Targetkan Perekaman E-KTP Tuntas Oktober

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, menargetkan perekaman e-KTP akan tuntas pada Oktober nanti. Untuk merealisasikan target tersebut, pihaknya melakukan mobilisasi petugas untuk jemput bola lakukan perekaman e-KTP ke masyarakat.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Edison Sianturi mengatakan, saat ini tercatat total warga DKI Jakarta wajib KTP sebanyak 7,8 juta jiwa.  Dari jumlah itu sebanyak 7,4 juta lebih sudah menerima e-KTP.

Menurut Edison, ada banyak faktor yang menyebabkan warga belum lakukan perekaman e-KTP. Di antaranya, pindah tempat tinggal, sekolah atau bekerja di luar negeri.

Sumber : www.beritajakarta.id

Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jakarta

Sumber Foto : Sinar Harapan

Ketua Dewan Pengurus Kadin DKI Jakarta, Eddy Kuntadi menyatakan, organisasinya terus berupaya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Jakarta.

Selain untuk mendukung kegiatan perekonomian, langkah yang dilakukan Kadin DKI bisa mendorong Jakarta menjadi kota jasa.

Kadin Jakarta akan mensinergikan grand design program Kadin DKI dengan pemerintah karena proses pembangunan membutuhkan dukungan banyak pihak.

Sumber : www.tribunnews.com

Revitalisasi Kota Tua Jakarta

                           Sumber Foto : Tribunnews

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berniat menata kawasan Kota Tua, supaya objek wisata bersejarah itu terhubung dalam sistem pariwisata di Ibu Kota. Namun, menurut pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna, ide revitalisasi sudah beberapa kali muncul, tetapi tidak pernah terlaksana karena berbagai hambatan.
Yayat menyebut salah satu kendala yang menghambat rencana revitalisasi Kota Tua adalah soal kepemilikan bangunan. Sebab, dari seluruh bangunan yang terdapat di sana, setengahnya adalah milik Badan Usaha Milik Negara dan swasta. Sedangkan Pemprov DKI hanya menguasai dua persen.

Menurut Yayat, hal lain juga harus dipikirkan jika ingin melakukan revitalisasi adalah bagaimana menjadikan Kota Tua sebagai kawasan relevan untuk kegiatan ekonomi di masa depan.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Cuci Darah Semoga Bukan Momok Menakutkan Lagi

Abang none, Rumah sakit yang baik adalah yang pelayanannya komplit memadai terjangkau dan ramah. Banyak rumah sakit yang menjadi rujukan utk pelayanan pasien dalam perawatan. Semisal sakit yang akhirnye menjadikan si pasien harus Cuci darah atau dialisis, saat ini cuci darah bukanlah menjadi momok yang menakutkan, sebab dengan tekhnologi yang canggih, pasien cuci darah tidak lagi takut. Bertepatan dengan Hari Jadi Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta ke 57, diresmikan Pengembangan Unit Pelayanan Hemodialisis oleh  Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan  Dr. dr. Agus Hadian Rahim, Sp.OT(K), M.Epid, MH.Kes.
Unit hemodialisis yang udeh diresmiin sabtu14 April 2018 merupakan unit hemodialisis yang telah ada sebelum nya yang kini makin ditingkatkan pelayanannya. Dr Agus Sesditjen kepade bensradio bilang peningkatan pelayanan Hemodialisis di RS Fatmawati adalah sebagai bentuk peningkatan pelayanan kesehatan terlebih lagi RSUP Fatmawati Sebagai rumah sakit rujukan tersier yang terbesar di wilayah Jakarta Selatan dan telah terakreditasi Paripurna serta lulus akreditasi international dari Joint Commission International, notabene banyak menghadapi pasien yang memerlukan penanganan yang komprehensif, namun tetap mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pasien.
Disisi lain, Sesditjen menghimbau dan  mengingatkan kepada Direktur RS Fatmawati beserta jajarannya agar pelayanan hemodialisa yang diselenggarakan benar-benar mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan rutin melaporkan pelayanan tersebut kepada Kementerian Kesehatan antara lain melalui RS online agar fungsi pembinaan oleh Kementerian Kesehatan dapat berjalan dengan semestinya.

Sumber : Humas RSUP Fatmawati

sunset

SUNSET DI PANTAI LOSARI

sunset

Sumber : www.21cineplex.com

Jenis Film : Drama

Produser : Sunny Vatvani

Sutradara : Aca Hasanuddin Mt

Penulis : Aca Hasanuddin Mt

Produksi : SKV Movie Entertainment

Casts : Jeihan Kler, Arlitha, yulinar Arief, Ical Da3, Vira Kdi, Hj Munasiah

Tekad Tenri untuk menyelesaikan kuliah dan menolak segera dinikahkan dengan sepupunya yang bernama Faizal adalah sebuah pembangkangan. Bagi nenek Tenri, menyelesaikan kuliah hanyalah alasan karena Tenri ingin terus berhubungan dengan kekasihnya yang bernama Mario. Kemarahan nenek, serta siksaan dari omnya yang bernama Om Umar, tidak membuat Tenri mengubah pendiriannya. Tenri menganggap cara pamaksaan dan penyiksaan justru mencederai adat dan kebiasan leluhur yang bertujuan mulia itu.

Di parkiran Bandara Hasanuddin, terjadi keributan antara keluarga Mario yang khawatir terjadi apa-apa dengan Mario yang tiba-tiba minggat juga bertemu dengan Om Umar cs yang mencari Tenri. Takut terjadi pertumpahan darah, Tenri yang sembunyi dimobil Ros muncul dan melerai keributan tersebut. Mario pun muncul, Tenri menolak Mario ikut campur karena karena ia menolak dijodohkan dan minggat dari rumahnya, tidak ada hubungannya dengan Mario.

Sumber : www.21cineplex.com

 

budaya

Gambar Kehidupan di Kulit Kayu

budaya

Sumber : www.indonesiakaya.com

“Ini adalah motif ikan, melambangkan kehidupan masyarakat Asei yang bergantung pada ikan untuk makan sehari-hari…”

Kalimat di atas terucap dari mulut pak John, seorang pelukis kulit kayu dari Kampung Asei, Asei besar, Danau Sentani, Kabupaten Jayapura. Ia bercerita tentang motif lukisan yang sedang dikerjakannya. Sambil mengunyah buah pinang di mulutnya, Pak John pun terus melanjutkan kerajinan Lukisan pada Kulit Kayu yang dibuatnya.

Lukisan Kulit Kayu adalah kerajinan asli Papua yang dihasilkan oleh masyarakat Kampung Asei. Lukisan ini awalnya merupakan sebuah tradisi yang diajarkan turun-temurun sejak leluhur warga Asei dan tidak sembarang orang bisa melakukannya. Pada mulanya, lukisan dibuat sebagai simbol dan peringatan atas segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan Kampung tersebut. Misalnya, lukisan ikan sebagai simbol bahan makanan utama, motif karang yang melambangkan tempat perlindungan bagi leluhur Asei atau gambar tombak serta kail yang melambangkan mata pencaharian utama warga Asei sebagai nelayan.

Tetapi, seiring perkembangan jaman yang semakin modern, tradisi ini bergeser menjadi kesenian dengan nilai yang cukup tinggi. Kini, hampir semua pria Asei mampu melukis di kulit kayu. Motif-motifnya pun sudah semakin kaya dan banyak mengalami modifikasi seperti Tifa, maupun burung cendrawasih. Namun demikian, warga Asei tetap menjaga kualitas keaslian dan nilai otentik dari lukisan yang menjadi ciri khas mereka.

Sambil asyik melukis, Pak John pun melanjutkan penjelasan mengenai Lukisan Kulit Kayu, “Umumnya, kami melukis dengan warna-warna alami…merah kami ambil dari sari buah merah, hitam dari arang, dan putih dari kapur, sama seperti yang kami pakai untuk mengunyah pinang…”. Warna, adalah salah satu keaslian yang dipertahankan oleh warga Asei dalam melukis kulit kayu. Namun, asal warna yang dipakai kini tidak terbatas pada bahan alami seperti masa lalu. Hitam mereka dapatkan dari cat penghitam rambut, merah didapat dari pewarna pakaian, dan putih tetap dari kapur. Hal ini dilakukan demi meningkatkan produktifitas lukisan mereka yang sudah terkenal hingga ke mancanegara.

Keunikan lain yang terdapat pada Lukisan Kulit Kayu ini adalah cara mereka melukis dengan menggunakan batang tunas kelapa yang masih muda. Alat alami ini mereka peroleh dari pohon-pohon kelapa yang tersebar di seluruh pulau Asei. Menurut mereka, penggunaan batang tunas ini akan mempengaruhi guratan lukisan yang mereka buat. Lukisan asli Asei selalu menggunakan batang tunas kelapa.

Jadi, bila ada tiruan lukisan Kulit Kayu, mereka dapat membedakan mana lukisan yang asli Asei dari guratannya. Lukisan Kulit Kayu ini tentu saja menggunakan kulit kayu sebagai media utamanya. Kulit kayu yang dipakai diambil dari pohon Khombouw yang sering dijumpai di sekitar pulau Asei. “Kami memakai kulit kayu dari bagian batang pohon yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis..jadi mudah untuk dilukis..”. Pak John menjelaskan, setelah dikupas, kulit kayu dijemur dan dibiarkan kering, setelah kering lalu siap untuk dilukis.

Lukisan Kulit Kayu khas Asei kini sudah dikenal luas hingga mancanegara. Tidak jarang, Pak John dan warga Asei lainnya mendapat pesanan lukisan yang banyak, baik dari dalam dan luar Indonesia. Harga per lukisan pun beragam, mulai dari Rp. 5000 hingga Rp. 500.000 tergantung besarnya ukuran lukisan. Lukisan Kulit Kayu yang tadinya merupakan konsumsi pribadi warga Asei, kini sudah bisa dijadikan sumber pemasukan uang bagi mereka.

“Sekarang, masa depan Lukisan kulit ini ada di generasi setelah kami, mau melanjutkan atau berhenti sampai di sini..hehehe”, celoteh tawa Pak John sembari terus mengguratkan lukisannya pada Kulit Kayu.

Sumber : www.indonesiakaya.com

 

Sebanyak 4.870 Perizinan Diterbitkan oleh PTSP Jakbar

Selama periode 1 Januari hingga 24 April 2018, Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jakarta Barat tercatat telah menerbitkan 4.870 perizinan. Sebagian besar izin yang diterbitkan di antaranya Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Kepala Kantor PTSP Jakarta Barat, Johan Girsang mengatakan, permohonan SIUP yang diterbitkan selama periode tersebut sebanyak 1.594 dan permohonan izin TDP ada 2.884.

Ia mengatakan, proses pengurusan izin SIUP dan TDP yang telah diterbitkan hanya berlangsung selama tiga jam. Johan juga mengimbau kepada warga untuk mengurus sendiri permohonan izin tanpa menggunakan pihak ketiga.

Sumber : www.beritajakarta.id

film

ACTS OF VIOLENCE

film

Sumber : www.21cineplex.com

Jenis Film : Action, Drama

Produser : Anthony Callie, Randall Emmett, George Furla, Mark Stewart

Sutradara : Brett Donowho

Penulis : Nicolas Aaron Mezzanatto

Produksi : Lionsgate

Casts : Bruce Willis, Cole Hauser, Shawn Ashmore, Ashton Holmes, Melissa Bolona, Sean Brosnan

Ketika mengetahui Mia (Melissa Bolona) diculik dalam sebuah pesta oleh sindikat perdagangan manusia, Roman (Ashton Holmes) berusaha meminta pertolongan polisi untuk menemukan tunangannya itu.

Namun karena banyaknya kasus perdagangan manusia dan pergerakan polisi yang lamban, Roman bersama saudaranya yang merupakan mantan tentara berusaha bertindak sendiri untuk menyelamatkan Mia dan para korban-korban penculikan lainnya.

Sumber : www.21cineplex.com

 

budaya

Pearly Kings and Queens

budaya

sumber : wrlov.blogspot.co.id

Pearly Kings and Queen, dikenal juga dengan Pearlies, sebuah acara amal yang biasa diadakan oleh masyarakat kelas buruh dan pekerja. Dan sudah menjadi sebuah budaya masyarakat menengah Kota London.
Para peserta Pearly Kings dan Queens memakai busana berkilauan yang berasal dari kancing mutiara (pearl) yang dibuat pada abad ke-19.
Acara ini pertama kali diadakan oleh seorang penyapu jalan, Henry Croft, yang mengumpulkan uang untuk disumbangkan. Selanjutnya karena dirasa memiliki nilai dan manfaat yang besar, pada 1911 dijadikan sebuah organisasi pearlies di Kota Finchley, London utara.
sumber : wrlov.blogspot.co.id

Rita Ora akan Bawa 26 Dancer

Awal Mei, penyanyi asal London, Rita Ora akan tampil di Jakarta. Pelantun ‘I Will Never Let You Down’ itu akan hadir di ‘SHVR Ground Festival’ 2018 pada 4 dan 5 Mei ini.

Dikutip dari detikHOT, ada persiapan khusus yang akan ditampilkan Rita Ora. Digelar di Allianz Eco Park, Ancol, Jakarta Utara, Rita Ora akan membawa 26 orang dancer untuk penampilannya.

Rita Ora akan tampil bersama musisi lainnya seperti Alan Walker, 3LAU, Alison Wonderland, Aly & Fila, Bondax, Cash Cash, Cheat Codes, Disclosure, Gareth Emery, Gryffin, Khomha, The Magician, Nicky Romero, Standerwick X Willatkinson, Andre Dunant, hingga Dipha Barus serta RBA.

Sumber : www.hot.detik.com