22 % Pemakai Narkoba di Jakarta Selatan Pekerja & Kaum Muda Yang Butuh Rehabilitasi

Abang none, bahaya Narkoba makin ngebuat kita semua miris, Kepala BNN Kota Jakarta Selatan AKBP Mohammad Nasrun kepade Bensradio 106.2FM di kantornya lantai 14 Gedung Walikota Jakarta selatan saat pemaparan Kinerja BNN Kota selama 2019, pada Kamis 19 Desember 2019 bilang, penyalahgunaan narkoba paling banyak dilakukan oleh kalangan pekerja.

Narsun bilang kalangan pelajar dan mahasiswa yang pake narkoba mencapai 22% di wilayah Jakarta selatan. Karnanya di tahun 2020 mendatang BNN Kota Jakarta Selatan lanjut Nasrun bakal terus gencar menggelorakan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Program diseminasi ini terkait bahaya penyalahgunaan narkoba oleh petugas yang datang ke sekolah-sekolah, kampus hingga perkantoran.
Kepala BNN Kota Jakarta Selatan AKBP Mohammad Nasrun kepade Bensradio nambahin, “model program P4GN itu yang paling utama adalah diseminasi informasi. Dan diseminasi terhadap pelajar hingga pekerja muda ada risetnya, dengan dibuat kategorisasinya. Dan bahaya penyalahgunaan narkoba bisa diketahui melalui koran, media televisi, pamflet, spanduk, kemudian running text dan yang terakhir yang terus digencarkan adalah oral oleh petugas.
Dan warga Jakarta Selatan dihimbau, bagi pengguna yang sudah terpapar Narkoba, untuk sesegara mungkin menjalani rehabilitasi di BNN Kota Jakarta Selatan. AKBP Nasrun bilang, “tidak perlu ragu apalagi malu untuk rehabilitasi, karena dari BNN pasti akan memfasilitasi. Ketika ditanya Bensradio soal daerah rawan peredaran narkoba di Jakarta Selatan Bang Nasrun bilang ada sejumlah wilayah di Jakarta Selatan yang rawan peredaran narkoba yaitu di Kelurahan Manggarai, Kelurahan Manggarai Selatan, dan Kelurahan Pasar Manggis.

Sumber : BNN Kota Jakarta Selatan – Aldin Alkatiri

BNPB Gelar Rakor Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Selat Sunda

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar pertemuan dengan Kementerian/Lembaga dan unsur TNI/Polri guna membahas kesiapan dalam menghadapi potensi ancaman bencana Kawasan Selat Sunda yang dihimpun dalam “Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bahaya di Kawasan Selat Sunda” di ruang serbaguna Dr. Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (19/12). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Harmensyah yang didampingi oleh Deputi Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan.

Membuka rapat tersebut, Sestama BNPB mengatakan bahwa tujuan utama diselenggarakan pertemuan dalam forum tersebut adalah untuk memastikan rasa aman masyarakat saat Natal dan Tahun Baru serta meminimalisir jatuhnya korban apabila terjadi bencana. Selain itu, BNPB sebagai koordinator juga sekaligus mengharap kepastian sinergi dari Kementerian/Lembaga serta unsur terkait dapat berjalan beriringan dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana.

Lebih lanjut, rapat tersebut juga digelar untuk memastikan dan mengecek alat pendeteksi dini apakah bekerja dengan baik melalui laporan langsung dari Kementerian/Lembaga yang terkait.

“Tujuannya agar tidak ada korban dan semua warga bisa selamat dari ancaman potensi bencana,” kata Harmensyah.

Sejalan dengan tujuan digelarnya rapat koordinasi tersebut, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati juga menekankan pentingnya upaya penguatan kapasitas melalui kesiapsiagaan pra-bencana yang mana hal tersebut murni untuk menghadapi potensi ancaman bencana dan bukan berarti mengharap sesuatu yang buruk terjadi ke depannya.

“Yang kita lakukan bukan mengharap hal buruk akan terjadi. Akan tetapi bagaimana kita bersiap diri dari sesuatu yang bisa saja terjadi,” ungkap Dwikorita.

Kepala BMKG menganalogikan kesiapsiagaan tersebut seperti ketika pengendara membutuhkan helm sebagai pelindung kepala saat berkendara sepeda motor di jalan raya, atau mengenakan sabuk pengaman saat mengengendarai mobil. Kesiapsiagaan diharapkan bisa menjadi budaya untuk mengurangi risiko dari potensi ancaman bencana yang harus dilakukan meski belum tentu akan terjadi sesuatu hal yang buruk.

Melihat potensi ancaman bencana yang ada di wilayah Selat Sunda, BMKG menggaris bawahi tiga jenis ancaman yang bisa terjadi seperti:

1. Zona Megathurst di Selat Sunda yang berpotensi gempa dengan kekuatan Magnitudo 8,7
2. Potensi flank collapse & erupsi anak krakatau
3. Zona Wrenching Selat Sunda (Graben, Landslide)

Melihat dari catatan potensi tersebut, BMKG tidak mau ‘kecolongan’ seperti yang terjadi pada 22 Desember 2018 lalu di mana tsunami senyap yang dipicu oleh longsoran bawah laut Anak Gunung Krakatau menyapu pesisir pantai di wilayah Banten dan Lampung dengan total korban jiwa mencapai 426 meninggal dunia, 7.202 luka-luka dan 23 dinyatakan hilang.

Oleh karena itu, saat ini BMKG telah menjalin kerjasama dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Pusat Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk memantau dan menganalisa gejala vulkanologi dan pasang surut air laut dengan sejumlah alat pendeteksi yang ditanam di beberapa tempat di sekitar zona merah.

Berdasarkan prediksi dari potensi bencana yang dipicu oleh faktor cuaca, BMKG memperkirakan adanya pertumbuhan awan cukup tinggi terjadi di wilayah Selat Sunda baik dari Jawa bagian barat maupun wilayah Lampung. Potensi hujan dengan intensitas tinggi diprediksi akan terjadi sejak tanggal 19 sampai 24 Desember 2019. Oleh karena itu Pemerintah Pusat melalui BNPB dan BMKG menghimbau agar Pemerintah Daerah setempat bisa mengambil tindakan pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana yang berpotensi terjadi pada musim liburan Natal dan Tahun Baru dengan membentuk posko siaga bencana dan pengendalian operasi 24 jam 7 hari.

“Buatlah posko dan apel siaga bersama komponen terkait, sehingga jika ada permasalahan bisa segera diatasi,” tutup Sestama BNPB Harmensyah.

Sebelum menutup rakor tersebut, Deputi Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja mengingatkan bahwa indikator dari keberhasilan daripada sinergitas Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam upaya mitigasi bencana tidak hanya terletak pada minimnya jumlah korban akan tetapi juga sedikitnya kerugian dari dampak bencana yang ditimbulkan. Oleh karena itu perlu adanya pemahaman serta penyamaan frekuensi dalam hal yang menekankan pada rasa aman dan kepastian kepada masyarakat.

“Indikator keberhasilan bukan hanya mengurangi jatuhnya korban jiwa tapi juga kerugian atas dampak yang terjadi,” ungkap Wisnu.

Sumber : Agus Wibowo (Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)

BRI Dorong UMKM Nalk Kelas dengan mengadakan UMKM Export BRILian Preneur 2019

Dalam rangka perayaan HUT yang ke-124 tahun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia untuk mampu menembus pasar global melalui acara UMKM Export BRILian Preneur 2019.
Acara lnl diselenggarakan pada tanggal 20-22 Desember 2019 di Assembly Hall JCC, Jakarta, dengan peserta sebanyak 150 UMKM binaan Bank BRI dan Rumah Kreatif BUMN (RKB) serta puluhan pembell potensial dari mancanegara.
“Ini merupakan respon Bank BRI terhadap arahan Presiden yang menginginkan terobosan dan inovasi terhadap upaya pemberdayaan UMKM di Indonesia dan BRI akan mendorong UMKM untuk tembus pasar global dengan mempertemukan antara pengusaha UMKM dan 74 pembeli potensial dari luar negeri sehingga dapat meningkatkan kualitas usahanya”
Ucap Wakil Direktur Utama Bank BRI Catur Budi Harto dalam keterangan kepada awak media (19/12).

Catur juga menambahkan Tujuan utama event ini mempertemukan pengusaha UMKM dengan pembeli potensial dari luar negeri dan peningkatan kapasitas dan kualitas pengusaha UMKM untuk berorientasi ekspor melalui kegiatan business matching, coaching clinic dan seminar/ talk show.
Tercatat terdapat 74 pembeli potensial yang datang darl 16 Negara darl Benua Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia, dan Australia.
“Kegiatan ini di ikuti oleh 155 UMKM dari total pendaftar sekitar 1.500 pengusaha yang akan memamerkan empat jenis produk yaitu makanan, fesyen, kerajinan, dan dekorasi rumah dan juga untuk pemilihan peserta UMKM tersebut melalui beberapa kriteria seperti produknya harus asli atau tidak mereplika model merek ternama, ramah lingkungan, serta memiliki cerita tersendiri sehingga mudah diterima pembeli internasional” Ujar Handayani, Direktur Consumer PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk.
Dalam acara tersebut bank BRI Juga mengadakan sesi khusus untuk mendorong pengembangan Industri halal dl Indonesia melalui program~program pendampingan, termasuk memberikan informasi terkait dengan pengurusan sertif‘lkasi halal kepada UMKM binaan Bank BRI maupun Bank BRI Syariah.
Melalui konsep pengembangan UMKM Halal Industrial Land Go Digital, UMKM BRI yang telah bersertiflkasi Halal diberikan kesempatan untuk memasarkan produknya melalui platform digital Halal Mall BRI yang bekerjasama dengan salah satu e-commerce ternama di Indonesia. Untuk pengelolaan yang Iebih baik, kini Halal Mall sedang dalam tahap transisi untuk digabungkan pengelolaanya dengan official store Indonesia Mall BRI.
Bank BRI juga terus membuat inovasi untuk mendorong UMKM Naik Kelas. Yang terbaru, Bank BRI merilis sebuah aplikasi bernama Skoring UMKM Naik Kelas. Disini UMKM dapat melakukan self-assessment berdasarkan parameter-parameter UMKM Naik Kelas yang telah ditetapkan secara digital. Berdasarkan hasil skoring dalam assessment ini, UMKM dapat mengetahui UMKM nya berada di ke|as mana serta aspek-aspek mana saja yang masih memerlukan pengembangan Iebih lanjut.
“Dengan mengetahui gap ini serta pemanfaatan big data yang dimiliki, Bank BRI dapat menawarkan program pendampingan UMKM yang Iebih terarah dan sesuai kebutuhan para UMKM untuk naik kelas sehingga Iebih terukur dan tepat sasaran,” pungkas Catur.

Sumber : BRI – MS

“Di Mata Semesta”: Lagu Kolaborasi Dewa Budjana, Asteriska, dan Hindia yang Mengajak Kita Bersikap Lebih Inklusif

Bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia Internasional (HAM) 2019, Program Peduli yang menggawangi gerakan Indonesia inklusif (#IDInklusif) menggandeng tiga musisi tanah air berkolaborasi menciptakan lagu orisinal bertema Indonesia Inklusif. Ketiga musisi tersebut adalah Dewa Budjana, Asteriska, dan Baskara Putra (Hindia).

Dalam kolaborasi ini, Dewa Budjana berperan sebagai komposer dan arranger, sedangkan Hindia menulis lirik dasar yang kemudian dikembangkan bersama rekan duetnya Asteriska. Ketiganya berhasil menyelesaikan lagu berjudul Di Mata Semesta pada November 2019. Kolaborasi ini semakin lengkap berkat musisi pendukung Saat Syah (pemain suling), Jalu G. Pratidina (pemain kendang), dan Ronald Fristianto (pemain drum).

“Jadi, secara instrumentasi tradisi, saya ambil perkusinya dari Jawa Barat, sulingnya dari Kalimantan,” terang Budjana. Selain diisi instrumen khas Nusantara, lagu ini juga dihiasi unsur sinden oleh Asteriska.

Dewa Budjana yang merupakan musisi senior juga dikenal sebagai musisi yang toleran. Ia kerap terlibat memproduksi lagu-lagu bernuansa religi untuk beberapa agama di Indonesia. Sementara itu, Hindia adalah musisi muda yang peduli pada makna di balik suatu karya dan Asteriska merupakan penyanyi yang peduli terhadap musik Nusantara.

Lagu Di Mata Semesta mengajak pendengar untuk melihat dan memperlakukan setiap manusia secara setara dan semartabat. Tidak ada yang lebih rendah atau tinggi karena di mata semesta, kita semua sama.

Video lagu ini menampilkan cuplikan dokumentasi dari berbagai wilayah kerja Program Peduli di Indonesia. “Di mata semesta, kau dan aku sama saja,” begitu ucap dan isyarat berbagai wajah dan anak Indonesia dalam bahasa daerahnya masing-masing.

Mengenai proses pembuatan lirik, Baskara mengatakan, “Waktu itu, pas lagi di studio di rumahnya Mas Budjana, saya pribadi dapat idenya kayak logika kalau satu orang di mata alam semesta itu cuma titik debu. Dia nggak penting. Jadi, kalau dari sudut pandang yang sangat makro, sebenarnya nggak ada masalah yang lebih penting, nggak ada kelompok yang lebih kecil, semuanya itu sama.”

Baskara menambahkan, “Sebenarnya yang pengen kami angkat bersama itu isu perihal inklusivitas. Maksudnya, bagaimana kita itu sebenarnya di masyarakat sering secara nggak sengaja menyisihkan beberapa kelompok masyarakat tertentu tanpa sadar. Kita cuci tangan. Kita bilang, ‘nggak kok gue nggak kayak gitu. Gue orangnya nggak diskriminatif.’ Cuma lo nggak mau noleh kalau misalnya itu ada di depan mata. Nggak boleh ada yang mengecilkan satu sama lain. Harus inklusiflah kalau dalam bergerak.”

Saat ditanya mengenai pandangan terkait inklusi sosial, Budjana menjawab, “Soal mayoritas minoritas itu selalu di mana-mana ada, tapi, dalam perlakuan seharusnya semua sama.”

Senada dengan Budjana, Asteriska menjawab secara sederhana, “Jangan gara-gara mereka secara fisik nggak sama kayak kita, jadi akhirnya belum apa-apa udah kayak nggak dilihat gitu. Jangan!”

Team Leader Program Peduli, Abdi Suryaningati menyambut baik kolaborasi tiga musisi lintas generasi ini. “Inklusi sosial yang diupayakan oleh Program Peduli telah menyentuh banyak individu dari komunitas yang selama ini terpinggirkan dan termarginalkan serta mendapatkan stigma dan diskriminasi. Penting bagi kami untuk memperluas nilai dan gerakan inklusi sosial ini di tengah kondisi masyarakat yang mulai terkotak-kotakkan. Mudah-mudahan kolaborasi musik ini bisa menyentuh dan menginspirasi, terutama anak muda untuk bersikap inklusif dan berbuat sesuatu untuk gerakan inklusi sosial.”

Dewa Budjana menegaskan bahwa musik bisa menjadi media untuk menumbuhkan semangat positif di masyarakat. “Ini bisa jadi hal yang positif ya tentunya karena musik itu harusnya selalu positif buat semua orang. Nada-nada itu kan walaupun nada disonan pun itu akan tetap bisa jadi enak sebenarnya. Ya mudah-mudahan itu bisa jadi contoh untuk kehidupan bermasyarakat yang lain,” tutup Budjana.

Video klip lagu Di Mata Semesta sudah bisa diakses di bit.ly/di-mata-semesta.

Sumber : www.programpeduli.org – MS

Bahaya Membaca Sambil Tiduran

Sumber Foto : www.merdeka.com

1. Menyebabkan Mata Minus

Akibat membaca samba tiduran yang pertama adalah menyebabkan mata minus. Khusus yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi dan biasanya para orang tua sudah sering mengingatkan anak-anaknya sejak kecil.

Gejala awal yang akan dirasakan dari bahaya baca buku sambil tiduran yang menyebabkan mata minus adalah kesulitan membaca atau melihat sesuatu dengan jelas dari jarak normal. Bagaimana kalau sudah menderita mata minus? Tentu saja jangan pernah sesekali melakukan hal ini karena mata minus kamu bisa saja bertambah parah.

2. Mudah Mengantuk

Penyebab mengantuk bisa jadi karena tubuh terlalu lelah atau kurang istirahat. Ternyata, akibat membaca sambil tiduran juga bisa membuat kita jadi mudah mengantuk. Perhatikan saja kalau kamu baca buku sambil tiduran, maka akan lebih sering menguap. Ini disebabkna adanya reaksi mata lelah yang tidak disadari.

3. Kepala Sangat Pusing

Pernah merasa pusing setelah baca buku sambil tiduran?

Ternyata kondisi ini juga menjadi salah satu bahaya membaca sambil tiduran. Tanpa kamu ketahui, saat membaca sambil berbaring, maka saraf mata akan seperti dipaksa untuk berhubungan dengan saraf otak. Inilah yang menyebabkan kepala mejadi terasa sangat pusing.

4. Merasa Mual dan Muntah

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, dampak membaca sambil tiduran yaitu bisa membuat kepala menjadi sangat pusing. Efek selanjutnya juga bisa memicu rasa mual dan ingin muntah. Kondisi ini bisa saja disebabkan oleh asam lambung yang meningkat karena berbaring terlalu lama.

5. Daya Pikir Melemah

Mungkin tak akan ada yang menyangka bahwa bahaya membaca sambil tiduran adalah membuat daya pikir melemah. Yap, kebiasaan ‘sepele’ ini ternyata bisa berakibat fatal dan sayangnya tak banyak orang yang tahu. Dampaknya pun memang tidak langsung dirasakan, melainkan menjadi salah satu efek jangka panjang.

6. Migrain Berkepanjangan

Bahaya membaca buku sambil tiduran yang berikutnya adalah memicu migrain berkepanjangan. Pada umumnya, migrain atau sakit kepala sebelah memang akan muncul ketika seseorang sedang dalam kondisi yang terlalu lelah. Jika sudah mulai merasakan ini dan dibiarkan, maka akan cukup sulit untuk disembuhkan.

7. Menimbulkan Kecanduan

Kecanduan membaca memang sangat bagus dan positif, namun jika kecanduan membaca sambil tiduran tentu menjadi kebiasaan yang negatif. Akibat baca buku sambil tiduran yang berkaitan dengan jangka panjang adalah kecanduan, sehingga akhirnya tidak bisa konsentrasi menyerap informasi dari buku jika tidak dilakukan sambil berbaring.

Sumber : www.inthebox.id

Gojek, GoPay dan Nahdlatul Ulama (NU) bekerjasama mendigitalisasi gerakan kotak infaq ”KOIN NU”

Gojek dan GoPay dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan inklusi keuangan Iewat pemanfaat teknologi. Kali ini, GoPay memperdalam kerjasama dengan ekosistem Nahdlatul Ulama, organisasi muslim terbesar di Indonesia, di bidang donasi non-tunai dengan mengimplementasikan QRIS dari Bank Indonesia di Kotak Infaq Nahdlatul Ulama (KOIN NU) yang memudahkan untuk bersedekah secara non-tunai dengan uang elektronik hanya dengan satu kode QR.
Lewat kerjasama dengan Gojek dan GoPay, kotak KOIN NU akan dilengkapi dengan kode QRIS sehingga seluruh warga nahdliyin memiliki tambahan pilihan bersedekah secara non-tunai. Kode QRIS di KOIN NU juga merupakan penerapan awal QR dengan standarisasi QR|S dari Bl pada lembaga zakat, ihfaq dan sedekah.
“Sekarang seluruh warga NU bisa berdonasi menggunakan QRIS, jadi bisa menggunakan e-money yang lain dan sekarang Pengguna  tidak hanya bisa untuk beli makanan, tapi juga bisa untuk berdonasi. Tinggal di scan saja untuk berdonasi, bisa membantu agar mengumpulkan donasinya lebih efisien dan lebih aman. Kalau pake QRIS langsung akan terekonsiliasi kepada bank, ” ujar Head of Corporate Communication GoPay Winny Triswandhani dalam konferensi pers di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Selasa (17/12).
Ria Swandito Asisten Direktur Divisi Perizinan SP dan Elektronifikasi KPw Bank Indonesia DKI Jakarta mengatakan “Kami menyambut baik inisiasi yang dilakukan Gojek lewat GoPay dalam mempelopori donasi digital , terutama dalam dukungannya menerapkan QRIS pada ekosistem NU. Ini menjadi langkah awal sosialisasi penerapan QRIS pada suatu ekosistem seperti NU. Kami harap nantinya kemudahan QRIS juga bisa diadaptasi oleh organisasi dan ekosistem lain tidak hanya untuk kemudahan berdonasi, tetapi juga transaksi Iainnya seperti pembayaran sekolah, proses distribusi simpan pinjam. QRIS membuka opsi donasi yang lebih luas. masyarakat dapat menggunakan uang elektronik apapun yang telah mendapat izin BI untuk memberikan sedekah dan membantu sesama. Pembayaran lewat metode non-tunai akan meningkatkan inklusivitas sistem keuangan dan memberikan berdampak pada kemudahan akses finansial bagi masyarakat di ekosistem NU. Hal ini tentunya akan semakin mendorong perekonomian digital Indonesia.

“Kami terus mendorong inovasi kemudahan zakat, infaq dan sedekah melalui berbagai cara, termasuk kanal digital. Dengan keandalan teknologi yang ditawarkan Gojek dan GoPay, khususnya QR Code standarisasi QRIS untuk KOIN NU, tidak hanya akan mempermudah warga nahdliyin dalam bersedekah tetapi juga kami sebagai lembaga amil zakat nasional untuk menjangkau lebih banyak lagi pendonor. Apalagi gerakan KOIN NU ini sudah menjadi gerakan nasional di tubuh NU. Kami berharap kerjasama ini mampu mendukung NU untuk meningkatkan jumlah donasi dari tahun ke tahun serta menjadi lembaga pengelola dana masyarakat yang didayagunakan secara amanah dan profesional untuk pemberdayaan umat,” Ujar Ketua NU Care LAZISNU Achmad Sudrajat .
Ketua NU Care-LAZISNU Achmad Sudrajat menambahkan bahwa program donasi dengan uang koin ini sangat diterima masyarakat. Bahkan sebelumnya, pihaknya pernah mendapatkan donasi hingga Rp 24 miliar dari Kabupaten Temanggung lewat KOIN NU.
Sebelumnya Gojek, GoPay dan NU juga telah bekerjasama untuk implementasi donasi digital sejak Mei 2019. Sejak pertama kali diluncurkan, donasi digital melalui GoPay meningkat sebesar 4x lipat.

QR Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan standar penggunaan QR code yang di keluarkan oleh Bank Indonesia untuk kemudahan dalam pembayaran. Dengan adanya standar ini, pengguna dapat dengan mudah bertranSaksi dengan berbagai aplikasi tetapi hanya menggunakan satu QR code sehingga tidak membingungkan dengan berbagai pilihan QR yang ada selama ini. QRIS akan diimplementasikan dalam skala nasional dan berlaku efektif 1 Januari 2020.

Sumber : GOJEK – KM

Penghargaan untuk Diskotek Colosseum Dibatalkan Oleh Pemprov DKI Jakarta

Sumber Foto : www.detik.com

Pemberian penghargaan Adikarya Wisata 2019 kepada Diskotek Colosseum menuai protes. DKI Jakarta memutuskan membatalkan penghargaan tersebut. 

“Pemberian penghargaan Adikarya Wisata 2019 pada Colosseum dinyatakan dibatalkan,” ujar Sekda Provinsi DKI Jakarta Saefullah di gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

Saefullah menyebut pembatalan penghargaan ini atas beberapa fakta yang ditemukan. Di antaranya terdapat surat dari Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

Atas surat tersebut, Disparbud telah mengeluarkan surat teguran tertulis kepada pemilik usaha. Serta meminta surat pernyataan tertulis untuk meningkatkan pengawasan.

Sebelumnya, Diskotek Colosseum meraih penghargaan Adikarya Wisata 2019. Colosseum menerima penghargaan untuk kategori dalam nominasi Hiburan & Rekreasi. 

Sumber : www.news.detik.com

Piknik Bens Radio – Pasir Putih, Carita, Banten

Pada Minggu, 15 Desember 2019 telah dilakukan acara “Piknik Bareng Bens Radio ke Pasir Putih, Carita, Banten”, bersama seluruh pendengar Bens Radio dari berbagai kalangan.

Acara yang didekeng ame BKKBN, Ayam ASIX, SanQua Water, JIExpo, Mutiara Carita Cottage berjalan dengan seru dan sangat meriah. Serta acara yang ditunggu-tunggu ame para peserta adalah pembagian doorprize ame hiburan dangdut yang buat semuanya happy dan bejoged dangdut.

Piknik eni akan dijadikan agenda tahunan bagi Bens Radio ame para pendengarnye yang tergabung di dalam Bens Radio Fans Club (BRFC).

Kami segenap crew Bens Radio mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang udeh ngedekeng suksesnye acare eni.

Sampai ketemu lagi di tahun depan!!!!

 

 

 

Sumber : PB

Ilengi Coffee Tempat Ngopi Para Milenial di Kawasan Tebet Utara

Tren kopi susu di Jakarta kian marak bermunculan. Dengan hadirnya berbagai kedai kopi lokal semakin memanjakan lidah para pecinta kopi. Menikmati segelas kopi susu hampir menjadi minuman di kalangan anak muda. Ditambah dengan harga yang tergolong jangkau dalam membeli segelas kopi .
Salah satu nya Ilengi Coffee yang berada di kawasan tebet utara yang mempunyai konsep Coffee To Go. Ilengi coffee menyajikan beragam varian coffee. Yang mempunyai rasa berbeda dengan coffee yang lain.
“Belakangan kok makin banyak cafe dan kedai kopi di Jakarta. Kami sekeluarga sangat suka kopi, terus saya coba racik sendiri. Waktu itu kita jual hanya untuk kalangan keluarga saja, dan ternyata banyak yang suka,” ujar Ibu Nuniek pemilik kedai Ilengi Coffee kepada para awak media dalam peresmian Ilengi coffee di kawasan tebet utara.
Nama Ilengi berasal dari bahasa Gorontalo, yang artinya Kebun, Ilengi Coffee jika diartikan adalah Kebun Kopi. “Seperti kita ketahui bahwa kopi itu tumbuhnya di perkebunan, dan kopi yang dipakai di Ilengi coffee berasal dari perkebunan di Indonesia, jadi kopi asli Indonesia atau kopi lokal, ada dari Sumatera, Lampung, bahkan dari Papua juga kita gunakan di sini,” tambah Ibu Nuniek.
Ilengi Coffee yang baru saja mengeluarkan 5 varian baru yaitu Royal Chocolate Cheese, Bubble Gum Cheese, Taro Cheese, Green Tea Cheese dan Coffee Cheese. Dengan tambahan cheese ini memiliki sensasi rasa yang berbeda dari minuman kekinian yang ada saat ini. “salah satu cara kami merangkul pasar adalah meluncurkan varian baru. Varian ini juga memenuhi kebutuhan bagi konsumen kami yang tidak menyukai kopi. Awalnya penasaran kalau kopi dicampur cheese gimana, ternyata enak juga,” Ujar Ibu Nuniek pemilik kedai Ilengi Coffee.
“Selain menyediakan minuman kopi dengan paduan cheese,di Ilengi Coffee kita juga bisa dipadukan dengan Oreo, Green Tea, Coklat, di ilengi coffee ada juga yang Non Coffee seperti Drink Coklat, Green Tea, Cookies and Cream, Vanila Orea, Taro, dan ada juga makanan kecil seperti pudding dan cookies,” ujar Marsha, marketing Ilengi Coffee.
Harganya pun cukup terjangkau, hanya merogoh kocek sebesar Rp.17.000 sampai Rp.25.000 sudah bisa membawa pulang racikan kopi khas Ilengi Coffee.
Saat ini Ilengi coffe mengadakan promo buy one Get one untuk 5 varian chesee
yaitu Royal Chocolate Cheese, Bubble Gum Cheese, Taro Cheese, Green Tea Cheese dan Coffee Cheese.

Sumber : Ilengi Coffee – KM

Damai Putra Most Admired Awards 2019 untuk Stakeholder dan VIP Customer

Damai Putra Group mengadakan acara “Damai Putra Most Admired Awards 2019” sebagai bentuk apresiasi Damai Putra Group kepada para konsumen dan stakeholder yang di adakan pada hari sabtu tgl 14 Desember 2019 bertempat di Marketing Gallery Sayana Apartments.
“The Most Admired Awards 2019” merupakan acara yang diselenggarakan setiap tahunnya. Ada beberapa kategori penghargaan antara lain kategori Media Partner, Consultant, Tenant Kota Harapan Indah, Creative Startup, Komunitas dan kategori khusus VIP Customer.
“Ada beberapa kategori penghargaan antara lain kategori Media Partner, Consultant, Tenant Kota Harapan Indah, Creative Startup, Komunitas dan kategori khusus vip Customer, Kami percaya kerja sama dengan para stakeholder sangat membantu Damai Putra Grup meraih kesuksesan. Karena kami setiap tahun memilih stakeholder yang memberikan sumbangan terbesar bagi kemajuan perusahaan dan sesuai dengan visi misi perusahaan” ujar Widiastuti Angka Wijaya ,Managing Director Damai Putra Grup.
“Kriteria pemenang berdasarkan 4 hal yaitu kesesuaian visi, misi dan nilai-nilai Damai Putra Group, memiliki business impact, supportive & cooperative, dan concern terhadap 3P (people, profit & planet), ” tambah Widiastuti.

The Most Admired Awards 2019 pemenang nya setiap kategori antara lain:
– Untuk kategori media partner di menangkan oleh Rumah123 .
– Untuk kategori consultant di menangkan oleh WKC
– Untuk kategori tenant di menangkan oleh Giant
– Untuk kategori start up di menangkan Kedai Kopi Kulo
– Untuk kategori komunitas dimenangkan oleh Sumba Lovers
– Untuk kayegori bank partner di menangkan oleh BCA
– Beberapa pemenang untuk kategori VIP Customer

Di tahun 2019 banyak yang sudah Damai Putra Group lakukan terutama dalam pembanguna dari Kawasan Kota Harapan Indah. Banyak hal yang baru dalam rangka terus memberikan suatu kawasan hunian yang tidak hanya tempat tinggal tetapi juga memberikan suatu kenyamanan . Salah satunya adalah Sayana Apertement, salah satu project apertement pertama di Kota Harapan Indah yang bekerjasama dengan Nishitetsu Group dari Jepang yang sudah mulai dibangun dan akan diserah terimakan pada tahun 2021. Eka Hospital pada tanggal 12 Desember 2019 sudah mulai beropeasi serta gedung Universitas Esa Unggul juga sudah hampir selesai pembangunannya yang diperkirakan pada bulan Maret atau April 2020 segera beroperasi, dan Kota Harapan Indah sudah memiliki Bioskop XXI. Tahun 2020 diharapkan sesuai jadwal akan dilakukan Ground Breaking untuk Kota Harapan Indah Mall yang akan dibangun didepan Sayana Apartemen.
“Tentunya dari sisi produk kami senantiasa terus menerus memberikan produk-produk yang menarik dan memberikan promo, diskon, dan hadiah. Ini juga tidak lepas dari dukungan para patner kami yang sudah mensuport kami dan program yg ada kaitannya dengan KPA/KPR dan juga bank partner yang sudah mensuport kami.
Damai Putra grup Akan terus untuk berinovasi, mengembangkan kawasan-kawasan yang jauh lebih baik dan juga dapat menjadi pilihan lebih banyak untuk konsumen kami”, ujar Monic Hardjoko GM Marketing Damai Putra Group.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Damai putra grup dapat menghubungi 021 8898 6688 atau klik www.damaiputra.com 

Sumber : Damai Putra Group