Berbagi 500 Hand Sanitizer Gratis

Virus Corona yang mewabah pertama kali di Wuhan, China, kini tengah menjadi sorotan yang mengkhawatirkan dan menimbulkan ketakutan bagi banyak manusia di seluruh dunia. Pasalnya, virus ini tengah menyebar dengan cepat ke berbagai daratan hampir di seluruh negara dan menginfeksi banyak sekali orang.

Di Indonesia sendiri, hingga 18 Maret 2020, tercatat sebanyak 227 kasus pasien positif terjangkit Virus Corona sedangkan 19 di antaranya meninggal dunia. Sesuai himbauan Pemerintah, sekolah pun diliburkan serta beberapa perusahaan memberikan izin kepada para pekerja untuk dapat bekerja dari rumah selama kurang lebih 2 minggu guna mengantisipasi dan melindungi diri dari penyebaran Virus Corona.

Namun, nyatanya tidak semua pekerjaan dapat dibawa ke rumah karena ada yang masih “terpaksa” harus tetap pergi bekerja. Melihat hal ini, tim MulaiDariKita ingin kembali mengingatkan semua orang tentang pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai langkah paling utama dalam mencegah dan melawan Virus Corona. Pada Rabu, 18 Maret 2020 yang lalu, tim bergerak menuju tempat keramaian untuk membagikan 500 Hand Sanitizer secara gratis kepada banyak orang termasuk pengguna transportasi umum yang berada di Jakarta seperti Halte TransJakarta & MRT. Diketahui, selain masker Hand Sanitizer pun menjadi barang langka yang sulit ditemui kini.

Dimulai sejak pukul 10.00, titik pertama yang didatangi adalah FX Sudirman menuju Halte BEI kemudian kembali ke Ratu Plaza. Beberapa orang yang ditemui sepanjang perjalanan seperti Ojek Online, orang-orang kantor, pedagang, para penjaga Halte/Stasiun Transportasi Umum, dan lain sebagainya terlihat senang ketika mendapatkan hand sanitizer secara gratis sebab saat ini sangat sulit untuk mendapatkannya.

Semoga dengan adanya kejadian ini, dapat menyadarkan kita untuk dapat menjaga kebersihan diri agar terhindar dari berbagai virus. MulaiDariKita percaya, bahwa dibalik hidup yang higienis dan bersih, akan banyak virus yang tersisih.

Sumber : www.mulaidarikita.com

Optimalisasi Bisnis PEER TO PEER LENDING di Tengah Pandemi Covid-19

Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus corona, semakin meluas di penjuru dunia. Hal ini memberikan dampak yang bervariasi pada banyak sektor bisnis termasuk bisnis Peer to Peer Lending. Akan tetapi, masih ada cara untuk melakukan optimalisasi di binis Peer to Peer Lending di tengah wabah ini, salah satunya adalah memperkuat mitigasi untuk meminimalisir resiko dengan melakukan penyesuaian pada algoritma dari Artificial Intelligence yang dikembangkan oleh Crowdo Indonesia.

Berdasarkan data yang dirilis oleh pemerintah melalui website resmi https://www.covid19.go.id/ pada hari Kamis (26/03/2020), saat ini terdapat 790 kasus positif virus Corona di Indonesia dan 472,529 kasus positif secara global. Kondisi ini memberikan dampak yang cukup signifikan di beberapa sektor industri seperti perdagangan, pariwisata dan hiburan. Sektor pariwisata dan hiburan menjadi salah satu sektor yang mengalami penurunan signifikan setelah pemerintah mengeluarkan imbauan untuk tidak melalukan aktifitas di luar ruangan dan juga larangan berpergian ke beberapa negara yang telah terindentifikasi Covid-19.

Tantangan yang dihadapi antara lain adalah perubahan standar operasional pada aktifitas pendistribusian barang serta adanya pelemahan permintaan.  Kondisi ini pun mempengaruhi bisnis Peer to Peer Lending yang berhubungan langsung dengan perusahaan – perusahaan yang terdampak kondisi ini. Efek dari pandemic ini disadari betul oleh Chief Commercial Officer Crowdo Indonesia Ikram Jeihan. “Saat ini belum ada dampak signifikan terhadap bisnis Crowdo, pembayaran kewajiban borrower kami masih sesuai jadwal jatuh tempo yang ditetapkan. Namun, kami telah mengantisipasi potensi risiko yang akan terjadi. Tim kami telah merumuskan beberapa strategi bisnis yang telah disesuaikan dengan kondisi saat ini agar layanan kepada pihak terkait tetap optimal,” sebutnya.

Untuk mengantisipasi dampak buruk Covid-19 pada bisnis P2P, Ikram menjelaskan bahwa Crowdo Indonesia sebagai salah satu P2P Lending yang telah mengantongi izin penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah melakukan mitigasi risiko terhadap kondisi bisnis saat ini. Salah satunya dengan cara melakukan penyesuaian algoritma Artificial Intelligence, sehingga para lender mendapatkan informasi yang komprehensif sebelum memutuskan untuk mendanai di platform Crowdo.

“Ada beberapa penyesuaian algoritma pada bisnis yang terdampak di sistem Artificial Intelligence kami. Ini bentuk komitmen kami di tengah pandemi Covid-19 agar para calon lender mendapatkan info terkini dan juga komprehensif sebelum memutuskan,” tambah Ikram.
Di tengah pandemi Covid-19 ini keselamatan dan kesehatan pegawai pun menjadi sorotan utama bagi Crowdo Indonesia agar layanan tetap berjalan dengan baik. Keunggulan Crowdo dalam segi teknologi menjadi kunci. Seperti yang dijelaskan oleh Ikram, “Bisnis akan berjalan seperti biasa dengan mengoptimalkan teknologi yang ada sehingga layanain kami kepada Lender dan Borrower tetap terjaga.”

Sementara itu, Crowdo Indonesia tetap berjuang bersama untuk mewujudkan mimpi para pelaku UMKM di Indonesia dengan tetap aktif dan membuka kesempatan sebesar-besarnya pada para lender dan calon lender untuk tetap menstabilkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Crowdo Indonesia menawarkan return hingga 24% per tahun untuk calon lender dan juga beberapa program menarik bagi lender yang aktif sepanjang tahun. Ini berbanding lurus dengan meningkatnya persentase keberhasilan Crowdo Indonesia dalam hal pendaan ke UMKM sejak Januari 2019 ke Januari 2020 hingga 500 persen. “Bagi Crowdo Indonesia setiap UMKM pantas mendapatkan pendanaan dan setiap individu pantas mendapatkan akses untuk menjadi pendana. Semuanya bisa menjadi pahlawan,” tutup Ikram.

Sumber :  www.crowdo.co.id – MS

Kemendagri Pastikan Rapid Tes Sudah Ada di Seluruh Puskesmas di Jakarta

Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal Za mengatakan bahwa rapid test kit atau alat tes cepat pemeriksaan COVID-19 telah tersebar di puskesmas-puskesmas di wilayah DKI Jakarta.

Ia mengatakan rapid test nantinya akan diprioritaskan bagi warga yang masuk dalam daftar kontak tracing atau mereka yang pernah melakukan kontak terdekat dengan pasien positif COVID-19.

Alat rapid test ini, diakuinya memang masih terbatas sehingga masyarakat yang memiliki gejala ringan hingga sedang diminta untuk memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.

Sebanyak 125 ribu rapid test kit atau alat tes cepat telah didistribusikan ke 34 provinsi.

Tahap pertama pemeriksaan cepat akan dilakukan untuk orang yang sempat melakukan kontak terdekat dengan kasus positif, kemudian untuk petugas kesehatan yang terlibat dalam layanan langsung COVID-19.

Jika alat tes cepat yang datang kembali sudah cukup banyak, akan mulai dilakukan pemeriksaan berbasis kewilayahan, seperti Jakarta Selatan.

Sumber : www.harianterbit.com

Lima Olahraga Ideal untuk Manula

www.doyou.com

1. Yoga

Yoga sangat baik dilakukan oleh manula karena olahraga ini sangat minim dengan risiko cedera. Bahkan, olahraga tersebut terbilang murah dan bisa dijalankan di mana saja, sebab tidak membutuhkan tempat serta waktu khusus. 

Jika yoga dijalankan dengan teratur, tentu akan membantu manula dalam mengontrol emosi sehingga kesehatan mental tetap terjaga. Dalam yoga bukan hanya fisik yang dilatih, tetapi teknik pernapasan yang mampu menyehatkan pikiran.

 

Sumber : www.muslimah.co.id

2. Joging

Joging juga baik untuk para manula, ketika ingin meningkatkan stamina tubuh. Berdasarkan riset Peter Schnohr menemukan olahraga ini mampu meningkatkan asupan oksigen, fungsi jantung, sensitivitas insulin dan kepadatan tulang, mencegah obesitas, serta pembekuan darah. 

Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), orang berusia 19 hingga 64 tahun harus melakukan 150 menit latihan aerobik sedang setiap minggu. Hal  ini bertujuan agar para orang tua bisa meningkatkan imunitas tubuh.

 

Sumber : www.winnetnews.com

3. Berjalan Kaki

Olahraga ini sangat cocok dan dilakukan oleh orang tua karena bisa dijalankan dimana saja. Bagi mereka yang sudah terbilang tak muda lagi, sebaiknya membiasakan berjalan kaki untuk menjaga kesehatan jantung dan melancarkan sistem peredaran darah. 

Bagi mereka yang telah menginjak usia 65 tahun, olahraga yang satu ini sangat bermanfaat mencegah pikun atau demensia.

 

Sumber : www.hellosehat.com

4. Renang

Berenang memberi pengaruh yang sangat baik terhadap kesehatan orang tua. Sebab, olahraga ini memiliki banyak manfaat seperti, memperkuat jantung, mengatasi radang sendi, menurunkan risiko diabetes, dan sebagainya. 

Berdasarkan penelitian menunjukkan risiko diabetes bisa menurun hingga enam persen setiap penurunan 500 kalori yang dibakar selama renang. Jadi dengan berenang sekitar 30 menit saja, Anda bisa membakar sebanyak 900 kalori.

 

5. Senam

Sumber : www.hellosehat.com

Orang tua yang rutin berolahraga memiliki resiko yang lebih kecil terhadap serangan penyakit kronis. Apalagi senam juga salah satu olahraga yang sederhana dilakukan untuk para manula karena manfaatnya sangat banyak.

Manfaat senam bagi orangtua atau lanjut usia (Lansia) seperti, meminimalisir penyakit jantung, menurunkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, hingga menjaga kesehatan tulang dan sendi. Bila ingin mendapatkan khasiatnya, sebaiknya dilakukan di pagi hari atau sore hari. 

Jika olahraga ini dilakukan rutin, tubuh tidak akan rentan dengan serangan virus berbahaya, seperti Corona. Sehingga, para orang tua disarankan mulai melakukan senam atau olahraga ringan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Sumber : www.tagar.id

Cara Pakai Masker yang Benar untuk Cegah Virus

Sumber Foto : www.liputan6.com

“Ada dua jenis masker yang dinilai efektif untuk mencegah atau meminimalisasi penularan flu, yakni masker bedah dan N95,” kata Dokter Rumah Sakit PMI Bogor Nancy Sovira di Bogor, seperti yang dikutip dari www.tirto.id Senin (10/2/2020). Salah satu masker yang mudah didapat masyarakat adalah masker bedah. Pada masker ini ada dua lapis yakni yang pertama berwarna (hijau) adalah bagian depan dan tidak berwarna (putih) merupakan bagian belakang.

Adapun fungsi dari bagian masker yang berwarna itu untuk menahan air atau droplet tidak terhirup atau masuk ke saluran pernafasan. Kemudian bagian yang di belakang atau absorbent (zat penyerap), sehingga saat flu tertahan oleh lapisan ini agar tidak keluar.

Cara memakainnya sekarang banyak jenis masker seperti ada yang cantelan telinga, diikat dan juga buat hijab. Dipastikan saat pemakaian, bagian masker yang ada tulangnya tepat berada dan dipaskan dengan bentuk hidung. Kemudian setelah pas, bagian bawah masker ditarik agar bagian dagu juga tertutup. Jangan sampai pemakaian masker ini asal-asalan, kata Nancy sehingga fungsinya tidak sesuai untuk penghalang droplet atau cairan yang dikeluarkan dari saluran pernafasan.

“Setelah dipakai atau kontak dengan pasien pengidap flu, kemudian dibuka tapi jangan memegang bagian yang hijau dikarenakan banyak kuman dan bakteri menempel yang bisa mengontaminasi tangan kita. Kemudian saat dibuang pun jangan sembarangan dan alangkah baiknya dimusnahkan,” katanya. Nancy mengatakan masker respirator atau N95 digunakan saat dokter atau perawat menghadapi pasien yang benar-benar terduga terjangkit virus corona (2019-nCoV), tapi untuk keseharian atau pencegahan masyarakat bisa menggunakan masker hijau yang mudah dibeli baik di apotek maupun toko lainnya. Ia mengimbau masker yang sudah digunakan agar tidak digunakan berulang-ulang, seperti jika sudah basah alangkah baiknya dibuang saja. Masyarakat pun harus tahu fungsi masker yang digunakannya untuk apa dan jangan asal-asalan membelinya.

Sumber : www.tirto.id

Istilah ODP, PDP, dan Suspek Covid 19

1. Pasien dalam pengawasan (PDP) PDP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan. Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan Covid-19. Tidak hanya itu, PDP ini juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak dengan langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel Covid-19.

2. Orang dalam pemantauan ( ODP) ODP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut. Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

3. Suspek Sementara itu, kata dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH suspek adalah istilah lain untuk PDP. “Jadi perbedaan utama PDP dan ODP adalah apakah ada gabungan panas badan dan gangguan pernapasan, dan apakah pernah berkontak dengan kasus terkonfirmasi,” kata Panji, seperti yang dikutip dari www.kompas.com Rabu (18/3/2020). Untuk diketahui, kasus probabel adalah PDP yang hasil pemeriksaannya tidak dapat disimpulkan (tidak positif, tetapi juga tidak negatif). Sedangkan kasus konfirmasi adalah seseorang yang terbukti terinfeksi berdasarkan hasil laboratorium.

Apakah ODP dan PDP “berbahaya”?

“Tentu yang bisa menularkan penyakit Covid-19 adalah orang-orang yang memang terinfeksi virusnya (SARS-COV-2),” ujar Panji. Namun, permasalahannya adalah bahwa sakit Covid-19 ini bisa muncul dengan gejala ringan ataupun berat, dan diagnosis Covid-19 pun memerlukan waktu. Oleh sebab itu, kata dia, orang-orang yang memenuhi kriteria ODP maupun PDP dianggap berpotensi menularkan Covid-19 sampai terbukti sebaliknya dan harus menjalankan isolasi. Dari sisi isolasi, yang harus dilakukan untuk PDP dan ODP agak berbeda. Isolasi PDP seharusnya dilakukan di rumah sakit, sedangkan ODP harus melakukan isolasi diri dengan berdiam di rumah selama 14 hari atau disebut dengan karantina mandiri.

Sumber : www.kompas.com

Pemkab Hentikan Sementara Kegiatan Kantor Pemerintahan

Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad, mengeluarkan surat edaran terkait penghentian sementara kegiatan perkantoran dan pelaksanaan work from home (WFH) dalam upaya pencegahan penyebaran COVID -19.

Dalam surat edaran (SE) No.878/SE/2020 ini, Bupati Husein Murad menegaskan,  kegiatan pemerintahan yang ada di kantor perwakilan Mitra Praja, Sunter Jakata Utara, kantor kabupaten di Pulau Pramuka, perkantoran di Pulau Karya maupun kantor kecamatan dan kelurahan di Kepulauan Seribu ditiadakan sementara mulai  23 Maret hingga 2 April.

Untuk administrasi surat menyurat, Husein menyarankan agar dilakukan melalui email di alamat masing-masing sekretariat kabupaten, SKPD dan UKPD.

Sumber : www.beritajakarta.id

#kitayangsiaran #kamuyangdengerin #dirumahaja

        Oni Bio dan Iing Demplon

 

 

                    Arya Tanjidor dan Puspa Baresi

 

 

Sumber : Bens Radio

Terminal Terpadu Pulogebang Disemprot Disinfektan

Area Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, dilakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan, Jumat (20/3) sore. Ini merupakan upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Petugas gabungan yang melakukan penyemprotan langsung disebar ke  sejumlah titik di area terminal bua terbesar di Asia Tenggara ini. Seperti bagian lantai dasar hingga lantai tiga terminal. Kemudian eskalator, tangga, lift, akses keluar masuk, jalur kedatangan dan pemberangkatan, area parkir, tempat parkir bus, dan masjid.

Kepala UPT Terminal Terpadu Pulogebang, Bernard Octavianus Pasaribu  mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. Apalagi di area ini setiap hari banyak dipenuhi orang yang akan pergi dan datang dari dan ke keluar kota. Rata-rata jumlah penumpang sekitar 2.000 dengan jumlah armada 200 – 240 bus.

Diakui Bernard, dampak dari kasus COVID-19 membuat jumlah penumpang di Terminal Terpadu Pulogebang mengalami penurunan antara 100 sampai 200 penumpang per hari.

Sumber : www.beritajakarta.id

Cara bikin cairan disinfektan sendiri ala dr.Nahla Shihab

Sumber Foto : IG @najwashihab

Bayclin 95 ml ditambah air 905 ml (untuk menjadi total 1000ml/1 L).

Bayclin, yang sering digunakan sebagai bahan bleaching/pemutih, mengandung sodium hypochlorite (natrium hipoklorit) dengan konsentasi 5.25%.

Untuk bahan disinfektan, dibutuhkan natrium hipoklorit 0.5%. Jadi untuk mendapat konsentrasi yang sesuai, perlu pengenceran.

Disinfektan perlu kita lakukan sehari 2x (pagi dan sore) di permukaan alat yang sering disentuh, seperti gagang pintu, saklar lampu, telepon remote tv/ac, keran, jet shower, alat sentor toilet, meja makan, sofa yg plg sering dipake.

Gunakan untuk menyemprot bagian-bagian yang sering disentuh di rumah kamu minimal 2 kali sehari ya.

Sumber : IG @najwashihab