Fasilitas Wi-Fi Gratis di Stasiun Jakarta dan Bogor

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) saat ini sudah menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis di beberapa stasiun di Jakarta dan Sekitarnya. Pada tahap awal ini, jaringan Wi-Fi gratis yang sudah bisa digunakan 100 persen adalah untuk stasiun lalu lintas Jakarta Kota-Bogor.

Dilansir dari bumn.go.id, area Wi-Fi gratis ini sudah bisa dinikmati oleh penumpang ini diberikan secara unlimited, sehingga tidak ada batasan kuota.

Bagi kamu yang ingin menikmati WiFi gratis di beberapa stasiun di Jakarta ini, setidaknya harus melalui lima langkah registrasi nomor telepon terlebih dahulu.

Langkah pertama kamu diharuskan untuk mengunduh aplikasi LINIPOIN yang tersedia Google Play Store bagi pengguna Android.

Setelah aplikasi terunduh, kamu terlebih dahulu harus membuat akun pribadi LINIPOIN dengan menggunakan alamat e-mail atau akun Facebook.

Langkah selanjutnya setelah memiliki akun, kamu harus mengisi data identitas diri, seperti nama, tanggal lahir, pekerjaan, alamat e-mail, dan password.

Lalu, mendaftarkan nomor telepon yang akan dipakai untuk mengakses WiFi. Nantinya, kode registrasi nomor telepon akan dikirim melalui pesan singkat. Setelah nomor telepon berhasil diregistrasi, pengguna harus mengaktifkan akun Linipoin dengan cara mengklik link verifikasi yang dikirimkan melalui e-mail.

Sebelum mengakses WiFi gratis LINIPOIN, kamu harus memastikan mode WiFi pada masing-masing telepon genggam telah aktif. Pilih koneksi WiFi yang bernama FreeWi-fi:LINIPOIN. Selanjutnya, masukkan nomor telepon yang telah diregistrasi. Kode unik yang terdiri dari 4 angka akan dikirimkan melalui aplikasi LINIPOIN. Setelah memasukkan kode unik itu, klik connect. Selamat, WiFi gratis Linipoin berhasil digunakan.

Diketahui, fasilitas WiFi gratis itu merupakan hasil kerja sama PT KAI Daop 1 Jakarta dan PT Pulau-Pulau Media, perusahaan yang juga mengelola monitor PID di KRL yang berkerja sama dengan PT KCI.

Namun, saat ini baru pengguna Android yang dapat menikmati WiFi gratis dengan cara mengunduh aplikasi LINIPOIN.

Pada tahap awal, jaringan WiFi gratis diutamakan untuk stasiun lintas Jakarta Kota-Bogor.

Sementara stasiun-stasiun lainnya masih dalam tahap penyempurnaan.

Sumber : www.travel.tribunnews.com

Mengenal Gatot Kaca Dalam Seni Melukis

Abang none, Mendidik bakat anak harus sejak dini diasah, apalagi anak – anak sekarang tidak ada yang tak mahir melukis, apalagi mengarahkannya dengan lukisan yang bermanfaat sebagai ilmu pengetahuan dan budaya, semisal melukis Tokoh pewayangan sakti Gatot Kaca.

Mengambil tempat, di Museum pelukis seniman bangsa, Basoeki Abdullah di Fatmawati Jakarta Selatan , Senin 28 Januari 2019. Kegiatan kesenian dan kebudayaan dengan melukis terus digalakkan, termasuk mengawali tahun 2019, pertama kalinya Musium ini menyelenggarakan lomba melukis Gatot Kaca (Tokoh Pewayangan) untuk tingkat sekolah dasar se-jabodetabek untuk kelas 5 dan 6.

Kepala Museum Basoeki Abdullah, Maeva Salmah bilang, pihaknya mengambil tema Gatot Kaca karena Basoeki Abdullah senang melukis tokoh-tokoh pewayangan seperti Gatot Kaca, Bima, Joko Tarub, Pergiwa dan Pergiwati.

“Ada banyak lukisan Basoeki Abdullah yang terkait dengan Mahabarata, jadi selain ingin menumbuhkan minat dan bakat peserta didik, panitia juga ingin menunjukkan bahwa Basoeki Abdullah yang sudah melanglang buana, beliau senang melukis tentang Indonesia ini” kata Maeva Salmah.

Maeva juge berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta peserta didik terhadap tokoh pewayangan, apalagi banyaknya tokoh jagoan luar yang masuk ke Indonesia. “Jadi jangan cuma pads tau superman dan Batman saja. Sehingga peserta didik lebih cinta terhadap sosok yang dimiliki oleh bangsa Indonesia” tuturnya.

Maeva Juge negasin, jumlah peserta lomba tersebut mencapai 101 peserta. Panitia menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan, piala dan sertifikat. Sementara yang bertindak sebagai dewan juri diantaranya Wito dari Komunitas Pelukis Pasar Baru, Jamrud dari Galeri Nasional, dan Gilang dari Universitas Paramadina.

 

Sumber : Aldin – Kemendikbud RI

Kolev Harap Pemain Persija Tak Temui Masalah Bermain di Rumput Sintetis

Persija Jakarta terus melakukan persiapan untuk tampil di laga perdana kualifikasi Liga Champions Asia. Tim Macan Kemayoran kerap berlatih di lapangan sintetis. Hal ini lantaran Persija Jakarta menantang Home United di Jalan Besar Stadium 5 Februari mendatang. Stadium Jalan Besar diketahui menggunakan rumput sintetis. Untuk hal ini Persija berlatih di lapangan C Senayan Jakarta. Berlatih di rumput sintetis, penggawa Persija diharapkan dapat beradaptasi sehingga mereka tidak kesulitan lagi saat menghadapi Home United nanti.

Terkait hal ini, pelatih Ivan Kolev pun menyambutnya dengan positif. Bahkan bagi pelatih asal Bulgaria ini, kualitas rumput sintetis Lapangan C lebih baik dari rumput sintetis Jalan Besar Stadium.

Sumber : www.indosport.com

Pasar Ikan ‘Tsukiji’ di Muara Baru akan Jadi Tempat Wisata Baru

Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru di Penjaringan, Jakarta Utara selesai dibangun. Rencananya, pasar ikan ini dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Februari 2019 mendatang. 

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Rifky Effendi Hardijanto mengatakan PIM Muara Baru akan menjadi destinasi wisata baru di Jakarta. Ke depan, pihaknya memiliki visi untuk mengintegrasikan pasar ini dengan kawasan-kawasan wisata di Jakarta Utara sehingga menjadi satu kawasan wisata Bahari yang terintegrasi.

PIM Muara Baru sendiri akan menjadi destinasi wisata baru lantaran mengusung konsep berbeda dengan pasar-pasar ikan pada umumnya. Kondisi pasar akan lebih modern dan higienis seperti pasar-pasar ikan di negara maju.
Tak hanya membeli ikan segar, pengunjung yang datang ke PIM Muara Baru bisa juga berbelanja panganan jadi di area pusat kuliner.

Sumber : www.finance.detik.com

Hallyu Baru setelah Kpop dan Drama Korea

Meski masih mengalami sejumlah tantangan terkait penjualan layaknya manga di Jepang, industri manhwa melalui webtoon kini tengah bergerak menjadi kekuatan ketiga dari gelombang kebudayaan Korsel selain K-pop dan drama dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi yang belum familiar, manhwa adalah sebutan untuk komik asal Korea Selatan. Sementara webtoon merupakan manhwa digital yang didistribusikan via internet.

Kamis (17/01), salah satu boyband Korsel paling tersohor BTS (Bangtan Sonyeondan) merilis serial webtoon berjudul “Save Me”, bekerja sama dengan Naver di platformmereka yang juga bernama Webtoon.

Menurut sinopsisnya, kisah manhwa digital “Save Me” ini sendiri cukup sederhana, yakni mengenai kisah tujuh orang pria yang bersahabat namun berpisah untuk memulai jalan hidup berbeda yang berujung pada penderitaan. Salah seorang dari mereka kemudian secara magis diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu, menolong teman-temannya memperbaiki jalan hidup masing-masing.

Yang menarik sesungguhnya bukan cerita dari webtoon itu, namun status BTS sebagai bukan boyband biasa. Album mereka yang berjudul Wings, misalnya, sempat bertengger di peringkat 26 dalam daftar Billboard 200, peringkat tertinggi yang pernah dicapai album K-Pop hingga 2016.

Rekor ini kemudian mereka pecahkan sendiri melalui album Love Yourself: Tear dan Love Yourself: Answer. Keduanya sempat mencapai posisi puncak pada daftar tersebut di 2018.

Pertanyaannya: Mengapa agensi BTS, Big Hit entertainment, masih merasa perlu menerbitkan manhwa terkait boyband yang sudah sedemikian tenar itu melalui Webtoon?

Keputusan BTS dan agensinya boleh jadi berkorelasi dengan studi Jang Wonho dan Song Jung Eun dari University of Seoul berjudul “Webtoon as a New Korean Wave in The Process of Glocalization” (2017).

Dalam studi itu, Jang Wonho dan Song Jung Eun berpendapat bahwa webtoon dalam beberapa tahun terakhir telah bertransformasi menjadi salah satu konten gelombang Korea (Korean Wave/Hallyu) yang tengah naik daun.

Setidaknya dalam satu dekade terakhir, industri webtoon memang menunjukkan potensi pertumbuhan global yang masif. Salah satu indikasinya adalah peningkatan besar-besaran pasar webtoon di seluruh dunia di tengah pasar komik cetak yang terus menurun.

Sumber : www.tirto.id | www.youtube.com

Urus Perizinan Lewat Aplikasi JakEVO

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta terus berupaya mendorong peringkat kemudahan bisnis alias ease of doing bussiness (EODB) Indonesia ke posisi peringkat 40 besar dunia.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui penyediaan aplikasi perizinan dengan pelayanan online yang bertajuk Jakarta Evolution (JakEVO).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi dalam keterangan resminya Senin (28/1/2019) menjelaskan, JakEVO merupakan sebuah program aplikasi PTSP yang mampu memberikan berbagai macam platform elektronik yang memudahkan pemohon sehingga dapat mencegah praktik calo dalam pengurusan izin atau non izin.

JakEVO Dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan yang user friendly.

Proses pengajuan izin pun menjadi lebih singkat hanya dengan tiga langkah yaitu upload dokumen, tagging lokasi dan disclaimer, kemudian pemohon sudah dapat menerbitkan sertifikat izin yang dimohonnya sendiri.

Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan pemohon untuk mengunggah lebih dari satu berkas dalam waktu bersamaan. Berkas disimpan dalam folder “Berkas Saya”, sehingga pemohon tidak perlu mengunggah ulang untuk izin yang selanjutnya ingin diajukan.

Sumber : www.tribunnews.com

Perangi DBD, Dinkes Ajak Warga Jadi Kader Jumantik

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengajak warga Ibukota aktif serta memerangi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satunya dengan bergabung menjadi kader juru pemantau jentik (jumantik).

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Widyastuti menyampaikan, sejauh ini pihaknya telah melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sekaligus menggencarkan gerakan Menguras, Mengubur, Menutup (3M) untuk mencegah munculnya nyamuk Aedes Aegypti.

Ia menjelaskan, sejak 2005 lalu, pihaknya telah melibatkan 160 rumah sakit yang juga terkoneksi dengan puskesmas melalui system surveilans DBD berbasis web. Melalui sistem tersebut, seluruh pasien DBD yang masuk melalui rumah sakit maupun puskemas langsung terinput datanya.

Sumber : www.beritajakarta.id

Warga Diimbau Lakukan Upaya Pencegahan Kebakaran

Sejak awal hingga 27 Januari 2019, tercatat 10 kali peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Jakarta Barat. Hal ini disampaikan Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi saat menghadiri kegiatan HDCI Jakbar, Minggu (27/1).

Ia mengungkapkan, dari rentetan peristiwa kebakaran yang terjadi, paling besar terdampak di Kelurahan Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan, serta musibah kebakaran di permukiman warga tiga RW di Kelurahan Tomang. 

Untuk itu, Rustam mengimbau warga mengganti pemakaian kabel yang tidak sesuai standar guna mencegah atau meminimalisir terjadinya musibah kebakaran.

Ia juga mengimbau, agar warga melakukan berbagai upaya pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing.

Sumber : www.beritajakarta.id

Pembinaan Atlet DKI Harus Lebih Dioptimalkan

Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Syahrial, meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) lebih mengoptimalkan pembinaan atlet agar dapat lebih meningkatkan prestasi olahraga DKI Jakarta.

Menurut dia, agar pembinaan atlet dapat lebih optimal, Dispora harus lebih bersinergi dengan KONI DKI sebagai induk organisasi cabang olahraga.

Dispora, lanjut Syahrial, dapat membangun sarana dan prasarana serta menyelenggarakan event olahraga yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sumber : www.beritajakarta.id

LAUNDRY SHOW

Film drama satu ini bercerita tentang Uki yang lebih sering dipanggil Kokoh (Boy William), yang memutuskan untuk keluar dari dari tempat kerjanya karena merasa karirnya tidak benanjak dan mulai bosan dengan rutinitas. Ia pun memulai bisnisnya sendiri dengan membuka usaha laundry.

Laundry Show akan membuat para penonton tertawa dengan Kokoh yang harus berhadapan dengan para pegawainya yang memiliki kepribadian beragam dan jenaka.

Tak hanya berusaha beradaptasi dengan para pegawainya, Kokoh juga mendapat tantangan baru yaitu menghadapi pesaing bisnisnya, Agustina (Gisella Anastasia), seorang perempuan yang tiba-tiba jga mendirikan usaha laundry di depan tempat usahanya. Namun, di tengah persaingan yang terjadi, juga mulai tumbuh benih cinta di antara mereka.

Kokoh pun akan dihadapkan pada pilihan besar, yaitu mempertahankan kelangsungan bisnisnya atau mengusahakan cinta yang muncul dalam hidupnya.

Sumber : sinopsisfilmbioskopterbaru.com