11 Tahun Mengenang Chrisye

Chrisye adalah musisi legend Indonesia. Kalau kamu mendengar suaranya tanpa melihat, kamu sudah tahu bahwa itu adalah suara Chrisye. Chrisye menekuni karier sebagai pemusik bukan sebagai biduan, melainkan pemain bass.

Ia lahir di Jakarta pada 16 September 1949. Nama lengkapnya adalah Christian Rahadi, yang kemudian berubah jadi Chrismansyah Rahadi. Orang tuanya adalah Laurens Rahadi dan Hana Rahadi.

Saat itu kebetulan rumah Chrisye bertetangga dengan keluarga Nasution, dan paling akrab dengan Gauri Nasution. Menurut sejarawan musik Denny Sakrie, rumah keluarga Nasution dengan Rahadi hanya dipisah satu rumah.

Pada 1969, Gauri mengajak Chrisye masuk ke Sabda Nada untuk menggantikan pemain bass yang sedang sakit. Kemampuan Chrisye dianggap memuaskan, ia kemudian menjadi pemain tetap.

Tahun 1969 itu pula, Sabda Nada mengganti nama jadi Gipsy. Di buku Musisiku (2007), formasinya adalah Chrisye (bass), Keenan Nasution (drum), Gauri Nasution (gitar), Tammy Daudsyah (flute dan saks), Atut Harahap (vokal), dan Onan Soesilo yang menggantikan Pontjo di organ.

Chrisye sempat mengundurkan diri sebagai mahasiswa, dan pergi ke New York bersama Pontjo. Setelah kontrak mereka selesai, Gipsy pulang ke Indonesia.

Pada 1975, Chrisye kembali ke Amerika Serikat untuk berkarier bersama The Pro’s.

Chrisye sempat lama tak bermusik. Hingga suatu hari Nasution Bersaudara kembali menghubungi Chrisye untuk proyek terbaru keluarga Nasution bersama Guruh Soekarnoputra: Guruh Gipsy.

Setelah rekaman di Laboratorium Pengembangan dan Penelitian Audio Visual Tri Angkasa yang memakan waktu lebih dari setahun, album Guruh Gipsy dirilis pada 1977 (beberapa sumber menulis dirilis pada akhir 1976).

Kepopuleran Chrisye di jagat musik pop terjadi ketika pada 1977 ia menjadi penyanyi lagu “Lilin-Lilin Kecil” karya James F. Sundah. Sys NS berhasil meyakinkan Chrisye untuk menyanyikan “Lilin-Lilin Kecil”. Sys mungkin sudah bisa meramal bahwa lagu itu akan meledak jika Chrisye yang jadi vokalis.

Waktu berlalu, Chrisye tidak seperti banyak bintang pop lain yang dilupakan zaman. Chrisye tetap diingat, dan terus berkarya. Ia terus bernyanyi, bahkan saat dokter mengumumkan Chrisye mengidap kanker paru stadium 4 pada 2005.

Pada 30 Maret 2007, tepat hari ini 11 tahun lalu, Chrisye meninggal dunia di usia 57. Ia dimakamkan di TPU Jeruk Purut. Hari itu, Indonesia berkabung karena kehilangan salah satu musisi terbesarnya. Sepanjang kariernya, ia berkontribusi di 9 album proyek, 4 album soundtrack (termasuk Ali Topan Anak Jalanan), dan menghasilkan 20 album solo.

Sumber : www.tirto.id

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *