Cipika Cipiki sebanyak 3 kali

cipika cipiki

Sumber : log.viva.co.id

Cipika cipiki biasanya hanya cukup dua kali saja menyentuh pipi sebelah kanan dan kemudian berlanjut ke pipi yang sebelah kiri. Berbeda halnya dengan di Turki, di sana mereka mempunyai adat bahwa kalo berjumpa dan bercipika cipiki sopanya adalah sebanyak 3 kali. tidak hanya itu mereka juga berpelukan sebanyak 3 kali.

Sumber : log.viva.co.id

Dianjurkan Mandi 90 Menit Sebelum Tidur Malam, Ini Alasannya!

Studi dari Center for Sleep Medicine di NewYork-Presbyterian/Weill Cornell Medical Center menemukan bahwa kebiasaan ini dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks menjelang istirahat.

Peneliti Dr Dianna Augelli bahkan menganjurkan Anda untuk menjadikan mandi malam sebelum tidur menjadi kebiasaan. “Mandi malam merupakan proses pendinginan yang memberi sinyal tubuh bahwa itu adalah saatnya untuk beristirahat,” tutur Augelli, dikutip dari Women’s Health Mag.

Ia melanjutkan, waktu mandi yang dianjurkan adalah sekitar 90 menit sebelum tidur. Dalam waktu tersebut, tubuh memiliki cukup waktu untuk mengatur ritme sirkadian, yang memberi sinyal pada seluruh tubuh agar rileks.

 

Sumber: detikhealth

Polda Metro Selidiki Pemasangan Spanduk Provokatif

Polda Metro Jaya akan mendalami adanya informasi pemasangan spanduk-spanduk provokatif, termasuk menyelidiki apakah hal itu terorganisir atau tidak.

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mencopot sebanyak 336 buah spanduk provokatif terkait Pilgub DKI Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan, spanduk itu tidak hanya dicopot jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI, tetapi juga atas kesadaran tokoh-tokoh setempat.

Sumarsono menambahkan, spanduk-spanduk provokatif tersebut kebanyakan bukan dipasang masyarakat sekitar. Dia mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang, namun spanduk-spanduk itu hampir semua tulisan dan cetakannya seragam, hanya warna yang membedakan.

 

SUMBER: beritasatu.com

Keseruan di HUT Bang Biem & #ETNIKOM17TH

Dijenguk Menpora dan Olga Lidya, Ellyas Pical Senang Perjalanan Hidupnya Akan Dijadikan Film

Sumber foto : Muchlis / Kemenpora.go.id

Petinju legendaris Indonesia Ellyas Pical tampak sumringah saat Menpora Imam Nahrawi berkunjung ke kediamannya di bilangan Perumahan Duta Bintaro, Tangerang, Banten, Jumat (10/3) sore. Ellyas baru saja keluar dari perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Kita beberapa waktu lalu karena sakit jantung yang dideritanya, petinju legenda Indonesia itu senang jika perjalanan hidupnya akan dijadikan film.

Tangerang: Petinju legendaris Indonesia Ellyas Pical tampak sumringah saat Menpora Imam Nahrawi berkunjung ke kediamannya di bilangan Perumahan Duta Bintaro, Tangerang, Banten, Jumat (10/3) sore. Ellyas baru saja keluar dari perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Kita beberapa waktu lalu karena sakit jantung yang dideritanya, petinju legenda Indonesia itu senang jika perjalanan hidupnya akan dijadikan film.

Menpora Imam Nahrawi yang hadir mengenakan kemeja warna gelap, celana panjang coklat dan sepatu olahraga didampingi Kepala PPITKON Edi Nurinda Susila, Asdep Kemitraan dan Penghargaan Olahraga Dwijayanto Sarosa Putera langsung menyapa Ellyas Pical saat turun dari kendaraannya. “Semakin muda ya sekarang, tapi kalau genggam masih bisa,” tegur Menpora.

Menpora menyampaikan kedatanganya bersama jajaran Kemenpora dan Produser Film Layar Lebar Olga Lidya adalah untuk memastikan kesehatan sang legenda tinju. “Kami berkunjung untuk memastikan Om Elly sehat dan alhamdulillah saat ini lebih sehat lagi dan kelihatan lebih muda lebih bugar dan lebih segar,” ucap Menpora.

“Kami juga ingin melaksanakan perintah Presiden bahwa telah saatnya pemerintah memperhatikan dan lebih serius kepada masa depan mantan atlet agar bisa dibantu dengan baik tidak hanya olimpian tetapi kepada orang yang yang telah mengharumkan bangsa Indonesia di pentas dunia agar betul betul diperhatikan,” tambahnya.

Menpora juga menyampaikan bahwa sebelumnya pemerintah telah sedikit membantu Bung Elly dan keluarga untuk biaya pengobatan. “Selain BPJS pemerintah juga memberikan bantuan beberapa kebutuhan selama di RS semoga ke depan Bung Elly terus sehat dan seperti pemerintah lakukan kepada olimpian agar masa depan atlet teranggarkan dengan baik, semoga ke depan kita dapat membuat regulasi yang dapat memberikan perhatian bagi masa depan yang lebih layak kepada mantan atlet nasional,” tutur Menpora.

Rencananya perjalanan hidup seorang Ellyas Pical akan di dokumentasikan dalam film layar lebar. “Saat ini kita masih dalam proses dengan investor dan mohon dukungan para sponsor kami berharap film ini dapat tayang tepat sebelum Oktober 2018 karena pada saat itu kita sebagai tuan rumah Asian Games, kita berharap tinju sebagai ikon Indonesia menjadi support melalui legenda tinju Indonesia, saya ingin mempersembahkan kepada Indonesia dan dunia olahraga bahwa inilah pahlawan Indonesia Ellyas Pical,” ujar Olga. “Semoga film ini disukai para pemuda kita karena kisah hidup Om Elly sangat inspiratif banget daribsebuah kota kecil Saparua dan merintis dari nol hingga prestasi dunia adalah bukan hal mudah,” tambahnya.

Menanggapi rencana pembuatan film layar lebar dirinya Elly menanggapi dengan senyum. “Kalau saya sudah sehat saya bisa bersama sama lagi untuk main film agar para atlet indonesia bisa membawa nama harum Indonesia di dunia internasional dan memberikan inspirasi atlet atlet Indonesia,” ujarnya bangga.

Pasca operasi saat ini Elly memang terlihat lebih bugar. “Saat ini tinggal lambung saya kadang asam lambungnya belum normal jadi setiap dua jam saya harus makan tidak boleh terlambat makan, kalau terlambat makan asam lambung naik, kepala pusing dan lemas, semoga saya cepat pulih,” ucap Elly.

“Terima kasih banyak Pak Menteri telah memperhatikan saya juga kepada rekan media telah berkunjung kami mohon doanya agar cepet pulih saya senang sekali saya masih ingin berlatih lagi, ini kidal kalau masih ada yang mau coba boleh, di Indonesia belum ada kasih jatuh saya pak,” kelakarnya.

Perjalanan Hidup Petinju Ellyas Pical Segera DiFilmkan

Abang None, Petinju legendaris Indonesia Ellyas Pical tampak sumringah saat Menpora Imam Nahrawi berkunjung ke kediamannya di bilangan Perumahan Duta Bintaro, Tangerang, Banten, Jumat (10/3) sore. Ellyas baru saja keluar dari perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Kita beberapa waktu lalu karena sakit jantung yang dideritanya, petinju legenda Indonesia itu senang jika perjalanan hidupnya akan dijadikan film.

Menpora Imam Nahrawi yang hadir mengenakan kemeja warna gelap, celana panjang coklat dan sepatu olahraga didampingi Kepala PPITKON Edi Nurinda Susila, Asdep Kemitraan dan Penghargaan Olahraga Dwijayanto Sarosa Putera langsung menyapa Ellyas Pical saat turun dari kendaraannya. “Semakin muda ya sekarang, tapi kalau genggam masih bisa,” tegur Menpora.

Menpora menyampaikan kedatanganya bersama jajaran Kemenpora dan Produser Film Layar Lebar Olga Lidya adalah untuk memastikan kesehatan sang legenda tinju. “Kami berkunjung untuk memastikan Om Elly sehat dan alhamdulillah saat ini lebih sehat lagi dan kelihatan lebih muda lebih bugar dan lebih segar,” ucap Menpora.

“Kami juga ingin melaksanakan perintah Presiden bahwa telah saatnya pemerintah memperhatikan dan lebih serius kepada masa depan mantan atlet agar bisa dibantu dengan baik tidak hanya olimpian tetapi kepada orang yang yang telah mengharumkan bangsa Indonesia di pentas dunia agar betul betul diperhatikan,” tambahnya.

Menpora juga menyampaikan bahwa sebelumnya pemerintah telah sedikit membantu Bung Elly dan keluarga untuk biaya pengobatan. “Selain BPJS pemerintah juga memberikan bantuan beberapa kebutuhan selama di RS semoga ke depan Bung Elly terus sehat dan seperti pemerintah lakukan kepada olimpian agar masa depan atlet teranggarkan dengan baik, semoga ke depan kita dapat membuat regulasi yang dapat memberikan perhatian bagi masa depan yang lebih layak kepada mantan atlet nasional,” tutur Menpora.

Rencananya perjalanan hidup seorang Ellyas Pical akan di dokumentasikan dalam film layar lebar. “Saat ini kita masih dalam proses dengan investor dan mohon dukungan para sponsor kami berharap film ini dapat tayang tepat sebelum Oktober 2018 karena pada saat itu kita sebagai tuan rumah Asian Games, kita berharap tinju sebagai ikon Indonesia menjadi support melalui legenda tinju Indonesia, saya ingin mempersembahkan kepada Indonesia dan dunia olahraga bahwa inilah pahlawan Indonesia Ellyas Pical,” ujar Olga. “Semoga film ini disukai para pemuda kita karena kisah hidup Om Elly sangat inspiratif banget daribsebuah kota kecil Saparua dan merintis dari nol hingga prestasi dunia adalah bukan hal mudah,” tambahnya.

Menanggapi rencana pembuatan film layar lebar dirinya Elly menanggapi dengan senyum. “Kalau saya sudah sehat saya bisa bersama sama lagi untuk main film agar para atlet indonesia bisa membawa nama harum Indonesia di dunia internasional dan memberikan inspirasi atlet atlet Indonesia,” ujarnya bangga.

Pasca operasi saat ini Elly memang terlihat lebih bugar. “Saat ini tinggal lambung saya kadang asam lambungnya belum normal jadi setiap dua jam saya harus makan tidak boleh terlambat makan, kalau terlambat makan asam lambung naik, kepala pusing dan lemas, semoga saya cepat pulih,” ucap Elly.

“Terima kasih banyak Pak Menteri telah memperhatikan saya juga kepada rekan media telah berkunjung kami mohon doanya agar cepet pulih saya senang sekali saya masih ingin berlatih lagi, ini kidal kalau masih ada yang mau coba boleh, di Indonesia belum ada kasih jatuh saya pak,” kelakarnya.

Perjalanan Hidup Petinju Ellyas Pical Akan Dijadikan Film

Abang None, Petinju legendaris Indonesia Ellyas Pical tampak sumringah saat Menpora Imam Nahrawi berkunjung ke kediamannya di bilangan Perumahan Duta Bintaro, Tangerang, Banten, Jumat (10/3) sore. Ellyas baru saja keluar dari perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Kita beberapa waktu lalu karena sakit jantung yang dideritanya, petinju legenda Indonesia itu senang jika perjalanan hidupnya akan dijadikan film.

Menpora Imam Nahrawi yang hadir mengenakan kemeja warna gelap, celana panjang coklat dan sepatu olahraga didampingi Kepala PPITKON Edi Nurinda Susila, Asdep Kemitraan dan Penghargaan Olahraga Dwijayanto Sarosa Putera langsung menyapa Ellyas Pical saat turun dari kendaraannya. “Semakin muda ya sekarang, tapi kalau genggam masih bisa,” tegur Menpora.

Menpora menyampaikan kedatanganya bersama jajaran Kemenpora dan Produser Film Layar Lebar Olga Lidya adalah untuk memastikan kesehatan sang legenda tinju. “Kami berkunjung untuk memastikan Om Elly sehat dan alhamdulillah saat ini lebih sehat lagi dan kelihatan lebih muda lebih bugar dan lebih segar,” ucap Menpora.

“Kami juga ingin melaksanakan perintah Presiden bahwa telah saatnya pemerintah memperhatikan dan lebih serius kepada masa depan mantan atlet agar bisa dibantu dengan baik tidak hanya olimpian tetapi kepada orang yang yang telah mengharumkan bangsa Indonesia di pentas dunia agar betul betul diperhatikan,” tambahnya.

Menpora juga menyampaikan bahwa sebelumnya pemerintah telah sedikit membantu Bung Elly dan keluarga untuk biaya pengobatan. “Selain BPJS pemerintah juga memberikan bantuan beberapa kebutuhan selama di RS semoga ke depan Bung Elly terus sehat dan seperti pemerintah lakukan kepada olimpian agar masa depan atlet teranggarkan dengan baik, semoga ke depan kita dapat membuat regulasi yang dapat memberikan perhatian bagi masa depan yang lebih layak kepada mantan atlet nasional,” tutur Menpora.

Rencananya perjalanan hidup seorang Ellyas Pical akan di dokumentasikan dalam film layar lebar. “Saat ini kita masih dalam proses dengan investor dan mohon dukungan para sponsor kami berharap film ini dapat tayang tepat sebelum Oktober 2018 karena pada saat itu kita sebagai tuan rumah Asian Games, kita berharap tinju sebagai ikon Indonesia menjadi support melalui legenda tinju Indonesia, saya ingin mempersembahkan kepada Indonesia dan dunia olahraga bahwa inilah pahlawan Indonesia Ellyas Pical,” ujar Olga. “Semoga film ini disukai para pemuda kita karena kisah hidup Om Elly sangat inspiratif banget daribsebuah kota kecil Saparua dan merintis dari nol hingga prestasi dunia adalah bukan hal mudah,” tambahnya.

Menanggapi rencana pembuatan film layar lebar dirinya Elly menanggapi dengan senyum. “Kalau saya sudah sehat saya bisa bersama sama lagi untuk main film agar para atlet indonesia bisa membawa nama harum Indonesia di dunia internasional dan memberikan inspirasi atlet atlet Indonesia,” ujarnya bangga.

Pasca operasi saat ini Elly memang terlihat lebih bugar. “Saat ini tinggal lambung saya kadang asam lambungnya belum normal jadi setiap dua jam saya harus makan tidak boleh terlambat makan, kalau terlambat makan asam lambung naik, kepala pusing dan lemas, semoga saya cepat pulih,” ucap Elly.

“Terima kasih banyak Pak Menteri telah memperhatikan saya juga kepada rekan media telah berkunjung kami mohon doanya agar cepet pulih saya senang sekali saya masih ingin berlatih lagi, ini kidal kalau masih ada yang mau coba boleh, di Indonesia belum ada kasih jatuh saya pak,” kelakarnya. (Bens_rr

film

PERFECT DREAM

film

Sumber : www.21cineplex.com

Produser : Amelia Salim, Hestu Saputra
Sutradara : Hestu Saputra
Penulis : Hestu Saputra, Syamsul Hadi, Sinung Winahyoko, Nugie Apri
Produksi : East Java Film, Empat Sisi Production

Pemain : Wulan Guritno, Ferry Salim, Baim Wong, Olga Lydia, Tissa Biani, Qomar, Henky Solaiman, Poppy Sovia, Rara Nawangsih, Uci Flow Dea, Yayu Unru

Bagi DIBYO keberhasilan diukur dari seberapa besar ia mampu memenuhi ambisi hidupnya. Dari kehidupan jalanan menjalankan bisnis gelap, Dibyo berhasil menikahi Lisa, putri Marcel Himawan, seorang pengusaha besar di kalangan elite Surabaya. Dibyo bahkan berhasil mengembalikan kejayaan bisnis Marcel.

Harta berlimpah tak membuat Dibyo puas. Ambisi Dibyo adalah menguasai wilayah lawan bisnisnya, Hartono si mafia nomor satu. Pertikaian antar-geng pun tak terelakkan.

Ambisi Dibyo makin meluap setelah mengenal Rina, pemilik galeri foto yang mampu memberi kehangatan cinta seorang ibu yang tak pernah Dibyo dapatkan selama ini.

Lisa harus memilih, mengikuti ambisi suaminya atau berjuang mempertahankan keutuhan keluarga yang ia cintai!

Sumber : www.21cineplex.com

 

Memanggil Siapapun dengan Panggilan Sayang

turki

Sumber : log.viva.co.id

Panggilan sayang biasanya hanya diucapkan untuk orang yang kita sayangi saja, tetapi di Turki orang-orangnya selalu memanggil siapapun dengan sebutan sayang, karena di sana panggilan sayang mempunyai arti “canim” yang berarti nyawaku. Ucapan sayang tidak di tujukan kepada orang spesial, justru diucapkan kepada teman, atau orang lain yang bahkan tidak kenal.

Sumber : log.viva.co.id

budaya

Cipika Cipiki sebanyak 3 kali

cipika cipiki

Sumber : log.viva.co.id

Cipika cipiki biasanya hanya cukup dua kali saja menyentuh pipi sebelah kanan dan kemudian berlanjut ke pipi yang sebelah kiri. Berbeda halnya dengan di Turki, di sana mereka mempunyai adat bahwa kalo berjumpa dan bercipika cipiki sopanya adalah sebanyak 3 kali. tidak hanya itu mereka juga berpelukan sebanyak 3 kali.

Sumber : log.viva.co.id