Kemendikbud Gelar Lomba Berbahasa Indonesia untuk WNA

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan lomba menggunakan bahasa Indonesia bagi penutur asing yang berasal dari sejumlah negara. Lomba tersebut adalah tindak lanjut dari peningkatan peminat dan pembelajar Bahasa Indonesia di luar negeri.

Kepala Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Kemendikbud, Emil Emilia mengatakan lomba bagi penutur asing juga diselenggarakan dalam rangka lebih mengenalkan bahasa Indonesia ke dunia internasional.

Lomba bagi penutur asing, kata Emil, merupakan bagian dari tindak lanjut atas program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Kemendikbud. Program itu dibuat untuk mengajarkan keterampilan berbahasa Indonesia, mulai dari cara berbicara, menulis, hingga membaca bagi penutur asing.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Mardigu Wowiek Prasantyo Ajak Masyarakat Cerdas Bernegara Lewat Video YouTube

Pemikiran yang berlian dalam solusi mengelola Negara yang baik dengan Analisa SWOT NKRI yang sedang di gaungkan ke publik oleh Pengusaha ternama Tanah Air Mardigu Wowiek Prasantyo yang konsumen akan keadaan negaranya saat ini. 

Pemikiran Mardigu di paparkan dalam acara bincang santai dengan tema” Solusi Pengelolaan Negara Berdasarkan Analisa SWOT NKRI” di sebuah cafe di bilangan Jakarta Pusat.

Menurut Amilia Himawati Ketua Koperasi Daya Artha Raya dalam perbincangan santai ini digagas untuk membantu bangsa Indonesia yg sedang dalam keadaan yang berat menurut Mardigu.

“Beliau punya wawasan yang banyak sekali. Pemikiran ini sangat bagus dan membuat tersadar. Saya pribadi sangat tercengang atas pemikiran beliau yang out the box. Menurut saya pemikiran Mardigu ini bisa diserap olah masyarakat banyak, kita dapat memberikan presure kepada pemerintah dan berpihak pada rakyat.”ungkap Amilia Himawati di sela bincang santai di sebuah cafe, Jakarta Pusat.

Pengusaha asal Bandung yang ciptakan Uang Digital Cyronium ini menuangkan kepeduliannya pada kondisi negara kita lewat video yang ia tayangkan di chanel YouTube.

Dimana dalam video – video tersebut ia menyampaikan kegelisahan tentang situasi geopolitik, geoekonomi dan geostragic.

Tidak hanya gelisah, ia juga mencoba menawarkan solusi yang bagi banyak orang “out of the box” bagaimana cara cerdas bernegara lewat video yang di sebarkannya melalui channel YouTube Boosman miliknya.

Sudah ada 60 hingga 70 video cara cerdas bernegara berisikan tentang situasi geopolitik, geoekonomi dan geostragic yang ia contohkan di kanal YouTube yang ditargetkan pada bulan Oktober 2019 mendatang sudah tayang semua.

“Sebelum plantikan presiden saya targetkan 100 episode sudah dishare di kanal youtube. Alhamdulilah beberapa video saya sudah di lihat oleh orang nomer 1 di Indonesia, mudah – mudahan ini jadi salah satu hal yang positif.”ucap Mardigu.

Mardigu ingin mengajak seluruh anak bangsa untuk membangun kesadaran akan masa depan Bangsa dan Negara Indonesia.

Mardigu mengatakan bahwa video – video yang ia buat diharapkan bisa menjadi edukasi bagi masyarakat dalam mengkritisi kebijakan – kebijakan pemerintah yang diambil.

“Berharap masyarakat bisa mengkritisi kebijakan-kebijakan yang diambil”, ujar Mardigu menutup pembicaraan.

Sumber : Mardigu Wowiek

Perburuan

  • Jenis Film : Drama
  • Produser : Frederica
  • Sutradara : Richard Oh
  • Penulis : Richard Oh, Husein M. Atmodjo
  • Produksi : Falcon Pictures
  • Casts : Adipati Dolken, Ayushita Nugraha, Ernest Samudra, Khiva Iskak, Michael Kho, Egy Fedly, Nobuyuki Suzuki

 

Enam bulan setelah kegagalan PETA melawan Nippon, Hardo kembali ke kampung halamannya di Blora. Kehadirannya segera tercium oleh Nippon dan dia mulai dilacak dan dikejar. Dalam sebuah pengejaran selama satu hari dan malam menjelang proklamasi kemerdekaan, sebuah drama perjuangan terungkap.
Pengkhianatan ayah tunangan Hardo, berbanding dengan penghianatan sahabatnya Karmin; perlawanan Dipo dan Kartiman berbanding dengan perlawanan Hardo; kekejaman perang dan ego sang penjajah, seorang Shidokan Nippon berbanding dengan keterpurukan korban perang seorang ayah Hardo dan Ningsih, tumpuan harapan Ibu pertiwi.
Diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer, Perburuan mengajak kita kembali ke akar-akar perjuangan bangsa dan mempertanyakan kembali makna kemerdekaan bangsa dan kebebasan individu.

Sumber : www.21cineplex.com | www.youtube.com

 

Tongseng Kambing Tanpa Santan

Bahan-bahan:

  • ½ kg daging kambing, potong dadu
  • 200 gram kubis, iris-iris dan singkirkan tulangnya
  • Cabai rawit, sesuai selera
  • 2 buah tomat merah, iris tipis
  • 1 siung bawang putih, iris tipis
  • 1 cm lengkuas, memarkan
  • 3 buah bawang merah, iris tipis
  • 1 cm jahe, memarkan
  • 5 sdm kecap manis
  • 2 lbr daun jeruk
  • 1 ½ L air
  • Minyak goreng secukupnya

Bumbu untuk tongseng:

  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 ½ sdt merica bubuk
  • ½ sdt kunyit bubuk
  • Gula pasir dan air jeruk nipis secukupnya

Cara membuat Tongseng Kambing Tanpa Santan:

  1. Siapkan wajan lalu panaskan minyak. Tumis bumbu halus, lengkuas, jahe, dan daun jeruk sampai harum.
  2. Masukkan daging kambing yang telah dipotong-potong sambil diaduk. Tunggu sampai warnanya berubah kecoklatan.
  3. Tambahkan air lalu masak sampai daging kambing terasa empuk.
  4. Siapkan wajan lain lalu tumis bawang merah dan bawang putih. Setelah harum, masukkan kubis, tomat, kecap, dan cabai rawit. Aduk sampai sayuran agak layu.
  5. Selanjutnya, angkat tumisan lalu pindahkan ke dalam wajan berisi daging kambing. Biarkan mendidih selama beberapa menit.
  6. Angkat jika daging kambing sudah terasa empuk.
  7. Tongseng kambing tanpa santan siap disajikan untuk hari besar keluarga Anda.

Sumber : www.notepam.com

Calon Lawan Timnas Indonesia U-18 di Semifinal Piala AFF

Timnas Indonesia U-18 telah memastikan lolos ke semifinal Piala AFF U-18 sebagai juara Grup A. Tim Garuda Nusantara punya tiga calon lawan di semifinal nanti.

Timnas Indonesia U-18 lolos ke semifinal dengan hasil meyakinkan. Skuat asuhan Fakhri Husaini meraih empat kemenangan dan hanya satu kali ditahan imbang.

Di babak ini, Bagus Kahfi dan kawan-kawan kemungkinan akan bertemu Malaysia, Australia, atau Vietnam yang menempati Grup B.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Esemka Disebut ‘Merek Nasional’, Bukan ‘Mobil Nasional’

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menanggapi pernyataan pihak Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang menolak Esemka disebut mobil nasional. Kata Airlangga yang terpenting sebetulnya bukan mobil nasional melainkan merek nasional. 

“Kami jawabnya itu mobil merek nasional. Jadi kalau merek itu macam-macam, jadi itu nanti market yang akan menilai,” kata Airlangga ketika ditemui di kantornya di Jakarta, Rabu (14/8).

Sejak diperkenalkan Joko Widodo (Jokowi) saat menjabat Wali Kota Solo, Esemka erat dikaitkan dengan proyek mobil nasional. Airlangga tidak mau ambil pusing pernyataan SMK soal Esemka bukan mobil nasional, menurut dia biar pasar dalam negeri yang menilai.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Kepala BNPB dan Kepala BMKG Serahkan Alat Deteksi Dini Guncangan Gempa Bumi Kepada BPBD Pandeglang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo bersama Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita menyerahkan alat pendeteksi dini besaran guncangan gempa bumi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang yang diwakilkan Bupati Pandeglang, Irna Narulita di sela kegiatan simulasi evakuasi tsunami yang merupakan rangkaian dari Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami 2019 di Shelter Tsunami, Labuan, Pandeglang, Banten, Rabu (14/8).

Alat bernama ‘intensity meter’ itu akan bekerja memberi sinyal sekurang-kurangnya 13 detik sebelum gempa terjadi. Sinyal gempa akan diterima oleh BMKG pusat dan kemudian akan diteruskan ke masing-masing BPBD yang telah memiliki alat tersebut.

Setelah data rekaman diterima, maka wewenang kemudian diserahkan sepenuhnya kepada pihak BPBD untuk mengambil tindakan dan kebijakan yang dianggap perlu sebagai reaksi cepat tanggap darurat bencana kepada masyarakat.

Kepala BMKG meminta agar alat pendeteksi gempabumi hibah dari jepang itu selalu dijaga dan dirawat agar bisa berfungsi sesuai dengan tujuan dan manfaatnya. Selain itu, Dwikorita berpesan kepada semua pihak untuk tidak merusak alat-alat pendeteksi dan pengirim sinyal yang ada di lapangan agar dapat berfungsi dengan baik.

“Ingat, ya. Saya mohon dengan sangat agar beberapa alat pendeteksi dini yang sudah kita pasang jangan dirusak, apalagi diambil. Ini demi kemaslahatan bersama,” tegas Dwikorita.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB juga mengingatkan bahwa bencana alam bisa berulang. Selain pentingnya jenis alat Early Warning System (EWS) itu, hal lain yang harus dimiliki dalam menghadapi ancaman risiko bencana adalah peningkatan kapasitas manusia. Tanpa ada pengetahuan masyarakat tentang bencana dan mitigasnya, maka alat pendeteksi itu akan sia-sia.

“Selain alat ini (intensity meter), kapasitas masyarakat harus ditingkatkan. Karena nantinya jangan sampai menjadi sia-sia, ketika ada sirine gempa atau tsunami tapi masyarakatnya tidak tahu harus berbuat apa saat peristiwa alam itu terjadi. Jadi harus seimbang”, terang Doni.

Dalam kesempatan yang sama, Doni mengapresiasi hasil evaluasi dari simulasi bencana gempabumi dan tsunami yang diikuti puluhan warga dan anggota Pramuka dari Mts Negeri 2 Pandeglang serta unsur terkait lainnya di Shelter Labuan.

Dalam simulasi itu, seluruh peserta mampu mencapai titik lokasi evakuasi yang berada di lantai atas shelter kurang dari 10 menit. Terlebih ketika pesertanya lebih banyak dari kaum wanita dan anak-anak. Artinya mereka simulasi itu dinyatakan sesuai standar dan prosedur tentang penguatan kapasitas.

“Luar biasa. Evaluasi (simulasi bencana gempa dan tsunami) sudah bagus. Meski saya lihat lebih banyak ibu-ibu dan anak-anak, tapi semuanya bisa memakan waktu kurang dari sepuluh menit sampai ke titik kumpul. Capek ya, Bu? Tapi tetap semangat ya,” kata Doni yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta.

Kepala BNPB juga menekankan bahwa simulasi seperti yang baru saja dilakukan itu sangat penting. Karena wilayah Labuan termasuk dalam zona rawan gempa dan tsunami. Doni juga meminta bahwa kegiatan simulasi ini agar sering dilakukan di Shelter Labuan, yang mana akan menjadi markas BPBD setempat.

“Simulasi ini penting, karena wilayah ini dekat dengan pantai dan berada pada zona rawan gempa. Semoga hal ini bisa menjadi kegiatan rutin sehingga kita semua lebih tangguh menghadapi ancaman risiko bencana”, tutup Doni.

Usai melakukan evaluasi simulasi dan serah terima alat pendeteksi guncangan gempabumi, Kepala BNPB dan Kepala BMKG melanjutkan kegiatan dengan memasang rambu rawan tsunami dan menanam mangrove sebagai sabuk pantai alami di Pantai Galau yang didampingi Bupati Pandeglang hingga kepala desa setempat.

Sumber : Agus Wibowo (Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB)

BPJS Kesehatan : Kader JKN – KIS

Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh BPJS Kesehatan dalam upaya menuju Cakupan Semesta atau Universal Health Coverage program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada 01 Januari 2019, yaitu pada pengelolaan kelompok peserta dari sektor informal. Untuk itu, sejak April 2017 ini, BPJS Kesehatan membuka Program Kader JKN-KIS yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah kepesertaan dan meningkatkan kolektabilitas iuran BPJS Kesehatan bagi segmen peserta informal atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Kader JKN-KIS memiliki fungsi pemasaran sosial yang bertujuan dapat mengubah perilaku masyarakat untuk mendaftar menjadi peserta PBPU dan membayar iuran secara rutin. Secara berkala, peserta dan calon peserta JKN-KIS akan diberi edukasi melalui kunjungan-kunjungan agar tertib dalam melaksanakan kewajiban membayar iuran serta memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan.  Selain itu, Kader JKN-KIS juga berfungsi sebagai pengingat dan pengumpul iuran, baik kepada  peserta PBPU yang aktif maupun menunggak. Kader JKN-KIS juga berprofesi sebagai agen PPOB, sehingga apabila peserta ingin melakukan pembayaran iuran bulanan dapat langsung melalui Kader JKN-KIS tersebut.

Saat ini terdapat 1.689 Kader JKN-KIS aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebelum mereka diterjunkan ke lapangan, tiap Kader telah mendapatkan pelatihan/pembekalan yang terkait tugas pokok dan fungsi dari Kader JKN-KIS. Setiap Kader mengelola lebih kurang 500 keluarga binaan di sekitar wilayahnya, yang rutin mereka kunjungi dan edukasi.

Di wilayah Depok terdapat Kader JKN-KIS yaitu Ibu Anni Sofia Wiji Lastari (Kader JKN-KIS Tanah Baru Depok) dan Ibu Eva Marviza (Kader JKN-KIS Bedahan Depok) yang hari ini Rabu, 14 Agustus 2019 datang ke Bens Radio untuk memberikan sosialisasi kepada pendengar Bens Radio tentang pentingnya memiliki dan membayar BPJS Kesehatan.

Kedua Kader JKN-KIS ini juga memiliki suka duka di lapangan. Mereka berdua menambahkan, dengan memiliki kartu BPJS Kesehatan sangat menguntungkan, karena menjadi investasi kesehatan bagi kita kedepannya.

Ibu Anni mengatakan “jangan tunggu sakit, baru memiliki kartu BPJS Kesehatan“, hal ini juga diamini Ibu Eva selaku Kader JKN-KIS juga.

Informasi selengkapnya silahkan klik di www.bpjs-kesehatan.go.id dan telepon 1500 400.

Sumber : www.bpjs-kesehatan.go.id- PB

Humania Rilis Single Baru

Sempat vakum 19 tahun dari blantika musik tanah air, Humania yang terdiri dari Eki Puradiredja dan Rediyanto Heru Nurcahyo akan mengajak fansnya untuk bernostalgia dengan kembali merilis single baru.

Humania kembali merilis single ‘The Art of Letting Go’. Single ini rencananya akan masuk dalam album back catalog format digital yang diedarkan ke seluruh digital music platform.

The Art of Letting Go pertama kali diciptakan Humania sejak tahun 2004. Lagu ini bercerita tentang bagaimana kita menghadapi perpisahan dengan bijak, dengan ikhlas.

Dalam single kali ini, Humania berkolaborasi dengan penyanyi cantik asal Makassar, Maizura.

Sumber : www.industry.co.id

Anies Rilis Aplikasi E-Uji Emisi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan aplikasi e-uji emisi. Aplikasi aplikasi mobile berbasis Android ini menyediakan database hasil uji emisi kendaraan yang bisa dicek secara online oleh pemilik kendaraan dan petugas.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan dengan aplikasi ini, pemilik kendaraan bisa mendapatkan informasi hingga melakukan pendaftaran uji emisi selain sebagai alat pendataan untuk menerapkan kebijakan lainnya.

Anies mengatakan data yang didapat dari aplikasi ini akan terhubung ke pusat data Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) hingga ke sektor perparkiran. Dengan begitu, pemerintah bisa mendeteksi uji emisi kendaraan tersebut dan menerapkan disinsentif atau tarif parkir yang sepadan.

Sumber : www.cnnindonesia.com