Pola Makan Sehat Untuk Wanita Usia 30-an

large-polamakansehat2Wanita usia 30-an yang sudah menjadi ibu umumnya tidak terlalu banyak memiliki waktu untuk memerhatikan kesehatan dirinya karena terlalu sibuk dengan keperluan anak-anaknya, suami, belum lagi masalah pekerjaan. Padahal untuk bisa menjalankan aktivitas sebagai ibu bekerja, banyak nutrisi yang diperlukan wanita di usia ini.

“Di usia 30-an wanita mulai melihat tanda-tanda gaya hidup tak sehat, seperti diabetes atau hipertensi,” ujar James O. Hill, PhD, direktur Center for Human Nutrition di University of Colorado, seperti dikutip dari Fitness Magazine.

Menjaga kesehatan, selalu berkaitan dengan apa yang kita konsumsi. Maka dari itu, abnon khususnya wan

ita perlu memperbanyak makan asparagus, bayam, brokoli, alpukat, jus jeruk segar dan gandum utuh. Sedikitnya dalam sehari diperlukan satu porsi buah citrus (jeruk, lemon, jeruk bali) dan dua sajian sayuran berdaun hijau.

Nutrisi lainnya yang perlu dipenuhi adalah phytonutrient yang berasal dari berbagai jenis tanaman organik, dark chocolate, teh, dan buah berry. “Phytonutrient adalah sekumpulan nutrisi yang

memakan

Sumber : Heqris.com

terdiri dari antioksidan untuk memperlambat

proses penuaan, penyakit jantung dan mencegah perubahan pada DNA yang memicu perkembangan kanker,” jelasnya.

Terakhir, adalah zat besi. Kekurangan zat besi akan membuat tubuh mudah lemas, lelah dan berkurang kemampuan kognitifnya (berkaitan dengan memori dan memecahkan masalah). Peneliti dari Penn State University menemukan bahwa wanita yang kekurangan zat besi perlu waktu lebih lama untuk mengerjakan tugas kognitif ketimbang mereka yang cukup asupan zat besinya. Zat besi bisa didapat dari kerang, daging merah tanpa lemak, serealia, kacang kedelai, dan ayam tanpa kulit.

(PB)

Sumber : www.wartakesehatan.com

APBD DKI Mengacu Pada RKPD

5b67eed370a3f5e5bd7fa879c52a260eRancangan Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) menjadi pijakan yang disepakati antara eksekutif dan legislatif DKI Jakarta dalam menyusun Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2017.

“APBD  merupakan dokumen dari produk sistem politik antara eksekutif dan legislatif di tingkat daerah yang disepakati bersama,” kata Sumarsono, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta saat rapat Banggar DPRD dan TAPD DKI perihal penyampaian KUA-PPAS RAPBD 2017, Senin (31/10).

Pihaknya juga telah meminta kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk berpatokan RKPD sesuai perencanaan nasional dan pemerintah daerah.

Ia juga memastikan program dalam KUA-PPAS, dilihat dari urgensi dan sifatnya mendesak untuk kepentingan masyarakat.

(PB)

Sumber : www.beritajakarta.com