Resleting Macet? Ini Solusinya!!

1. Gunakan lilin
Mungkin cara ini sudah sangat sering kita dengar. Menggunakan lilin sangat efektif mengatasi resleting macet. Anda hanya perlu menggosokan lilin ke resleting. Setelah itu, buka tutup resleting, ulangi terus menerus hingga resleting tidak seret lagi.

2. Gunakan pensil
Anda juga dapat memperbaiki resleting macet dengan bantuan pensil. Anda hanya perlu mengasah pensil dan menggosoknya di sepanjang kedua tepi ritsleting. Kandungan grafit pensil bertindak sebagai pelumas.

Setelah Anda selesai menggosok pensil di sepanjang sisi-sisinya, cobalah perlahan menarik ritsleting. Jika resleting masih rusak, gosokkan lagi.

3. Gunakan petroelum jelly
Petroleum jelly adalah pelumas yang dapat digunakan untuk memperbaiki ritsleting macet. Berikut adalah bagaimana Anda bisa melakukannya.

Oleskan sedikit petroleum jelly di jari Anda dan gosokkan pada resleting. Sekarang, tarik ritsleting secara lembut. Ulangi hingga beberapa kali sampai resleting tidak macet lagi.

Sumber : www.feed.merdeka.com

Tempat Wisata Instagramable Baru di Yogya: Puri Mataram

Bicara soal tempat wisata di Yogyakarta seperti tidak ada habisnya. Bahkan sekarang ada satu destinasi baru yang mengusung konsep budaya Kerajaan Mataram.

Di tempat wisata yang bernama Puri Mataram ini, pengunjung dapat merasakan nuansa tradisional yang kental akan nilai budaya di tengah-tengah hiruk pikuk Kabupaten Sleman.

Puri Mataram sendiri berjarak sekitar 8 KM dari pusat Kota Yogya, untuk mencapai tempat tersebut pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat ke utara, tepatnya ke arah Jalan Magelang.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tridadi Makmur, Raden Agus Cholik mengatakan, Puri Mataram dibentuk warga Drono setelah melihat banyaknya tempat wisata yang berada di sekitar Tridadi. Selain itu, mengingat adanya dana Desa didukung keberadaan lahan yang berpotensi dijadikan tempat wisata, warga kemudian menyulapnya sebagai tempat wisata.

Dikatakan Cholik, bahwa selain memanfaatkan dana Desa, pembangunan Puri Mataram berasal dari dana Pemerintah Provinsi DIY dan sumbangan masyarakat. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembangunan Puri Mataram betul-betuk kolaborasi antara Pemerintah dan masyarakat.

Konsep yang berbeda pun dipilih agar dengan tempat wisata di Tridadi tidak menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan ke depannya malah dapat bekerjasama dengan tempat wisata lain.

Setelah dimusyawarahkan, muncullah konsep tempat wisata keluarga berbasis kebudayaan Kerajaan Mataram. Selain itu, dengan konsep tersebut dapat mengedukasi pengunjung yang datang.

Lebih lanjut, saat ini di Puri Mataram baru tersedia 3 wahana wisata, namun akhir tahun ini pihaknya berencana menambah dua wahana baru. Bahkan tahun depan Puri Mataram berencana menambah lagi wahananya.

Ditambahkan Cholil, dengan keberadaan Puri Mataram diharapkan mampu menjadi salah satu pilihan destinasi wisata di DIY dan benar-benar menjadi tempat wisata yang bisa dinikmati oleh masyatakat luas.

Sumber : www.travel.detik.com

Video musik baru Ariana Grande pecahkan rekor YouTube

Setelah tiga minggu merilis single terbarunya, “Thank U, Next”, Ariana Grande akhirnya mengunggah video musik dari lagu tersebut di YouTube pada Jumat (30/11/2018).

Tampaknya tak hanya Arianators–sebutan untuk penggemar penyanyi asal Amerika Serikat itu–yang penasaran dengan video musik karya sutradara Hannah Lux Davis tersebut.

Terbukti, hanya dalam waktu 22 jam, “Thank U, Next” telah disaksikan lebih dari 46 juta kali. Angka itu membuat nama Ariana Grande berhasil memecahkan rekor sebagai penyanyi dengan video musik yang paling banyak disetel dalam 24 jam.

Rekor tersebut sebelumnya dipegang oleh grup asal Korea Selatan, BTS dengan angka penonton 45,9 juta pada Agustus 2018.

Hingga artikel ini ditayangkan, “Thank U, Next” berhasil meraup 62 penonton.

Sumber : www.beritagar.id

 

Festival Olahraga Sepanjang Tahun Digelar di Pulau Pramuka

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menggelar festival olahraga sepanjang tahun tingkat kabupaten di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kepulauan Seribu, Windu Cahyaningsih selaku ketua panitia mengatakan, olahraga sepanjang tahun kali ini menandingkan cabang olahraga bola voli dan olahraga tradisonal.

Untuk olahraga voli diikuti sebanyak enam tim putra-putri dari tingkat SD, SMP dan SMA yang ada di dua kecamatan di Kepulauan Seribu Utara dan Kepulauan Seribu Selatan.

Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad usai membuka kegiatan mengatakan, pengembangan olahraga di Kepulauan Seribu harus disesuaikan dengan wilayah.

Sumber : www.beritajakarta.id

Penataan Terminal Kampung Rambutan Capai 80 Persen

Penataan ulang sebagian Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur sudah mencapai 80 persen. Ditargetkan prosesnya bisa selesai 15 Desember mendatang.

Pantauan di lapangan, Sabtu (1/12), sejumlah titik yang dilakukan perbaikan adalah bagian lantai peron atau ruang tunggu. Kemudian emplasemen, kantor pengelola terminal, saluran air hingga jembatan penyeberangan orang (JPO).

Kepala UPT Terminal, Muhammad Faisol mengatakan, penataan ulang dilakukan karena kondisi terminal banyak mengalami kerusakan. Terminal yang dibangun tahun 1992 itu baru kali ini dilakukan perbaikan. Anggaran yang dibutuhkan dalam perbaikan ini sekitar Rp 1,6 miliar.

Menurutnya, sejauh ini tidak ada kendala dalam penataan ulang terminal tersebut. Ditargetkan pada 15 Desember nanti sudah rampung.

Sumber : www.beritajakarta.id

Jakarta Souvenir Design Award 2018

Dalam upaya melestarikan dan mengembangkan cenderamata khas Jakarta, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta kembali menggelar ajang kompetisi dua tahunan para desainer, yaitu Jakarta Souvenir Design Award (JSDA) 2018. Semua hasil karya finalis dipamerkan terbuka untuk masyarakat di Jakarta Creative Hub pada 28 November – 1 Desember 2018.

Berikut foto-foto kegiatannya :

 

 

Sumber : Jakarta Souvenir Design Award 2018

Widows : Bukan Film (Kriminal) Rata-rata

                          Sumber Foto : Istimewa

Sebagai film yang bercerita tentang perampokan, Widows bukanlah film (kriminal) rata-rata. Ini adalah film tentang move on dari situasi sulit dan membangun ulang kepercayaan diri serta bertahan hidup di lingkungan yang keras.

Film yang disutradari Steve McQueen ini rencananya baru akan tayang di bioskop Indonesia awal Desember 2018,  tetapi sejatinya film ini bukan film yang benar-benar baru. Dengan judul yang sama dan cerita yang sama, serial Widows pernah hits di tahun 1980an khususnya di negara-negara kawasan Inggris Raya. Tetapi, hal yang pernah berlalu selalu akan jadi hits di lain waktu. Bahkan tak jarang masih relevan dengan hal-hal yang banyak terjadi hari ini di berbagai negara. Seperti apa-apa yang akan kamu saksikan di film ini.

Sejak awal film, Widows sudah menyuguhkan adegan tembak menembak, bergantian dengan adegan yang menggambarkan kehidupan sehari-hari dalam berumah tangga. Sejumlah konflik dari Widows rasa baru ini  bahkan masih sama seperti serial aslinya, menyodorkan pergulatan manusia untuk bertahan hidup dengan segala masalahnya. Tetapi lagi-lagi semua itu masih happening hingga saat ini. Lihat saja dalam penggambaran konflik rumah tangga, intrik politik di suatu kota, tindak kejahatan pencurian, intimidasi dan berbagai problema kota besar umumnya, sangat aktual bahkan hingga saat ini. Bagaimana para perempuan harus berjuang keras untuk lepas dari berbagai permasalahan hidup.

                                Sumber Foto : Istimewa

Akan halnya di film ini, empat perempuan (janda) yang harus melunasi hutang yang ditinggalkan oleh aktivis kriminal (para suami mereka yang telah mati), mereka berkomplot untuk membentuk masa depan dengan cara mereka sendiri. Nuansa dark dalam film ini semakin kental mengingat banyak kejutan-kejutan yang akan membuat penonton tak menyangka, begitu kerasnya perjuangan hidup bagi sebagian anak manusia.

Mengambil setting di Kota Chicago, negara bagian Illiois, USA, film yang dibintangi oleh Viola Davis, Michelle Rodriguez, dan juga Elizabeth Debicki ini tak hanya menyajikan kemahiran acting masing-masing pemain tetapi juga seolah mampu menggenapi karakter film Widows itu sendiri yang begitu kental akan rasa Amerika, so America. Sekali lagi, meskipun macam-macam problem dalam film ini banyak terjadi di berbagai negara. Tetapi nuansa Amerika jelas terasa. Penasaran seperti apa? Tunggu tanggal tayangnya ! Ingat ya abang none, tonton sesuai umur 😉

Sumber: Redaksi Hiburan Bens Radio