-19) di Indonesia. Lewat aplikasi ini, warga yang terinfeksi Covid-19 bakal terlacak.

Bekerjasama dengan para operator seluler, lokasi pasien akan ditelusuri selama 14 hari ke belakang, melacak lokasi saat ini, dan mencegah pasien melewati wilayah karantina. 

Trace Together yang dikembangkan pemerintah Singapura, aplikasi ini juga akan memberitahu pengguna jika sempat melakukan kontak secara fisik seperti berbicara atau berpapasan dengan pasien tersebut.

Aplikasi PeduliLindungi telah diunduh lebih dari 500 pengguna di Google Play Store, sayangnya aplikasi ini belum tersedia untuk pengguna iOS. Aplikasi ini dikembangkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Cara kerja

– Unduh aplikasi PeduliLindungi di Google Play Store
– Setelah berhasil diunduh, klik Jadi Partisipan yang berada di paling bawah beranda aplikasi
– Lalu masukan nama lengkap dan nomor ponsel yang aktif untuk dikirimi kode OTP
– Masukkan kode OTP dan klik Verifikasi
– Pengembang mencantumkan kalimat, “PeduliLindungi butuh data Anda untuk menghentikan penyebaran Corona (Covid-19)”.

Di bagian bawah kalimat awal, ada juga kalimat yang tertulis, “Kami memerlukan data Nomor Handphone Anda. Kami memerlukan data Anda agar kami dapat segera menghubungi Anda jika ditemukan adanya riwayat kontak dengan seseorang yang terinfeksi Corona (Covid-19)”. Lalu klik Saya Setuju.

– Aplikasi membutuhkan akses Bluetooth, klik Lanjutkan Pengaturan lalu klik opsi Allow (izinkan)
– Anda sudah berhasil menjadi partisipan PeduliLindungi

Pada bagian beranda aplikasi, pengembang menghimbau kepada masyarakar untuk mengaktifkan PeduliLindungi saat bepergian dan berada di fasilitas umum seperti di bus, kereta, bahkan saat rapat atau di pusat keramaian.

Agar baterai ponsel Anda tidak cepat habis, pengembang menyodorkan opsi untuk mengaktifkan mode Power Saving yang ada di pengaturan ponsel masing-masing.

Ada juga opsi ajak teman dan keluarga untuk mengunduh aplikasi serta Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang aplikasi PeduliLindungi.

Pengguna akan disodorkan beberapa pertanyaan umum seperti Cara Kerja PeduliLindungi, Bagaimana dengan Kerahasiaan Pribadi (Privacy)?, Kapan saya harus memeriksakan diri?, Bagaimana cara mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), dan Cara Penggunaan Aplikasi.

Namun ada pertanyaan umum yang menarik yaitu Cara Kerja PeduliLindungi dan Bagaimana dengan Kerahasiaan Pribadi (Privacy).

Kesimpulan

Saat digunakan, aplikasi ini bisa berjalan lancardan respon untuk bergulir dari satu opsi ke opsi lainnya cukup cepat. Namun, belum dapat dipastikan seberapa akurat layanan peringatan bagi pengguna yang sempat berinteraksi dengan pasien Covid-19.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Trolls World Tour

  • Jenis Film : Animation, Adventure, Comedy
  • Produser : Gina Shay
  • Sutradara : Walter Dohrn
  • Penulis : Jonathan Aibel, Glenn Berger
  • Produksi : Universal Pictures
  • Casts : Anna Kendrick, Justin Timberlake, Rachel Bloom, Kelly Clarkson, James Corden, Ester Dean, Jamie Dornan, Ron Funches, Kunal Nayyar, Ozzy Osbourne, Sam Rockwell, Kenan Thompson, Charlyne Yi, Mary J. Bli

SINOPSIS

Petualangan Poppy (Anna Kendrick) dan Branch (Justin Timberlake) berlanjut. Kali ini mereka menemukan bahwa ada enam suku troll berbeda yang tersebar di enam negeri berbeda.

Setiap suku juga dikhususkan untuk enam jenis musik yang berbeda. Queen Barb (Rachel Bloom) dan ayahnya, King Thrash (Ozzy Osbourne) dari suku Rock ingin memusnahkan semua genre musik agar bisa berkuasa.

Misi Poppy dan Branch kali ini menyatukan semua suku dan mengagalkan keinginan suku musik Rock.

Sumber : www.21cineplex.com | www.youtube.com

Jakarta Didukung untuk Terapkan Karantina Wilayah

Semakin tingginya jumlah masyarakat yang terinfeksi virus corona di Ibu Kota, secara tidak langsung menuntut pemerintah untuk mengambil langkah serius dalam upaya penanganan. Opsi karantina wilayah atau lockdown disebut-sebut harus segera dilakukan.

Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan karantina wilayah. Namun keputusan tersebut harus diikuti oleh jaminan ekonomi kepada rakyat Jakarta.

“NasDem mendorong yang terbaik tapi syaratnya ada kesepahaman kerja antara pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta, ini nggak boleh beda tentang bencana COVID-19 ini,” ujar Ketua Fraksi NasDem DKI, Wibi Andrino saat dihubungi di Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Wibi meminta pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan untuk rakyat. Serta subsidi listrik diberikan semasa karantina berlangsung.

Sebelumnya, Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan pihaknya saat ini tengah membahas kemungkinan penerapan karantina wilayah di Jakarta. Hal tersebut juga telah masuk pembahasan Anies bersama Forkopimda, dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bersama Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya.

Sumber : www.harianterbit.com

Berbagi 500 Hand Sanitizer Gratis

Virus Corona yang mewabah pertama kali di Wuhan, China, kini tengah menjadi sorotan yang mengkhawatirkan dan menimbulkan ketakutan bagi banyak manusia di seluruh dunia. Pasalnya, virus ini tengah menyebar dengan cepat ke berbagai daratan hampir di seluruh negara dan menginfeksi banyak sekali orang.

Di Indonesia sendiri, hingga 18 Maret 2020, tercatat sebanyak 227 kasus pasien positif terjangkit Virus Corona sedangkan 19 di antaranya meninggal dunia. Sesuai himbauan Pemerintah, sekolah pun diliburkan serta beberapa perusahaan memberikan izin kepada para pekerja untuk dapat bekerja dari rumah selama kurang lebih 2 minggu guna mengantisipasi dan melindungi diri dari penyebaran Virus Corona.

Namun, nyatanya tidak semua pekerjaan dapat dibawa ke rumah karena ada yang masih “terpaksa” harus tetap pergi bekerja. Melihat hal ini, tim MulaiDariKita ingin kembali mengingatkan semua orang tentang pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai langkah paling utama dalam mencegah dan melawan Virus Corona. Pada Rabu, 18 Maret 2020 yang lalu, tim bergerak menuju tempat keramaian untuk membagikan 500 Hand Sanitizer secara gratis kepada banyak orang termasuk pengguna transportasi umum yang berada di Jakarta seperti Halte TransJakarta & MRT. Diketahui, selain masker Hand Sanitizer pun menjadi barang langka yang sulit ditemui kini.

Dimulai sejak pukul 10.00, titik pertama yang didatangi adalah FX Sudirman menuju Halte BEI kemudian kembali ke Ratu Plaza. Beberapa orang yang ditemui sepanjang perjalanan seperti Ojek Online, orang-orang kantor, pedagang, para penjaga Halte/Stasiun Transportasi Umum, dan lain sebagainya terlihat senang ketika mendapatkan hand sanitizer secara gratis sebab saat ini sangat sulit untuk mendapatkannya.

Semoga dengan adanya kejadian ini, dapat menyadarkan kita untuk dapat menjaga kebersihan diri agar terhindar dari berbagai virus. MulaiDariKita percaya, bahwa dibalik hidup yang higienis dan bersih, akan banyak virus yang tersisih.

Sumber : www.mulaidarikita.com

Optimalisasi Bisnis PEER TO PEER LENDING di Tengah Pandemi Covid-19

Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus corona, semakin meluas di penjuru dunia. Hal ini memberikan dampak yang bervariasi pada banyak sektor bisnis termasuk bisnis Peer to Peer Lending. Akan tetapi, masih ada cara untuk melakukan optimalisasi di binis Peer to Peer Lending di tengah wabah ini, salah satunya adalah memperkuat mitigasi untuk meminimalisir resiko dengan melakukan penyesuaian pada algoritma dari Artificial Intelligence yang dikembangkan oleh Crowdo Indonesia.

Berdasarkan data yang dirilis oleh pemerintah melalui website resmi https://www.covid19.go.id/ pada hari Kamis (26/03/2020), saat ini terdapat 790 kasus positif virus Corona di Indonesia dan 472,529 kasus positif secara global. Kondisi ini memberikan dampak yang cukup signifikan di beberapa sektor industri seperti perdagangan, pariwisata dan hiburan. Sektor pariwisata dan hiburan menjadi salah satu sektor yang mengalami penurunan signifikan setelah pemerintah mengeluarkan imbauan untuk tidak melalukan aktifitas di luar ruangan dan juga larangan berpergian ke beberapa negara yang telah terindentifikasi Covid-19.

Tantangan yang dihadapi antara lain adalah perubahan standar operasional pada aktifitas pendistribusian barang serta adanya pelemahan permintaan.  Kondisi ini pun mempengaruhi bisnis Peer to Peer Lending yang berhubungan langsung dengan perusahaan – perusahaan yang terdampak kondisi ini. Efek dari pandemic ini disadari betul oleh Chief Commercial Officer Crowdo Indonesia Ikram Jeihan. “Saat ini belum ada dampak signifikan terhadap bisnis Crowdo, pembayaran kewajiban borrower kami masih sesuai jadwal jatuh tempo yang ditetapkan. Namun, kami telah mengantisipasi potensi risiko yang akan terjadi. Tim kami telah merumuskan beberapa strategi bisnis yang telah disesuaikan dengan kondisi saat ini agar layanan kepada pihak terkait tetap optimal,” sebutnya.

Untuk mengantisipasi dampak buruk Covid-19 pada bisnis P2P, Ikram menjelaskan bahwa Crowdo Indonesia sebagai salah satu P2P Lending yang telah mengantongi izin penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah melakukan mitigasi risiko terhadap kondisi bisnis saat ini. Salah satunya dengan cara melakukan penyesuaian algoritma Artificial Intelligence, sehingga para lender mendapatkan informasi yang komprehensif sebelum memutuskan untuk mendanai di platform Crowdo.

“Ada beberapa penyesuaian algoritma pada bisnis yang terdampak di sistem Artificial Intelligence kami. Ini bentuk komitmen kami di tengah pandemi Covid-19 agar para calon lender mendapatkan info terkini dan juga komprehensif sebelum memutuskan,” tambah Ikram.
Di tengah pandemi Covid-19 ini keselamatan dan kesehatan pegawai pun menjadi sorotan utama bagi Crowdo Indonesia agar layanan tetap berjalan dengan baik. Keunggulan Crowdo dalam segi teknologi menjadi kunci. Seperti yang dijelaskan oleh Ikram, “Bisnis akan berjalan seperti biasa dengan mengoptimalkan teknologi yang ada sehingga layanain kami kepada Lender dan Borrower tetap terjaga.”

Sementara itu, Crowdo Indonesia tetap berjuang bersama untuk mewujudkan mimpi para pelaku UMKM di Indonesia dengan tetap aktif dan membuka kesempatan sebesar-besarnya pada para lender dan calon lender untuk tetap menstabilkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Crowdo Indonesia menawarkan return hingga 24% per tahun untuk calon lender dan juga beberapa program menarik bagi lender yang aktif sepanjang tahun. Ini berbanding lurus dengan meningkatnya persentase keberhasilan Crowdo Indonesia dalam hal pendaan ke UMKM sejak Januari 2019 ke Januari 2020 hingga 500 persen. “Bagi Crowdo Indonesia setiap UMKM pantas mendapatkan pendanaan dan setiap individu pantas mendapatkan akses untuk menjadi pendana. Semuanya bisa menjadi pahlawan,” tutup Ikram.

Sumber :  www.crowdo.co.id – MS

Kemendagri Pastikan Rapid Tes Sudah Ada di Seluruh Puskesmas di Jakarta

Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal Za mengatakan bahwa rapid test kit atau alat tes cepat pemeriksaan COVID-19 telah tersebar di puskesmas-puskesmas di wilayah DKI Jakarta.

Ia mengatakan rapid test nantinya akan diprioritaskan bagi warga yang masuk dalam daftar kontak tracing atau mereka yang pernah melakukan kontak terdekat dengan pasien positif COVID-19.

Alat rapid test ini, diakuinya memang masih terbatas sehingga masyarakat yang memiliki gejala ringan hingga sedang diminta untuk memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.

Sebanyak 125 ribu rapid test kit atau alat tes cepat telah didistribusikan ke 34 provinsi.

Tahap pertama pemeriksaan cepat akan dilakukan untuk orang yang sempat melakukan kontak terdekat dengan kasus positif, kemudian untuk petugas kesehatan yang terlibat dalam layanan langsung COVID-19.

Jika alat tes cepat yang datang kembali sudah cukup banyak, akan mulai dilakukan pemeriksaan berbasis kewilayahan, seperti Jakarta Selatan.

Sumber : www.harianterbit.com

Lima Olahraga Ideal untuk Manula

www.doyou.com

1. Yoga

Yoga sangat baik dilakukan oleh manula karena olahraga ini sangat minim dengan risiko cedera. Bahkan, olahraga tersebut terbilang murah dan bisa dijalankan di mana saja, sebab tidak membutuhkan tempat serta waktu khusus. 

Jika yoga dijalankan dengan teratur, tentu akan membantu manula dalam mengontrol emosi sehingga kesehatan mental tetap terjaga. Dalam yoga bukan hanya fisik yang dilatih, tetapi teknik pernapasan yang mampu menyehatkan pikiran.

 

Sumber : www.muslimah.co.id

2. Joging

Joging juga baik untuk para manula, ketika ingin meningkatkan stamina tubuh. Berdasarkan riset Peter Schnohr menemukan olahraga ini mampu meningkatkan asupan oksigen, fungsi jantung, sensitivitas insulin dan kepadatan tulang, mencegah obesitas, serta pembekuan darah. 

Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), orang berusia 19 hingga 64 tahun harus melakukan 150 menit latihan aerobik sedang setiap minggu. Hal  ini bertujuan agar para orang tua bisa meningkatkan imunitas tubuh.

 

Sumber : www.winnetnews.com

3. Berjalan Kaki

Olahraga ini sangat cocok dan dilakukan oleh orang tua karena bisa dijalankan dimana saja. Bagi mereka yang sudah terbilang tak muda lagi, sebaiknya membiasakan berjalan kaki untuk menjaga kesehatan jantung dan melancarkan sistem peredaran darah. 

Bagi mereka yang telah menginjak usia 65 tahun, olahraga yang satu ini sangat bermanfaat mencegah pikun atau demensia.

 

Sumber : www.hellosehat.com

4. Renang

Berenang memberi pengaruh yang sangat baik terhadap kesehatan orang tua. Sebab, olahraga ini memiliki banyak manfaat seperti, memperkuat jantung, mengatasi radang sendi, menurunkan risiko diabetes, dan sebagainya. 

Berdasarkan penelitian menunjukkan risiko diabetes bisa menurun hingga enam persen setiap penurunan 500 kalori yang dibakar selama renang. Jadi dengan berenang sekitar 30 menit saja, Anda bisa membakar sebanyak 900 kalori.

 

5. Senam

Sumber : www.hellosehat.com

Orang tua yang rutin berolahraga memiliki resiko yang lebih kecil terhadap serangan penyakit kronis. Apalagi senam juga salah satu olahraga yang sederhana dilakukan untuk para manula karena manfaatnya sangat banyak.

Manfaat senam bagi orangtua atau lanjut usia (Lansia) seperti, meminimalisir penyakit jantung, menurunkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, hingga menjaga kesehatan tulang dan sendi. Bila ingin mendapatkan khasiatnya, sebaiknya dilakukan di pagi hari atau sore hari. 

Jika olahraga ini dilakukan rutin, tubuh tidak akan rentan dengan serangan virus berbahaya, seperti Corona. Sehingga, para orang tua disarankan mulai melakukan senam atau olahraga ringan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Sumber : www.tagar.id

Cara Pakai Masker yang Benar untuk Cegah Virus

Sumber Foto : www.liputan6.com

“Ada dua jenis masker yang dinilai efektif untuk mencegah atau meminimalisasi penularan flu, yakni masker bedah dan N95,” kata Dokter Rumah Sakit PMI Bogor Nancy Sovira di Bogor, seperti yang dikutip dari www.tirto.id Senin (10/2/2020). Salah satu masker yang mudah didapat masyarakat adalah masker bedah. Pada masker ini ada dua lapis yakni yang pertama berwarna (hijau) adalah bagian depan dan tidak berwarna (putih) merupakan bagian belakang.

Adapun fungsi dari bagian masker yang berwarna itu untuk menahan air atau droplet tidak terhirup atau masuk ke saluran pernafasan. Kemudian bagian yang di belakang atau absorbent (zat penyerap), sehingga saat flu tertahan oleh lapisan ini agar tidak keluar.

Cara memakainnya sekarang banyak jenis masker seperti ada yang cantelan telinga, diikat dan juga buat hijab. Dipastikan saat pemakaian, bagian masker yang ada tulangnya tepat berada dan dipaskan dengan bentuk hidung. Kemudian setelah pas, bagian bawah masker ditarik agar bagian dagu juga tertutup. Jangan sampai pemakaian masker ini asal-asalan, kata Nancy sehingga fungsinya tidak sesuai untuk penghalang droplet atau cairan yang dikeluarkan dari saluran pernafasan.

“Setelah dipakai atau kontak dengan pasien pengidap flu, kemudian dibuka tapi jangan memegang bagian yang hijau dikarenakan banyak kuman dan bakteri menempel yang bisa mengontaminasi tangan kita. Kemudian saat dibuang pun jangan sembarangan dan alangkah baiknya dimusnahkan,” katanya. Nancy mengatakan masker respirator atau N95 digunakan saat dokter atau perawat menghadapi pasien yang benar-benar terduga terjangkit virus corona (2019-nCoV), tapi untuk keseharian atau pencegahan masyarakat bisa menggunakan masker hijau yang mudah dibeli baik di apotek maupun toko lainnya. Ia mengimbau masker yang sudah digunakan agar tidak digunakan berulang-ulang, seperti jika sudah basah alangkah baiknya dibuang saja. Masyarakat pun harus tahu fungsi masker yang digunakannya untuk apa dan jangan asal-asalan membelinya.

Sumber : www.tirto.id

Istilah ODP, PDP, dan Suspek Covid 19

1. Pasien dalam pengawasan (PDP) PDP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan. Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan Covid-19. Tidak hanya itu, PDP ini juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak dengan langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel Covid-19.

2. Orang dalam pemantauan ( ODP) ODP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut. Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

3. Suspek Sementara itu, kata dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH suspek adalah istilah lain untuk PDP. “Jadi perbedaan utama PDP dan ODP adalah apakah ada gabungan panas badan dan gangguan pernapasan, dan apakah pernah berkontak dengan kasus terkonfirmasi,” kata Panji, seperti yang dikutip dari www.kompas.com Rabu (18/3/2020). Untuk diketahui, kasus probabel adalah PDP yang hasil pemeriksaannya tidak dapat disimpulkan (tidak positif, tetapi juga tidak negatif). Sedangkan kasus konfirmasi adalah seseorang yang terbukti terinfeksi berdasarkan hasil laboratorium.

Apakah ODP dan PDP “berbahaya”?

“Tentu yang bisa menularkan penyakit Covid-19 adalah orang-orang yang memang terinfeksi virusnya (SARS-COV-2),” ujar Panji. Namun, permasalahannya adalah bahwa sakit Covid-19 ini bisa muncul dengan gejala ringan ataupun berat, dan diagnosis Covid-19 pun memerlukan waktu. Oleh sebab itu, kata dia, orang-orang yang memenuhi kriteria ODP maupun PDP dianggap berpotensi menularkan Covid-19 sampai terbukti sebaliknya dan harus menjalankan isolasi. Dari sisi isolasi, yang harus dilakukan untuk PDP dan ODP agak berbeda. Isolasi PDP seharusnya dilakukan di rumah sakit, sedangkan ODP harus melakukan isolasi diri dengan berdiam di rumah selama 14 hari atau disebut dengan karantina mandiri.

Sumber : www.kompas.com

Pemkab Hentikan Sementara Kegiatan Kantor Pemerintahan

Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad, mengeluarkan surat edaran terkait penghentian sementara kegiatan perkantoran dan pelaksanaan work from home (WFH) dalam upaya pencegahan penyebaran COVID -19.

Dalam surat edaran (SE) No.878/SE/2020 ini, Bupati Husein Murad menegaskan,  kegiatan pemerintahan yang ada di kantor perwakilan Mitra Praja, Sunter Jakata Utara, kantor kabupaten di Pulau Pramuka, perkantoran di Pulau Karya maupun kantor kecamatan dan kelurahan di Kepulauan Seribu ditiadakan sementara mulai  23 Maret hingga 2 April.

Untuk administrasi surat menyurat, Husein menyarankan agar dilakukan melalui email di alamat masing-masing sekretariat kabupaten, SKPD dan UKPD.

Sumber : www.beritajakarta.id