Westlife Siap Gelar Konser di Indonesia

Boyband asal Irlandia, Westlife bersiap menyapa fans Tanah Air lewat konser bertajuk “Westlife – The Twenty Tour 2019”. Kabar ini diumumkan langsung oleh sang promotor, Full Color Entertainment seperti yang dikutip dari www.suara.com.

Dalam konser tersebut, Westlife berjanji bakal membawakan lagu-lagu hits lamanya termasuk “Swear It Again”, “If I Let You Go”, “Flying Without Wings” hingga “You Raise Me Up”.

Rencananya, pertunjukkan grup yang digawangi Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne, dan Mark Feehily ini akan digelar pada 7 Agustus 2019.

Bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, konser tersebut bakal dibuka tepat pukul 20.15 WIB.

Konser “Westlife – The Twenty Tour 2019” sendiri menandai perjalanan karier Shane Filan cs selama 20 tahun di industri musik. Mereka akan membuka tur konser di Belfast pada 25 Mei mendatang .

Sumber : www.suara.com

Belanda Kalahkan Belarus 4-0, Belgia Menang Lawan Rusia 3-1

Timnas Belanda meraih kemenangan ketika melawan timnas Belarus dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup C. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Feijenoord, Belanda, Kamis (21/3) ini dimenangkan tuan rumah dengan skor akhir 4 – 0.

Belanda sudah mencatatkan gol pertama pada menit ke-1 oleh Memphis Depay. Gol berikutnya berasal dari umpan Depay yang berhasil ditangkap Georginio Wijnaldum pada menit ke-21.

Pada babak dua menit ke-55, Depay kembali mencetak gol melalui tendangan pinalti ke gawang Belarus. Gol terakhir dari Belanda terjadi pada menit ke-86 oleh Virgil van Dijk.

Pada waktu yang bersamaan, Timnas Belgia menjamu Timnas Rusia di Stadion Roi Baudouin, Belgia. Pertandingan pertama untuk babak kualifikasi Piala Eropa Grup I ini dimenangkan oleh tuan rumah Timnas Belgia.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Menghilangkan Rasa Pedas Di Mulut

1. Es Krim

Ya, es krim adalah salah satu cara terbaik untuk mendinginkan mulut dari rasa pedas akan cabai. Bukan cara yang buruk bukan meredakan rasa pedas dengan menggunakan es krim. Cukup dengan satu sendok es krim saja bisa menghilangkan rasa pedas yang ada di lidah. Anggap saja es krim adalah makanan penutup yang tepat setelah menikmati makanan pedas.

 

2. Madu

Memiliki rasa manis yang alami, madu menjadi minuman pilihan banyak orang karena memiliki khasiat yang super. Meski memiliki rasa yang manis, madu aman dikonsumsi bagi mereka yang menderita diabetes. Jadi, apa lagi yang kalian tunggu? Jika lidah kalian sakit karena makan makanan pedas, segeralah minum madu.

Ya, madu juga bisa meredakan rasa panas dan perih di lidah yang disebabkan oleh cabai. Berasal dari bahan alami, memiliki rasa manis, madu merupakan penawar yang bagus untuk meredakan panas di lidah. Tapi, karakteristik madu yang kental mungkin tidak bisa menghilangkan efek pedas seluruhnya.

 

3. Air Kelapa

Tidak ada yang paling nikmat lagi selain minum air kelapa di saat cuaca sedang panas-panasnya. Sama-sama berasal dari bahan alami, jadi tidak ada alasan untuk tidak menikmati segelas air kelapa bukan? Bukan cuma bermanfaat sebagai penghilang rasa haus, air kelapa juga bisa sedikit meredakan rasa pedas yang menyerang mulut.

Bisa dikatakan bila air kelapa ini adalah susu dalam versi lebih ringan dengan rasa manis yang sama. Bukan cuma bisa mengembalikan elektrolit tubuh yang hilang akibat beraktivitas, ternyata air kelapa juga bisa digunakan untuk meredakan rasa panas yang disebabkan oleh cabai.

 

4. Lemon

Selain air kelapa, minum jus atau air perasan lemon juga sangat nikmat apabila diminum di siang hari ketika matahari sedang terik-teriknya. Apalagi ditambah dengan es, pastinya leher akan terasa adem. Bukan cuma cocok diminum di saat panas, air perasan lemon juga bisa loh meredakan rasa pedas di mulut.

Keefektifan air perasan lemon dalam meredakan rasa pedas di mulut bukanlah isapan jempol saja. Hal tersebut sudah terbukti secara ilmiah. Keasaman dari rasa pedas bisa dinetralisir dengan makanan yang bersifat alkali, lemon salah satunya. Selain lemon, kalian juga bisa meredakan rasa pedas dengan tomat, jeruk, dan nanas.

 

5. Makan Gula

Ketika mulut sudah sakit karena rasa pedas yang sudah tidak tertahankan, jangan langsung mencari air putih untuk meredakannya. Air putih hanya bisa meredakan rasa pedas di mulut hanya untuk sementara. Setelah itu, rasa pedas akan kembali lagi. Daripada menggunakan air putih, lebih baik kalian pilih gula.

Dengan menggunakan gula, lidah kalian bisa berterima kasih karena rasa pedas akan jauh berkurang lebih banyak daripada meminum air putih. Faktanya adalah, gula bisa membanti menetralisir sensasi terbakar dari makanan pedas. Caranya cukup dengan 1 sendok gula, kemudian tuangkan ke dalam lidah kalian.

Sumber : www.tahupedia.com

Maryland Akan Jadi Negara Bagian Pertama Pelarang Styrofoam

Badan legislatif Maryland sudah menyetujui rancangan undang-undang untuk melarang polystyrene. Polystyrene umumnya dikenal sebagai gelas plastik, gelas, dan wadah makanan.

Kelompok lingkungan dan pertahanan sumber daya alam mengungkapkan, jika Gubernur Maryland menyetujui rancangan undang-undang ini, maka Maryland akan sah menjadi wilayah pertama yang melarang penggunaan styrofoam dan polystyrene.

Dia mengatakan bahwa melarang produk styrofoam ini adalah langkah pertama untuk mengekang ketergantungan masyarakat pada plastik sekali pakai.

Hanya saja sampai saat ini belum jelas apakah Gubernur Maryland Larry Hogan akan menandatangani RUU tersebut.

Sumber : www.cnnindonesia.com

WHO Bangga Pada Puskesmas Jatinegara

Abang none, 6 Bulan berdiri Puskesmas Jatinegara udeh ngasih contoh sebagai puskesmas yang punya pelayanan medis yang baik kepada konsumen.

Puskesmas yang terletak di wilayah Jakarta Timur dengan sentuhan betawi ini, menyediakan pelayanan kesehatan umum, poli kesehatan jiwa, poli anak, tuberkulosis, ruang bersalin, ruang menyusui, hingga area bermain untuk anak-anak, serta Konselor HIV.

Malahan WHO memberikan acungan 2 jempol terhadap Puskesmas ini, “Saya sangat berkesan pada layanan Puskesmas Jatinegara, apalagi setelah melihat ruang-ruang layanan kesehatan bagi pasien, bahkan tenaga medisnya yang komitmen dengan tugasnya masing-masing”, demikian ungkap Direktur Regional WHO Asia Tenggara Dr Poonam Khetrapal Singh saat berkunjungan ke Puskesmas Jatinegara Rabu 20 Maret 2019.

Dr. Poonam menambahkan, dirinya juga salut dengan program Puskesmas : KETUK PINTU LAYANI DENGAN HATI bahkan hampir 80% layanan kesehatan ditanggung oleh Asuransi bersama BPJS dan 20% Umum.

Direktur Regional WHO Asia Tenggara Dr Poonam Khetrapal Singh yang juga ditemani oleh jajaran Dinas kesehatan Pemprov DKI dan Kementrian Kesehatan RI ini menyempatkan melihat video layanan kesehatan puskesmas jatinegara hingga Savety Briefing yang sangat bermanfaat apabila terjadi kebakaran dan gempa bumi.

Menurut Dr Poonam, fasilitas kesehatan primer seperti Puskesmas Jatinegara ini, harus menjadi acuan dan standarisasi bagi negara-negara lain, termasuk prosedur standar saat terjadi bencana. Dr Poonam Khetrapal Singh yang ditemani juga oleh Kepala Puskesmas Jatinegara dan jajaran medis, serta jajaran Kemenkes RI saat berkunjung ke Puskesmas Jatinegara juga berpesan kepada masyarakat dan jajaran Puskesmas tidak hanya di puskesmas Jatinegara, bahwa WHO melihat persoalan penyakit infeksi saluran napas yang masih cukup tinggi, serta persoalan gaya hidup yang akhirnya berdampak pada kualitas hidup, dan hal ini harus terus di advokasi ke masyarakat dengan menerapkan pola hidup sehat, rajin ber-olahraga dan menjaga makanan.

Poonam nambahin, bahkan jika kita berkantor di lantai yang tidak cukup tinggi, dapat menggunakan tangga agar lebih sehat dan dapat melatih pernafasan. Selain itu Direktur Regional WHO Asia Tenggara Dr Poonam Khetrapal Singh menambahkan, pihaknya masih melihat penyakit non menular adalah persoalan yang cukup tinggi dan harus dierhatikan seperti halnya hipertensi / darah tinggi, kolesterol tinggi yang bisa menimbulkan pada penyakit-penyakit lainnya.

Sumber : Aldin – Kemenkes RI

Anies Ajukan Rp571 Triliun untuk Bangun Jakarta 10 Tahun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan proposal kepada Presiden Joko Widodo untuk percepatan pembangunan DKI Jakarta. Jumlahnya mencapai Rp571 triliun.

Angka ini dialokasikan untuk pembangunan Jakarta mulai dari pertambahan jalur Mass Rapid Transit (MRT) hingga pembenahan perlintasan sebidang di Ibu Kota.

Selain itu, Pemprov DKI juga akan membangun jalan di atas perlintasan sebidang kereta api. Hal ini dilakukan menyusul kemacetan yang sering terjadi saat transportasi umum menunggu kereta api yang lewat.

Total keseluruhan jalan yang akan dibangun di atas perlintasan sebidang ialah sepanjang 27 kilometer. Dengan pembangunan ini diperkirakan waktu tunggu akan berkurang hingga lima menit.

Nantinya di bawah jalan dekat perlintasan sebidang bakal dibangun semacam jalur joging ataupun ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan publik. Anies berharap rencana ini bisa berjalan dengan baik.

Sumber : www.cnnindonesia.com

POHON TERKENAL

Sejak masuk sebagai taruna baru di Akademi Kepolisian Semarang, Bara Maulana (Umay Shahab), Ayu Sekarwati (Laura Theux) dan Johanes Solossa (Raim Laode) harus mengucapkan selamat tinggal kepada kehidupan remaja yang normal. Masa depan mereka kini tidak lagi menjadi milik sendiri. Siapa yang akan bertahan dan siapa yang akan menyerah? Terutama ketika cinta dan hati menjadi taruhannya.

Sumber : www.21cineplex.com

Asinan Betawi, Salad Segar ala Kite

JIKA orang luar negeri punya sajian sayur segar berupa salad, orang Betawi punya hidangan tak kalah segarnya, yakni asinan Betawi. Asinan adalah makanan yang dibuat dengan cara pengacaran, yakni melalui pengasinan dengan garam atau pengasaman dengan cuka. Biasanya yang diasinkan atau diacarkan ialah berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.

Istilah asin mengacu kepada proses pengawetan dengan merendam buah atau sayur dalam larutan campuran air dan garam. Asinan sangat mirip dengan rujak. Perbedaan utamanya ialah bahan rujak disajikan segar, sedangkan bahan asinan disajikan dalam keadaan diasinkan atau diacar.

Ada banyak jenis asinan, tetapi yang paling terkenal ialah asinan Betawi dan asinan Bogor. Asinan sayuran orang Betawi dari Jakarta termasuk yang banyak digemari. Sejak dulu, makanan satu ini punya pencinta setianya.

Asinan Betawi terdiri dari berbagai jenis sayuran yang diasinkan dan diawetkan, sepert sawi, kubis, taoge, tahu, dan selada. Semuanya disajikan dalam bumbu kacang yang dicampur cuka dan cabai. Tak ketinggalan taburan kacang goreng dan kerupuk (khususnya kerupuk mi). Enggak sulit menemukan asinan di Ibu Kota, makanan ini acap dijual di rumah makan, warung, dan pedagang keliling.

Sumber : www.merahputih.com

Berlaku Akhir 2019, ERP Jakarta Makin Mahal saat Macet

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan penerapan kebijakan electronic road pricing (ERP) di ruas Sudirman-Thamrin Jakarta diusahakan berlaku mulai akhir 2019.

Menurut Bambang semakin macet pada ruas jalan yang menerapkan ERP, praktis tarif ERP per mobil yang dikenakan bakal semakin mahal.

Namun Bambang mengaku belum mengetahui besaran tarif untuk ERP Jakarta. Ia menjelaskan di sejumlah negara sekali melintas tarifnya mulai Rp5 ribu hingga Rp20 ribuan per mobil.

Bambang menambahkan bahwa memang seharusnya ERP segera diterapkan juga karena sistem ganjil genap dinilai tidak lagi cocok mengawal kemacetan Ibukota. Kemacetan terpantau terus meningkat meski ganjil genap berlaku saat ini.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Nasi Ulam : Sholat