Papua Bakal Punya Stadion Terbesar Kedua Setelah GBK

Masyarakat Papua akan memiliki stadion kedua terbesar‎ setelah Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Stadion yang diberi nama Stadion Papua Bangkit ini ditargetkan selesai pada akhir 2018. Project Manager PT PP (Persero) Dwi Aji Wicaksono mengatakan, proyek yang mulai dibangun pada akhir 2016 tersebut saat ini masih dalam proses pembangunan. Hingga saat ini kemajuan pembangunnya telah mencapai 29%.‎

Proyek dengan kontrak senilai Rp 1,3 triliun ini memiliki total area 13,7 hektar (ha) dengan luas stadion utama 71.697 meter persegi. Selain itu kompleks stadion juga dilengkapi dengan lapangan latihan seluas 13 ribu meter persegi dan bangunan utility seluas 450 meter persegi.

Dwi menyatakan, stadion yang berlokasi di Nolokla, Sentani, Jayapura ini memiliki kapasitas 40 ribu penonton. Dengan kapasitas sebesar ini, Stadion Papua Bangkit akan menjadi stadion kedua terbesar setelah GBK.

Stadion tersebut dipersiapkan untuk gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, dimana Papua akan menjadi tuan rumah dari gelaran olahraga terbesar di Indonesia tersebut.

Sumber: www.liputan6.com

Lukisan Langka Tokoh Kartun Tintin Terjual Rp 8 Miliar

Sebuah lukisan asli bergambar tokoh kartun Tintin mampu terjual dengan harga fantastis. Lukisan langka karya seniman Belgia, Herge tersebut terjual dalam lelang di Paris dengan harga 505.000 euro atau setara dengan Rp 8 miliar.

Penjualan karya seni tersebut dilakukan oleh rumah lelang Artcurial. Selain lukisan langka, ada juga komik, mainan serta action figure bertema Tintin yang dijual dalam lelang tersebut. Eric Leroy mengatakan bahwa karya asli Tintin ini menjadi semakin langka dalam pelelangan tersebut dengan dihadirkannya karya yang dibuat tahun pada 1930-an dan 1940-an. Lukisan yang terjual mahal itu merupakan ilustrasi komik Tintin seri Tongkat Raja Ottokar. Ilustrasi dilukis dengan menggunakan cat air untuk dimuat koran Belgia. Selain lukisan, sebuah komik strip Tintin yang terbit di koran Le Soir juga mampu terjual dengan mahal. Komik tersebut dilego dengan harga Rp 6 Miliar.

Petualangan Tintin adalah serial komik yang diciptakan oleh Hergé, seorang artis dari Belgia. Serial ini pertama kali muncul dalam bahasa Prancis sebagai lampiran bagian anak-anak dari koran Belgia, Le Vingtième Siècle pada tanggal 10 Januari 1929.

Petualangan Tintin menampilkan beberapa pemain yang saling melengkapi satu sama lainnya. Dari tahun ke tahun, serial ini menjadi bacaan favorit dan bahan kritikan dari para kritikus selama lebih dari 70 tahun. Tokoh utama dari serial ini adalah seorang wartawan Belgia muda dan pengembara bernama Tintin.

Sumber: www.liputan6.com

Sudin Dukcapil Jaksel Gelar Sosialisasi Kebijakan Kependudukan

Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan, melakukan sosialisasi kebijakan kependudukan dan pencatatan sipil pada petugas Dukcapil dan PTSP di lingkungan Pemkot Administrasi Jakarta Selatan.

Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Selatan, Abdul Haris mengatakan, sosialisasi dilakukan untuk percepatan pelayanan KTP Elektronik di Jakarta Selatan.

Sumber : www.beritajakarta.id

75 Tempat di Jakbar Berpotensi Jadi Cagar Budaya

Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sudin Parbud) Jakarta Barat, telah mendata sekitar 75 tempat yang berpotensi menjadi cagar budaya.

Kepala Sudin Parbud Jakarta Barat, Linda Enriany mengatakan, 75 bangunan yang berpotensi sebagai cagar budaya tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Salah satunya adalah bangunan di Kompleks SMP Negeri 22 Pinangsia.

Selain bangunan, lanjut Linda, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta juga mengkaji dan meneliti kemungkinan adanya cagar budaya pada lajur pembangunan MRT fase dua dari Bundaran HI-Kampung Bandan.

Sumber : www.beritajakarta.id

mata batin

MATA BATIN “Believing Is Seeing”

mata batin

Sumebr : www.21cineplex.com

Menutup tahun 2017, Hitmaker Studios mempersembahkan sebuah film horor karya

Rocky Soraya yang berjudul Mata Batin. Sebuah film tentang seseorang yang mempunyai kelebihan, yaitu dapat melihat dan merasakan “sesuat

Menutup tahun 2017, Hitmaker Studios mempersembahkan sebuah film horor karya Rocky Soraya yang berjudul Mata Batin. Sebuah film tentang seseorang yang mempunyai kelebihan, yaitu dapat melihat dan merasakan “sesuat

u“. Film ini dibintangi oleh Jessica Mila, Denny Sumargo, Citra Prima dan Bianca Hello, yang akan tayang di bioskop mulai tanggal 30 November 2017.

Film yang diangkat berdasarkan kisah nyata ini, akan segera tayang di Malaysia, dan Brunei Darussalam. Untuk pertama kalinya Randy Danistha dan Nara, meracik scoring di film horor,  Luna Maya juga mempunyai andil sebagai kostum desaigner.

Sinopsis

ALIA memutuskan untuk meninggalkan Bangkok dan kembali ke Jakarta begitu kedua orang tuanya meninggal. Ia dan Abel, adiknya yang masih remaja, pindah ke rumah masa kecil mereka yang jauh dari tengah kota. Tapi Abel yang sering bersikap aneh dan ketakutan, tidak menyukai rumah itu. Katanya, di sana ada ‘yang lain’ selain mereka.

Alia dan Davin, pacar Alia yang menemani Alia, tidak pernah menghiraukan Abel. Tapi sikap Abel semakin mengkhawatirkan. Merasa harus menolong Abel, Alia berniat untuk membawa Abel ke psikiater. Tapi Abel menolak dan ia bilang kalau ia bisa melihat ‘mereka yang sudah mati’ karena mata batinnya sudah terbuka sejak kecil.

Abel mengajak Alia menemui Bu Windu, seorang paranormal yang selama ini membantu Abel. Ingin membuktikan semua hal yang baginya tidak masuk akal ini, Alia meminta Bu Windu untuk membuka mata batinnya. Dan perlahan-lahan, Alia pun mulai mengalami kejadian-kejadian yang tidak biasa. Ia mulai melihat sosok yang tidak bisa dilihat orang lain, dan kehadiran ‘orang-orang’ yang minta tolong padanya.

Tapi ‘mereka’ yang berada di rumah Alia mengganggunya sampai menyakitinya. Energi ‘mereka’ begitu negatif sehingga bisa membahayakan Alia dan Abel. Tanpa tempat tinggal lain, mereka terpaksa menetap disana dan meminta bantuan Bu Windu. Apakah Bu Windu bisa membantu mereka?

Pemain

Alia diperankan oleh Jessica Mila

Davin diperankan oleh Denny Sumargo

Abel diperankan oleh Bianca Hello

Bu Windu diperankan oleh Citra Prima

Kang Asep diperankan oleh Epy Kusnandar

 

Dan berikut Abnon bisa mendengarkan salah satu lagu yang ada di Film Mata Batin,  judulnya Waskita Jati (dibacanya waskito jati). Lagu ini dinyanyikan oleh Citra Prima.

Dan katanya, jika mendengar lagu ini dengan penuh konsentrasi, dapat membuka sedikit mata batinnya.
Penasaran??? Yuk klik lagunya aja di bawah ini :

 

Sumber : HITMAKER STUDIO

Yura Yunita Segera Persembahkan Konser Spesial

                Sumber: www.lyricstunes.net

Yura Yunita akan menambah satu lagi agenda hiburan di panggung musik Tanah Air dalam waktu dekat ini. Setelah sukses dengan merilis single “Intuisi” dan “Buktikan”, Yura akan menyajikan sebuah konser spesial untuk para Hip Hip Hura sebutan untuk penggemarnya.

Konser tersebut akan diselenggarakan pada 29 November mendatang di Jakarta. Bersamaan dengan konser tersebut, mojang asal Cimahi ini juga akan meluncurkan sebuah videoklip terbaru untuk single-nya yang berjudul “Buktikan”.

Yura mengatakan bahwa konser tersebut sudah dipersiapkan selama beberapa bulan terakhir. Dalam konser tersebut, Yura juga berjanji akan membocorkan beberapa materi yang akan ada dalam album terbarunya.

Sumber: liputan6.com

Merawat keramik batu alam pada lantai dan dinding

  1. Pakailah cairan pembersih keramik yang bisa Anda dapatkan di swalayan atau supermarket
  2. Sikat pada permukaan keramik. Hal ini bertujuan untuk mengangkat kotoran yang menempel.
  3. Kalau ada celah-celah kecil pada bagian keramik batu alam seperti dinding, sebaiknya gunakan sikat gigi saja.
  4. Terakhir, bilas air hingga benar-benar bersih.
  5. Biarkan hingga mengering sendiri atau boleh Anda lap atau sapu menggunakan kain yang lembut. Namun, sebetulnya tanpa dilap setelah dibilas juga tidak masalah.

Sumber : www.centroceramic.com

Skema Pembiayaan Inovatif Dorong Pemerataan Pembangunan Infrastruktur

Infrastruktur menjadi fokus Pemerintahan Jokowi-JK saat ini. Hal itu tercermin melalui jumlah anggaran pembangunan infrastruktur pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Dari tahun ke tahun, anggaran infrastruktur terus meningkat, mulai Rp 154,7 triliun pada 2014 menjadi Rp 269,1 triliun pada 2016 dan mencapai Rp 401,1 triliun pada APBN-P 2017.

Tahun depan, anggaran infrastruktur kembali meningkat menjadi sedikitnya Rp 410 triliun. Anggaran itu digunakan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Sebanyak 865 km jalan baru, 25 km jalan tol, 8.695 m jembatan, 620 km jalur kereta, 8 bandar udara, dan lain sebagainya bakal dibangun untuk kemakmuran Tanah Air.

Sumber : www.detik.com

Jakarta Termasuk Kota Paling Intoleran

Ibu Kota Negara, Jakarta, menjadi salah satu kota paling intoleran. Hal itu diketahui melalui indeks kota toleran (IKT) 2017 yang dirilis Setara Institute.

DKI Jakarta hanya mencapai poin 2,30. “Dari penelitian di 94 kota, ada 10 kota dengan nilai toleransi terendah yang memiliki skor di bawah 4,” kata peneliti Setara Institute, Halili, seperti dilansir Media Indonesia, Jumat 17 Agustus 2017.

Menurut dia, perubahan signifikan di DKI Jakarta ialah pada indikator pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan, pernyataan pemerintah, dan tindakan nyata pemerintah.

Sementara kota dengan skor toleran tertinggi ialah Manado dengan 5,90 poin.

Halili mengatakan skor diperoleh dari penelitian data milik Badan Pusat Statistik, Komisi Nasional Perempuan, Setara Institute, dan referensi media massa.

Rencana pembangunan jangka menengah daerah, kebijakan diskriminatif melalui perda, pernyataan pejabat, tindakan terkait peristiwa menyangkut toleransi, peristiwa pelanggaran toleransi, dan komposisi penduduk menjadi indikator pengukuran.

Sumber : www.metrotvnews.com

Penyederhanaan Golongan Listrik, Apa Dampak Positif dan Negatifnya?

Rencana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menghapuskan beberapa golongan listrik mendapat banyak pertanyaan. Pasalnya, PLN belum mendapatkan kajian mendalam atas rencana penghapusan golongan listrik tersebut.

Sekretaris Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Agus Suyatno menilai bahwa rencana sebenarnya tidak menimbulkan sentimen negatif. Namun, rencana ini juga tidak bisa dibilang tepat. Menurutnya, PLN masih mempunyai beberapa Pekerjaan Rumah (PR) yang lebih penting. Salah satunya adalah fokus untuk memenuhi kebutuhan listrik di berbagai tempat, seperti listrik yang belum pernah terjamah di pelosok Indonesia. Pemerataan daya listrik ini harus bersifat adil karena hanya kota-kota besar yang memiliki daya listrik stabil. Oleh karena itu, masalah ini dapat menimbulkan kebingungan dan amarah untuk masyarakat karena mereka khawatir sistem baru tersebut akan membuat tagihan listrik melambung.

Sumber: www. okezone.com