YOWIS BEN 2

Usai diputus SUSAN (Cut Meyriska), BAYU (Bayu Skak) dihadapkan naiknya harga kontrakan yang membuat dia, Ibunya dan CAK JON (Arief Didu) terancam diusir. Untungnya Yowis Ben populer di Malang dan jadi satu-satunya harapan Bayu menyelesaikan persoalan keuangan.

Celakanya masing-masing personil menyimpan masalah. Mulai dari YAYAN (Tutus Thomson) yang menikah dengan MIA (Anggika Bolsterli), krisis keluarga NANDO (Brandon Salim) sejak ayahnya memutuskan menikah lagi, hingga masalah seremeh DONI (Joshua Suherman) berambisi punya pacar.

Bayu memecat Cak Jon, lalu mempercayakan Yowis Ben kepada CAK JIM (Timo Scheunemann), bule yang mengklaim dirinya sudah membesarkan banyak artis nasional. Mereka pun hijrah ke Bandung. Tapi masalah justru bertambah, selain kredibilitas Cak Jim yang mencurigakan, Bayu juga harus meluluhkan hati Bapak super galak karena dia jatuh cinta dengan ASIH (Anya Geraldine), putrinya.

Berhasilkah Bayu menyelamatkan keluarganya lewat Yowis Ben yang semakin terpecah?

Sumber : www.21cineplex.com

Suku Buton

Suku ini terletak di Sulawesi Tenggara. Suku buton ini memiliki satu tradisi yang unik, yaitu ritual Pekande-kandea atau makan-makan. Ritual ini merupakan jamuan makan kepada tamu yang berkunjung, dengan cara disuapi oleh gadis-gadis suku buton. Zaman dahulu, ritual ini dilakukan untuk menyambut para pejuang dari medan perang.

Sumber : www.kamiindonesia.id

Indonesia Jadi Negara Terbesar Kedua Penyumbang Devisa Pariwisata Singapura Setelah China

Sumber Foto : www.blog.reservasi.com

Devisa pariwisata Singapura dari wisatawan Indonesia pada 2018 mengalami pertumbuhan lebih besar dari kunjungan wisatawan Indonesia.

Indonesia menjadi pasar terbesar kedua pariwisata di Singapura dengan jumlah kunjungan wisatawan asal Indonesia pada 2018 naik 2 persen yaitu 3.021 juta wisatawan dibanding tahun sebelumnya.

Hal tersebut menunjukkan Indonesia menjadi penyumbang devisa pariwisata Singapura terbesar kedua setelah China yaitu sebesar S$ 2,13 miliar atau naik 8 persen dari 2017.

Direktur Area Singapore Tourism Board (STB) untuk Indonesia Raymond Lim menuturkan, Indonesia adalah pasar yang penting di mana meski tahun 2018 terdapat tantangan ekonomi secara global.

Sumber : www.batam.tribunnews.com

Cara Makan Kepiting

1. Menggunakan Alat Pemecah Cangkang Kepiting

Pemecang Cangkang
Sumber Foto : Pemecang Cangkang Via wikiHow

Kepiting tidak seperti ikan yang tinggal dibelah dan dicomot. Butuh perlakuan khusus jika ingin menikmatinya semaksimal mungkin. Yang pertama kamu perlukan adalah senjata ampuh untuk memecah atau membuka cangkang kepiting. Bentuknya seperti tang. Setelah bagian cangkang atau capit terbuka kamu bisa langsung memakan daging atau menghisapnya.

2. Membelah Kepiting dan Cabut Capitnya

Membelah Kepiting
Sumber Foto : Membelah Kepiting Via YouTube

Makan kepiting memang lumrah menggunakan tangan langsung. Namun beberapa keadaan mengharuskanmu makan dengan sendok dan garpu. Jangan khawatir, kamu masih bisa tetap makan kok. Caranya adalah dengan membelah kepiting menjadi beberapa bagian. Di beberapa restoran biasanya kepiting tersaji dalam keadaan sudah terbelah. Jika belum, kamu bisa meminta bantuan pada pelayan. Selain itu, sebaiknya kamu mencabut capitnya terlebih dahulu dengan gerakan menarik kemudian diputar.

3. Makan Kepiting dengan Sendok dan Garpu

Makan Kepiting dengan sendok
Sumber Foto : Makan Kepiting dengan sendok Via nl.aliexpress.com

Jika tidak ada alat untuk memecah cangkang, kamu bisa menggunakan sendok dan garpu. Cara ini cukup ampuh untuk bagian capit yang memang menyimpang banyak daging. Tusuklah daging dengan garpu lalu hancurkan kulit capit dengan sendok. Setelah remuk, ganti fungsi sendok untuk menahan capit dan garpu buat mengorek-ngorek dagingnya. Mudah sekali kan?

4. Menikmati Bagian Dada Kepiting

Makan Kepiting
Sumber Foto : Makan Kepiting Via Instagram Baltimore Magazine

Bagian dada kepiting juga menyimpang banyak daging. Sebenarnya paling pas dinikmati langsung dengan tangan. Namun mengeruknya dengan sendok juga bisa. Di area ini juga terdapat bagian paru-paru yang rasanya kurang enak. Kamu harus lebih jeli agar bagian itu tidak termakan.

Sumber : www.travelingyuk.com

Hati-Hati!!! Gambar Berformat PNG Berbahaya untuk Android

Sumber Foto : www.klick.co.id

Baru-baru ini Google mengungkapkan adanya kerentanan di sistem operasi besutannya, Android. Para pengguna dikabarkan diminta untuk lebih waspada jika menerima gambar berformat PNG.

Dilansir dari laman CSO Online, Kamis (14/2/2019), terdapat bug atau celah keamanan yang ditemukan para mitra Android yang dapat merusak sistem operasi Android mulai versi 7.0 Nougat hingga 9.0 Pie. Celah tersebut memungkinkan peretas menjalankan kode setelah pengguna menerima dan membuka gambar berformat PNG yang telah dirancang khusus untuk merusak sistem.

Nantinya, pengguna tidak akan sadar karena saat melihat gambar tersebut berarti membuka jalan bagi hacker untuk menyerang ponsel Anda dari jarak jauh.

Meski begitu, Google belum memberikan penjelasan lebih rinci terkait masalah ini.

Sumber : www.techno.okezone.com

 

DKI Raih Penghargaan SAKIP dari KemenPAN-RB

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) pada 6 Februari 2019 lalu di Kota Banjarmasin.

Kepala Biro Organisasi Reformasi dan Birokrasi (ORB) DKI Jakarta, Iin Mutmainah mengatakan, prestasi ini diperoleh Pemprov DKI karena dinilai telah berhasil menerapkan SAKIP dengan baik. Khususnya dalam hal mewujudkan efektifitas serta efisiensi penggunaan anggaran.

Di tempat yang sama, Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Biro ORB DKI Jakarta, Marlon Garsia menjelaskan,penghargaan SAKIP ini diperoleh berdasarkan penilaian evaluasi kerja seluruh SKPD DKI tahun 2017 lalu.

Sumber : www.beritajakarta.id

ANAK HOKI

Di awal usia remajanya, Ahok harus meninggalkan kenyamanan hidupnya di Belitung dan memulai hidup mandiri di Jakarta. Ahok kemudian berkenalan dengan Daniel, Bayu, dan Eva yang menjadi teman-teman terdekatnya. Ahok bertekad, di Jakarta dia akan menerapkan semua nilai moral dan kebaikan yang dia pelajari dari ayahnya. Tapi siapa menyangka, berbuat baik tidak sesederhana yang dia pikir selama ini?

Ketika Bayu mulai jatuh cinta pada Eva dan cemburu pada Ahok, ketika Daniel mulai melibatkan Ahok dalam kebohongannya terhadap keluarganya, dan ketika Eva ternyata menyimpan sebuah rahasia besar dan kabur dari rumah, Ahok sadar, ada kalanya berbuat benar butuh pengorbanan dan perjuangan.

Belum lagi saat Ahok menyadari bahwa dia tak bisa memenuhi harapan ayahnya menjadi seorang dokter. Haruskah Ahok berkompromi dengan situasi yang menghimpitnya, lalu melepaskan semua nilai moral yang dia pegang teguh dari ayahnya? Atau mampukah dia untuk tetap tegar berdiri di atas semua prinsip hidupnya? Lalu, apakah Ahok akan tetap menjadi Ban Hok, anak yang tak akan pernah berhenti belajar dan selalu beruntung, seperti yang diharapkan oleh ayahnya?

Sumber : www.21cineplex.com

Jamang Sangsang, Pakaian Alam Suku Baduy

Suku Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Banten, selama ini hidup dalam aturan adat yang kuat. Aturan ini mencakup semua kegiatan, tingkah laku, serta barang yang digunakan. Begitu juga dengan pakaian yang melekat pada masyarakat Suku Baduy. Pakaian atau baju adat ini telah menjadi ciri khas masyarakat karena warna dan desainnya yang sederhana. Warna hitam dan putih menjadi warna yang dominan dalam pakaian adat Suku Baduy.

Baju adat Suku Baduy terbuat dengan bahan yang didapat dari alam sekitar. Hal ini mudah saja karena pegunungan yang kaya hasil alam telah menjadi tempat tinggal Suku Baduy sejak bertahun-tahun lamanya.

Proses dimulai dari menanam biji kapas hingga panen. Selanjutnya, proses memintal kapas hingga menjadi benang. Kapas yang telah menjadi benang selanjutnya ditenun oleh kaum perempuan Suku Baduy hingga menjadi bahan. Bahan inilah yang nantinya akan dibuat menjadi baju adat dan dipakai sehari-hari untuk beraktivitas.

Pakaian untuk laki-laki Suku Baduy disebut dengan jamang sangsang. Baju ini berlengan panjang dengan cara pakai hanya disangsangkan atau hanya dilekatkan pada tubuh. Desain baju sangsang berlubang pada bagian leher sampai dada serta tidak menggunakan kerah, kancing, dan kantong.

Baju adat ini didominasi dengan warna putih dan tidak boleh dijahit menggunakan mesin jahit. Warna putih pada baju diartikan dengan kehidupan mereka yang suci dan tidak terpengaruh budaya luar. Warna ini hanya dikhususkan bagi Suku Baduy Dalam. Berbeda dengan masyarakat Baduy Luar, Mereka menggunakan baju kampret bewarna hitam atau biru tua. Baju adat masyarakat Baduy Luar juga sudah terpengaruh budaya luar, terlihat dari kantong dan kancing yang digunakan dalam mendesain baju.

Pada bagian bawah atau celana, Suku Baduy hanya menggunakan kain bewarna biru kehitaman yang dililitkan pada bagian pinggang. Celana ini diikat dengan selembar kain yang berfungsi sebagai ikat pinggang. Sedangkan di bagian atas, kain ikat kepala digunakan sebagai penutup. Ikat kepala ini dibedakan dengan warna putih dan biru tua. Untuk putih diperuntukkan bagi Suku Baduy Dalam sedangkan warna biru tua bercorak batik menjadi ikat kepala yang digunakan Suku Baduy Luar.

Umumnya Suku Baduy baik luar maupun dalam selalu membawa bedog atau golok dalam kesehariannya. Aksesoris lainnya sebagai tambahan pakaian adat Suku Baduy yaitu tas yang terbuat dari kulit kayu pohon terep. Tas yang disebut koja atau jarog ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Suku Baduy. Karena tas ini berfungsi sebagai tempat menyimpan perlengkapan yang dibutuhkan suku yang mendiami wilayah Banten ini.

Untuk kaum perempuan Suku Baduy, pakaian adatnya hanya berupa kain atau semacam sarung bewarna biru kehitam-hitaman. Kain ini berupa kebaya dengan motif batik yang dipakai dari tumit hingga ke dada. Perbedaan yang paling mencolok terlihat jika pakaian ini dipakai oleh perempuan yang sudah menikah dan belum. Jika yang sudah menikah baju terlihat terbuka di bagian dada sedangkan untuk perempuan yang belum menikah maka bagian dada akan tertutup.

Sumber : www.indonesiakaya.com

Promosi Destinasi Wisata dan Kearifan Lokal Jakarta Digencarkan

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta terus mengencarkan promosi destinasi wisata dan kearifan lokal. Salah satunya, melalui pemanfaatan teknologi dan informasi.

Kepala Bidang Informasi dan Pengembangan Disparbud DKI Jakarta, Alberto Ali mengatakan, pihaknya melakukan terobosan baru untuk melakukan promosi secara visual melalui media sosial dengan membuat channel Jakarta Tourism di Youtube dengan lambang Enjoy Jakarta.

Alberto menjelaskan, pihaknya menargetkan 30 produk wisata dan kesenian Betawi dapat ditayangkan tahun ini dengan rincian 10 video permainan anak, 10 kuliner, dan 10 kesenian.

Alberto berharap, kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, ragam seni budaya atau kearifan lokal di Jakarta bisa terus lestari.

Sumber : www.beritajakarta.id

Daftar Pemenang Lengkap Grammy Awards 2019

Perhelatan akbar Grammy Awards 2019 digelar pada Senin (11/02) di Staples Center Los Angeles, Amerika Serikat.

Sebanyak 44 nominasi bergengsi diperebutkan insan musik dalam ajang penghargaan musik tertinggi dunia ini.

Tak hanya sengit, Grammy Awards 2019 yang bertabur bintang ini sudah menjadi trending topic di Twitter semenjak kemarin.

Grammy Awards 2019 kali ini juga kembali diisi dengan nama Lady Gaga sebagai salah satu pemenangnya.

Tak kalah mengejutkan, penampilan BTS, boy grup asal Korea Selatan sukses menghibur acara akbar ini.

Lantas, siapa saja ya, daftar pemenang Grammy Awards 2019? Cek selengkapnya disini :

Song of the Year: “This is America,” Donald Glover

Best Country Album: Golden Hour, Kacey Musgraves

Best Rap Song: “God’s Plan,” Drake

Best Pop Duo/Group Performance: “Shallow,” Lady Gaga & Bradley Cooper

Best Pop Vocal Album: Sweetener, Ariana Grande

Best Pop Solo Performance: “Joanne (Where Do You Think You’re Goin’?),” Lady Gaga and Mark Ronson

Producer of the Year, Non-Classical: Pharrell Williams

Best Traditional Pop Vocal Album: My Way, Willie Nelson

Baca Juga : Sebut Ada Bukti Transfer, Della Perez Dihargai Segini oleh Mucikari?

COUNTRY

Best Country Solo Performance: “Butterflies,” Kacey Musgraves

Best Country Duo/Group Performance: “Tequila,” Dan & Shay

Best Country Song: “Space Cowboy,” Kacey Musgraves, Luke Laird, Kacey Musgraves and Shane McAnally

HIP HOP/RNB

Best R&B Performance: “Best Part,” H.E.R. featuring Daniel Caesar

Best Traditional R&B Performance (Tie): “Bet Ain’t Worth The Hand,” Leon Bridges and “How Deep Is Your Love,” PJ Morton featuring Yebba

Best R&B Song: “Boo’d Up,” Ella Mai

Best Urban Contemporary Album: Everything Is Love, The Carters

Best Rap Performance (Tie): “King’s Dead,” Kendrick Lamar, Jay Rock, Future and James Blake, and “Bubblin,” Anderson Paak

Best Rap/Sung Performance: “This Is America,” Childish Gambino

ROCK

Best Rock Performance: “When Bad Does Good,” Chris Cornell

Best Metal Performance: “Electric Messiah,” High on Fire

Best Rock Song: “Masseduction,” St Vincent

Best Rock Album: From The Fires, Greta Van Fleet

Best Alternative Music Album: Colors, Beck

AMERICAN ROOTS

Best American Roots Performance: “The Joke,” Brandi Carlile

Best American Roots Song: “The Joke,” Brandi Carlile

Best Americana Album: By The Way, I Forgive You, Brandi Carlile

Best Bluegrass Album: The Travelin’ McCourys, The Travelin’ McCourys

Best Traditional Blues Album: The Blues Is Alive And Well, Buddy Guy

Best Contemporary Blues Album: Please Don’t Be Dead, Fantastic Negrito

Best Folk Album: All Ashore, Punch Brothers

GOSPEL/CONTEMPORARY CHRISTIAN MUSIC

Best Gospel Performance/Song: “Never Alone,” Kirk Franklin and Tori Kelly

Best Contemporary Christian Music Performance/Song: “You Say,” Lauren Daigle and Paul Mabury

Best Gospel Album: Hiding Place, Tori Kelly

Best Contemporary Christian Music Album: Look Up Child, Lauren Daigle

Best Roots Gospel Album: Unexpected, Jason Crabb

JAZZ

Best Improvised Jazz Solo: “Don’t Fence Me In,” John DaVersa

Best Jazz Vocal Album: The Window, Cécile McLorin Salvant

Best Jazz Instrumental Album: Emanon, The Wayner Shorter Quartet

Best Large Jazz Ensemble Album: American Dreamers: Voices of Hope, Music of Freedom, John DaVersa Big Band Featuring DACA Artists

Best Latin Jazz Album: Back to the Sunset, Dafnis Prieto Big Band

CLASSICAL

Best Engineered Album, Classical: Shostakovich: Symphonies Nos. 4 & 11, Shawn Murphy and Nick Squire, engineers, Tim Martyn, masteering engineer

Producer Of The Year, Classical: Blanton Alspaugh

Best Orchestral Performance: Shostakovich: Symphonies Nos. 4 & 11, Andris Nelsons, conductor

Best Opera Recording: “Bates: The (R)evolution Of Steve Jobs”

Best Choral Performance: “McLoskey: Zealot Canticles,” Donald Nally, conductor

Best Chamber Music/Small Ensemble Performance: “Landfall,” Laurie Anderson and the Kronos Quartet

Best Classical Instrumental Solo: “Kernis: Violin Concerto,” James Ehnes

Best Classical Solo Vocal Album: “Songs Of Orpheus–Monteverdi, Caccini, D’India & Landi,” Karim Sulayman; Jeanette Sorrell, conductor, Apollo’s Fire, ensembles

Best Classical Compendium: “Fuchs: Piano Concerto ‘Spiritualist’; Poems Of Life; Glacier; Rush,” JoAnn Falletta, conductor; Tim Handley, producer

Best Contemporary Classical Composition: “Kernis: Violin Concerto,” James Ehnes, Ludovic Morlot & Seattle Symphony

LATIN

Best Latin Pop Album: Sincera, Claudia Brant

Best Latin Rock, Urban or Alternative Album: Aztlan, Zoé

Best Regional Mexican Music Album: ¡Mexico Por Siempre!, Luis Miguel

Best Tropical Latin Album: Anniversary, Spanish Harlem Orchestra

DANCE

Best Dance Recording: “Electricity,” Silk City & Dua Lipa Featuring Diplo & Mark Ronson

Best Dance/Electronic Album: Woman Worldwide, Justice

Best Regional Roots Music Album: No ‘Ane’i, Kalani Pe’a

Best Comedy Album: Equanimity & The Bird Revelation, Dave Chapelle

Best Musical Theater Album: The Band’s Visit

Best Instrumental Composition: Blut Und Boden (Blood and Soil), Terence Blanchard

Best Arrangement, Instrumental or A Cappella: Stars and Stripes Forever, John Daversa

Best Arrangement, Instruments and Vocals: Spiderman Theme, Randy Waldman

Best Recording Package: Masseduction, Willo Perron, art directors (St. Vincent)

Best Recording Package: The Complete Works Of “Weird Al” Yankovic, Meghan Foley, Annie Stoll & “Weird Al” Yankovic art directors (“Weird Al” Yankovic)

Best Album Notes: Voices Of Mississippi: Artists and Musicians Documented By William Ferris, David Evans, album notes writer (Various Artists)

Best Historical Album: Voices Of Mississippi: Artists And Musicians Documented By William Ferris, William Ferris, April Ledbetter & Steven Lance Ledbetter, compilation producers; Michael Graves, mastering engineer (Various Artists)

Best Engineered Album, Non-Classical: Colors, Beck

Best Remixed Recording: Walking Away (Mura Masa Remix), Mura Masa, Remixer (HAIM)

Best Immersive Audio Album: Eye in the Sky (35th Anniversary Edition), Alan Parsons, surround mix engineer; Dave Donnelly, PJ Olsson, & Alan Parsons, surround mastering engineers; Alan Parsons, surround producer (The Alan Parsons Project

Best Contemporary Instrumental Album: Steve Gadd Band, Steve Gadd Band

Best World Music Album: Freedom, Soweto Gospel Choir

Best Compilation Soundtrack for Visual Media: The Greatest Showman

Best Score Soundtrack for Visual Media: Black Panther

Best Song Written For Visual Media: “Shallow,” Lady Gaga, Mark Ronson, Anthony Rossomando and Andrew Wyatt, songwriters (Lady Gaga & Bradley Cooper)

Best New Age Album: Opium Moon, Opium Moon

Best Children’s Album: All The Sounds, Lucy Kalantari & The Jazz Cats

Best Spoken Word Album: Faith: A Journey For All, President Jimmy Carter

Best Music Video: “This Is America,”Childish Gambino, Hiro Murai, video director, Ibra Ake, Jason Cole and Fam Rothstein, video producers

Best Music Film: Quincy

Best Reggae Album: 44/876, Sting & Shaggy

Sumber : www.bangka.tribunnews.com