Fitur Baru Facebook Discover People, untuk Cari Jodoh

Facebook bisa menandingi Tinder dalam kekuatan cinta dengan fitur baru untuk peranti bergerak yang memungkinkan penggunanya menemukan teman kencan. Penyedia jaringan sosial ini mulai menggelar opsi Discover People, yang mendorong para anggotanya untuk bertemu dengan orang-orang baru.

Fitur yang tampil dalam bagian navigasi yang meliputi acara dan grup ini sudah tersedia pada sejumlah peranti iOS dan Android. Uji coba terbatas telah berlangsung di Australia dan Selandia Baru pada akhir tahun lalu.

Menurut laporan TechCrunch, saat mengklik Discover People, kita akan diminta memperkenalkan diri. Para pengguna bisa memilih beragam profil orang dari peristiwa yang mereka hadiri, menunjukkan ketertarikan atau telah diundang. Setelah ini, para pengguna dapat bertukar pesan.

Untuk membuatnya lebih mudah, Facebook mengeluarkan petunjuk baru (new bookmark) dalam More menu yang dinamakan Discover People. Fitur ini bisa membantu kita menemukan lebih banyak perihal orang-orang yang memiliki kesamaan dengan kita.

Mau mencoba???

Sumber : www.tempo.co

Rp 100 M Disiapkan DKI Jakarta untuk Tata Lahan Pemakaman

Anggaran sebesar Rp 100 miliar sudah dialokasikan Dinas Kehutanan DKI Jakarta untuk membenahi sekaligus menambah lahan pemakaman, pada tahun ini.

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Djafar Muchlisin mengatakan, anggaran untuk penambahan lahan pemakaman telah naik sekitar Rp 40 miliar dari tahun lalu.

Selain menambah lahan pemakaman, lanjut Djafar, dengan anggaran tersebut pihaknya juga segera membenahi beberapa Taman Pemakamam Umum (TPU) yang tersebar di wilayah DKI Jakarta.

Sumber : www.beritajakarta.com

Djarot Ingin Jakarta Jadi Provinsi Pertama yang Terapkan UU tentang Disabilitas

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan Pemprov DKI Jakarta sudah mengajukan revisi perda tentang disabilitas kepada DPRD DKI. Revisi tersebut terkait adanya perubahan undang-undang tentang disabilitas

Adapun, pemerintah pusat mengeluarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Pemprov DKI sebelumnya sudah memiliki perda tentang perlindungan disabilitas yaitu Perda Nomor 10 Tahun 2011.

Djarot mengatakan dia ingin Pemprov DKI Jakarta menjadi provinsi pertama yang menerapkan Undang-undang tersebut.

“Makanya kita sampaikan Jakarta akan kita dorong menjadi provinsi pertama sebagai pilot project yang mengaplikasikan UU tentang disabilitas, maka perlu ada payung hukum, yaitu raperdanya,” ujar Djarot.

 

Sumber: kompas.com

Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Melindungi Anak

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

 

Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Melindungi Anak

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Melindungi Anak

Siaran Pers Nomor: B- 007/Set/Rokum/MP 01/02/2017
Tapanuli Tengah (24/2) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Komisi VIII DPR RI menggelar acara Sosialisasi Undang-Undang No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Undang – Undang ini mengatur ancaman hukuman bagi siapa saja yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak dengan memberikan hukuman yang jauh lebih berat lagi, yaitu hukuman pidana penjara 20 tahun, seumur hidup, dan hukuman mati. Di samping itu juga diberikan hukuman pidana tambahan berupa publikasi identitas pelaku kekerasan dan hukuman pidana tindakan berupa pemasangan alat pendeteksi (chip) serta kebiri kimia.
“Undang-Undang ini merupakan wujud kehadiran negara untuk melindungi perempuan dan anak di Indonesia. Negara tergolong maju jika 50% perempuan memiliki peran dalam pembangunan, memperhatikan ibu dan anak karena kesehatan dan kecerdasan anak merupakan cerminan masa depan bangsa yang baik. Kita harus bergerak bersama melawan segala bentuk kejahatan pada anak,” ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis.
Banyak kemajuan yang telah dilakukan di bidang perlindungan anak, namun masih banyak pula tantangan yang harus kita selesaikan bersama, seperti maraknya tindak kekerasan terhadap anak telah menjadi praktek budaya yang menganggap bahwa kekerasan merupakan hal yang wajar digunakan untuk mendisiplinkan dan membuat anak patuh. Pendekatan yang mengedepankan kekerasan dalam mendidik anak mungkin saja dapat mendisiplinkan anak pada saat itu, namun sesungguhnya anak justru merasa tertekan dan bisa menimbulkan amarah serta dendam. Pendekatan ini haruslah dihentikan, digantikan model pengasuhan yang memberi kebebasan bagi anak untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakatnya dengan memberi keleluasaan bagi anak untuk mengoptimalkan Emotional Intelligence-nya.
Maraknya pornografi anak oleh pedofilia juga harus menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat bersama. Mekanisme penegakan hukum bagi pelaku perlu ditingkatkan untuk menimbulkan efek jera dari pelaku. Masyarakat dapat berperan serta dengan melakukan pemantauan bersama terhadap proses penegakan hukum sehingga pelaku bisa dijatuhi hukuman yang semestinya.
“Peran keluarga sangat penting, khususnya dalam melindungi anak dari bahaya predator-predator di luar. Perlu dibangun komunikasi yang penuh kasih sayang dengan anak-anak. Peran orang tua juga diperlukan untuk mengawasi kegiatan anak agar mereka merasa aman dan terlindungi. Upaya perlindungan anak ini adalah merupakan tugas kita bersama, melindungi 1 orang anak artinya melindungi bangsa Indonesia,” ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise.
Acara Sosialisasi UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dihadiri oleh peserta sebanyak 300 orang yang berasal dari seluruh SKPD di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah ini dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise didampingi Deputi Bidang Perlindungan Anak, Pribudiarta Nur Sitepu, bersama Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis serta Walikota Sibolga, Syarfi Utahuruk dan Bupati Tapanuli Tengah, Bukit Tambunan.
“Dengan diadakan acara sosialisasi ini diharapkan  akan semakin banyak masyarakat yang sadar tentang pentingnya keluarga dan masyarakat dalam melindungi anak, terciptanya masyarakat yang saling peduli dan sensitif terhadap berbagai tindak kekerasan untuk mencegah secara dini terjadinya kekerasan terhadap anak guna mewujudkan kehidupan damai dan sejahtera dalam NKRI yang sangat kita cintai,” tambah Menteri Yohana.
Masih dalam rangkaian kunjungan kerja di Tapanuli Tengah, Menteri Yohana mengunjungi TK Bunayya untuk berbincang bersama anak-anak terkait pentingnya melindungi diri dari segala bentuk kekerasan.
Sumber :Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia

5 Dampak Buruk Kecanduan Smartphone untuk Kesehatan

Meski smartphone ini membawa manfaat positif memudahkan komunikasi, perlu diketahui bahwa penggunaan yang berlebih dapat membawa dampak buruk untuk kesehatan. Beberapa aspek mulai dari kesehatan mental dan fisik bisa terpengaruh.

  1. Mengganggu emosi

Studi University of Essex menemukan bahwa kebedaraan smartphone dapat mengganggu emosi secara negatif. Hal ini diketahui setelah peneliti melakukan eksperimen pada 37 responden yang diminta untuk bercakap-cakap dengan orang asing selama 10 menit.

Hasilnya setelah berbincang selama 10 menit responden yang berada pada ruangan tanpa smartphone melaporkan merasa lebih dekat dengan lawan bicaranya. Sementara itu responden yang berada pada ruangan dengan smartphone berbincang namun sambil terdistraksi.

 

  1. Meningkatkan stres

Suara pesan yang tak pernah berhenti, getaran, dan notifikasi lainnya dapat membuat seseorang merasa tertekan. Selain itu pengaruh dari penggunaan media sosial yang berlebih juga diteliti oleh beberapa studi dapat meningkatkan rasa stres dan risiko untuk jatuh depresi.

 

  1. Bisa tingkatkan risiko infeksi

Ketika tangan berkali-kali menyentuh smartphone, bakteri dapat menyebar dan berkembang biak di sana. Studi oleh para peneliti di London School of Hygiene & Tropical Medicine menemukan tingkat bakteri yang ada di layar smartphone bahkan bisa lebih tinggi dari dudukan toilet.

Dari 390 sampel yang dikumpulkan, terbukti 92 persen smartphone mengandung bakteri. Sekitar 16 persen secara spesifik mengandung bakteri E. Coli yang umum ditemukan pada feses.

 

  1. Ada risiko nyeri kronis

Ketika menggunakan smartphone maka seseorang perlu memakai tangannya secara konstan terutama saat ingin mengetik pesan. Nah biasanya orang-orang melakukan hal tersebut dengan pose tertentu.

Dilakukan dalam jangka waktu lama maka penggunaan smartphone diketahui dapat memicu nyeri sendi pada jari-jari dan juga nyeri punggung.

 

  1. Merusak mata

Sama seperti layar komputer atau televisi, seseorang yang sering menatap layar smartphone dalam waktu lama maka akan berisiko menggangu fungsi penglihatannya. Ketika melihat layar maka mata dipaksa untuk fokus melihat pada jarak tetap dan hal ini akan menaruh beban berlebih.

Survei yang dilakukan oleh The Vision Council menyebut bahwa sebanyak 70 persen orang di Amerika Serikat tidak tahu atau menolak mengakui bahwa matanya rentan lelah karena menatap layar.

 

Sumber: https://health.detik.com/read/2017/02/22/200121/3429583/763/5-dampak-buruk-kecanduan-smartphone-untuk-kesehatan?l992203755

Duka Mendalam Pasukan Oranye untuk Kepergian Dennis

Suasana duka menyelimuti rumah kontrakan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Dennis Nenometa di Jalan Rawa Sengon RT 02 RW 02, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dennis ditemukan meninggal dunia karena terseret arus banjir di Rawa Sengon, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Korban meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung delapan bulan dan seorang putri.

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Utara, Satradi Billy Gunawan mengatakan, jenazah Dennis Nenometa saat ditemukan siang tadi masih mengenakan seragam oranye khas PPSU.

Sebagaimana diketahui, peristiwa nahas menimpa Denis bermula saat petugas PPSU itu terpeleset‎ dari motor ketika sedang mengambil gambar banjir untuk membuat laporan ke atasannya di jembatan penyeberangan di RW 22 Rawa Sengon, Kelapa Gading Barat, Selasa 21 Februari 2017 pagi. Jasad korban langsung terbawa arus banjir. Pencarian pun dilakukan dan baru berhasil ditemukan rabu siang.

 

Sumber: Okezone.com

kong skull island

KONG SKULL ISLAND

kong skull island

Sumber : www.21cineplex.com

Produser : Mary Parent, Thomas Tull, Jon Jashni, Alex Garcia
Sutradara : Jordan Vogt-roberts
Penulis : Dan Gilroy, Max Borenstein
Produksi : Warner Bros. Pictures
Pemain : Tom Hiddleston, Samuel L. Jackson, Brie Larson, Jason Mitchell, Terry Notary, Thomas Mann, Tom Wilkinson, Toby Kebbell

Pada tahun 1970an, sekelompok tim penjelajah dikirim untuk menelusuri sebuah pulau misterius bernama Skull Island yang terletak di samudera Hindia. Mereka segera menyadari ancaman yang terdapat di pulau tersebut sebab Skull Island adalah rumah dari kera raksasa bernama King Kong yang memiliki kekuatan dahsyat dan kecerdasan yang menyerupai manusia.

www.21cineplex.com

budaya

National Failure Day

budaya

Sumber : www.boombastis.com

Salah satu hari yang unik di Finlandia adalah Hari Kegagalan Nasional pada tahun 2010. Hari tersebut di diperingati agar masyarakat Finlandia melihat kepada kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat dan tidak akan mengulanginya lagi.

www.boombastis.com

famadihana

Famadihana, Tradisi Unik Menari Dengan Mayat di Madakaskar

famadihana

Sumber : palingseru.com

Bagi sebagain orang bersama dengan mayat adalah hal yang menakutkan namun ada sebuah tradi si unik di daerah Madakaskar tradisi ini bernama Famadihana yakni sebuah tradisi menari bersama mayat yang telah di kuburkan untuk menghirmati arwah yang telah mati.

Sumber : palingseru.com